A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Ketika kenangan saya kembali mengelana di antara novel dan tulisan tua berlatar era koloni pertama, saya terbayang bagaimana desa-desa kecil dibangun dengan begitu tenteram menghasilkan peternakan dan ranch yang cukup luas. Sesuatu yang sama yang mungkin bisa disaksikan di negeri tersebut saat ini.

EasternWA

Saya rasa itu sungguh menjadi potret yang luar biasa menarik, membawa bayang sanubari ke negeri asing di benua yang asing.

Namun, sungguh berbeda dengan kampung-kampung kecil di negeri kepulauan – tanah air saya, meski bukan ladang gandum dan peternakan membentang, kita memiliki sawah yang menguning dan hutan yang mengapit dan memisah pedesaan.

Dan saya rasa ini – adalah – keindahan negeri kita, dengan kehijauan yang begitu asri. Mungkin suatu saat jika saya berkesempatan, saya akan mengunjungi negeri asing itu, tempat di mana orang-orangnya memiliki kampung halaman yang tak berhutan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

5 tanggapan

  1. monda Avatar

    Habis baca Little House atau Winnetou? Kira2 mirip dgn Sumba nggak?

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Ah tidak Mbak, hanya terbayang saja 🙂 – Hmm…, Sumba seperti apa ya? Saya tidak memiliki gambarannya.

      Suka

  2. Tamba Budiarsana Avatar

    Hohoho…saya kira itu satu tempat impian yang memang benar-benar akan didatangi.
    Di Bali juga mulai jarang hujan, sekali hujan nggak bisa kemana-mana seharian. hehe..

    Suka

  3. Tamba Budiarsana Avatar

    Di manakah itu?
    Di Karangasem juga ada kampung halaman tak berhutan Mas cahya….
    Gersang lebih tepatnya… 😀

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Oh, saya kurang tahu, mungkin di common state yang berinisial WA 😀 – asal comot saja dari Bing. Kalau di Karangasem sih, bukan gersang lagi, tapi berdebu juga, pas serasa di Jogja kalau lagi musim kering begini, sudah dua bulanan tidak hujan.

      Suka

Tinggalkan Balasan ke monda Batalkan balasan