Jika Anda menyukai pelajaran Geografi (ilmu bumi) di bangku sekolah, maka istilah Pangaea pastilah bukan sesuatu yang asing. Ini merupakan salah satu topik yang menarik minat saya, di mana pada zaman dulu kala sekitar 250 juta tahun yang lalu pada era Paleozoikum dan Mesozoikum, planet bumi hanya memiliki sebuah benua tunggal raksasa yang disebut Pangaea dan dikelilingi oleh maha samudera yang dikenal dengan Panthalasa.
Kemudian benua raksasa terpecah dan terpisah membentuk benua-benua saat ini, ini dipostulasikan melalui teori Continental Drift oleh Alfred Wegener pada tahun 1926. Ini adalah teori klasik yang masih populer hingga kini. Namun tahun depan, sepertinya teori Continental Drift akan berubah.
Kali ini Blue Sky Studios kembali menghadirkan lanjutan Ice Age, dan seperti biasa, Scrat dan kacang kenarinya yang menyebabkan bencana di muka bumi. Kali ini bukan menyebabkan lapisan es atau gunung berapi pecah, namun menyebabkan Pangaea terpecah. Ya, mungkin inilah topik yang diangkat pada Ice Age Continental Drift.
Jika Anda penasaran seperti seperti apa dan bagaimana Continental Drift ala Ice Age, maka sebuah film pendek “Scrat’s Continental Crack-Up” telah dirilis untuk membuat rasa penasaran yang lebih jauh lagi.
Nah, hanya saja saya tidak tahu apakah film animasi ini akan mendapatkan sambutan baik atau tidak. Mengingat film ke-4 biasanya tidak begitu baik hasilnya, seperti halnya Shrek 4 Forever After yang sepertinya terlalu dipaksakan. Tapi tetap saja, rasa penasaran tetap ada, apalagi 3 film sebelumnya sama sekali tidak mengecewakan.

Tinggalkan Balasan ke yoyo Batalkan balasan