Bagi para pecinta distribusi Linux Fedora, pastinya sudah tidak sabar lagi untuk mengunduh keluaran terbaru Fedora 16 ini. Rilisnya tepat kemarin (yang meskipun terjadwal tanggal 7 November). Saya bukan pengguna Fedora, jadi tidak bisa mengatakan dengan pasti di mana perubahannya yang baru, tapi tampaknya Fedora kini mendukung lebih banyak pengayaan komputasi awan seperti Aeolus Conductor, Condor Cloud, HekaFS, OpenStack dan pacemaker-cloud.
Jangan lupa, kini sepertinya Fedora juga menawarkan penggunaan GRUB 2 untuk boot loader yang dulu menggunakan grub legacy. Namun adaptasi ini hanya baru sempurna 85% saja, saya tidak tahu apakah ini akan hadir sebagai default atau tidak (tidak mencoba soalnya), karena pada openSUSE 12.1, GRUB 2 hanya sebagai pilihan saja.
Anda bisa mengunduh Fedora 16 edisi live cd (Gnome Edition) di lokasi unduh resmi Fedora, tentu saja Anda juga bisa mengunduh edisi spin yang memungkinkan Anda mendapatkan edisi KDE, LXDE ataupun Xfce.
Untuk edisi asli, Fedora 16 membawa desktop GNOME 3.2 dan untuk versi KDE membawa KDE 4.7. Dua versi ini cukup populer untuk di antara para penggunanya, walaupun mungkin bagi yang memiliki komputer lawas atau dengan spesifikasi rendah akan memilih LXDE atau Xfce yang lebih ringan.
Jika Anda tertarik, silakan mengunduhnya langsung dan jangan lupa membaca panduan instalasi bagi mereka yang tidak terbiasa memasang Linux pada komputernya. Saya tidak tahu apakah Anda bisa meminta bantuan pada komunitas lokal di Indonesia, karena saya lihat situs fedora.or.id sudah mati (sementara?), tapi saya rasa memasang Fedora tidaklah sulit.
Hipertensi menyerang tanpa gejala, tetapi bukan berarti tak berbahaya. Artikel ini meluruskan delapan mitos umum—dari anggapan “tidak ada keluhan berarti aman” hingga “sudah normal, boleh berhenti obat”—dengan data SKI 2023, pedoman PERHI dan ESC 2024, serta konteks kebijakan JKN dan label pangan Indonesia yang relevan bagi pembaca awam maupun tenaga kesehatan.
Mitos seputar kesehatan seksual — dari pil KB yang dianggap mencegah IMS hingga anggapan dudukan kloset bisa menularkan penyakit — masih beredar luas. Artikel ini meluruskan sembilan mitos utama dengan data terkini kasus IMS dan HIV di Indonesia, serta menjelaskan akses layanan skrining dan pengobatan gratis melalui JKN.
Bunga segar, tanaman pot, bingkai, dan relief dinding mempercantik suasana ruang rawat, tetapi dapat menjadi reservoir mikroba, terutama bagi pasien dengan imunitas sangat rendah. Artikel ini menimbang bukti ilmiah terbaru, pedoman CDC, dan konteks Indonesia, lalu menawarkan kerangka zonasi yang praktis agar keindahan ruang dan keselamatan pasien dapat berjalan beriringan.
Seorang virolog Kroasia menyuntikkan virus campak dan virus stomatitis vesikular ke tumor payudaranya sendiri, lalu tumor menyusut dan dapat dioperasi. Kisah ini memicu perdebatan etika dan harapan baru bagi terapi virus onkolitik. Artikel ini menimbang bukti, keterbatasan, dan pelajarannya bagi Indonesia. Ini bukan anjuran mencoba sendiri, melainkan bahan refleksi klinis.
DSD adalah kondisi kongenital ketika kromosom, gonad, dan anatomi seks seseorang tidak berkembang selaras—bukan gangguan orientasi seksual. Artikel ini mengulas klasifikasi, diagnosis, tata laksana multidisiplin, serta konteks Indonesia: keterbatasan data epidemiologi, stigma sosial, dan jalur hukum penetapan status kelamin lewat pengadilan sesuai UU Adminduk.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Apun Distro Nya Yang penting “LEGAL”ga takut sama sweping hehehehe.saya dulu semua nya distro sempat mencoba nya dan hasil nya saya jatuh hati sama LINMINT(Linux Mint)”Mona”lisa.64bit Dan alhamdulilah sekarang monalisa lah yang menemani hari-hari ku kerja.trimakasih bung Info fedora nya.gooooooooooooooooo OpenSouce.
perkenalan pertamaku ama namanya linux emang bukan dari si topi merah, tapi dari mandrake (masih belom berganti jadi mandriva), jadi ama topi merah sendiri aq belom pernah ngrasain hehehe …
yach yg penting tetep unix lah
maju trus dunia opensource
Kalau saya saat mencoba Mandrake Linux, namanya sudah menjadi Mandriva, tapi entah mengapa selalu gagal melakukan start-x di desktop manapun yang saya coba. Entah mengapa sejak saat itu merasa tidak berjodoh dengan Mandriva.
saya juga baru mencoba yg namanya fedora, dari dulu penasaran ama si biru ini tetapi selalu terkalahkan ama ubuntu hehehe
akhirnya kesampean juga, untuk sementara menikmatin dulu fiturnya
Kaze, padahal Fedora datangnya dari Linux paling tua lho 🙂 – yah, Ubuntu memang yang paling populer, itu karena Canonical dulu berani promosi besar-besaran untuk distribusi Ubuntu ke seluruh dunia.
-time zone jakarta di katakan WIT oleh fedora (bug lama)
-seperti ubuntu saya, tidak bisa mengakses jejaring sosial (facebook, twitter)
-saya mengalami kesulitan saat mengakses blog ini dengan fedora.
-ada masalah dengan shutdown/restart live CD. saat saya ingin restart live CD (melepas CD dan pindah ke windows). live CD hanya mengeluarkan lambang fedora (tidak memulai restart).
itu kekurangan/bug yang saya rasaka saat menggunakan fedora lewat live CD 🙂
saya sudah mencoba fedora 16. hasilnya, GNOME 3 tidak bisa di load (karena VGA card saya terlalu jadul untuk GNOME 3). mungkin nanti bisa mecoba versi xfcenya.
btw, saya masih binggung antara GNOME 3 dan GNOME shell (apakah maksudnya sama ?)
Iya nih. Gnome Shell Fedora 16 saya juga nggak jalan. Nasib pengguna VGA SiS. Sebenarnya saya udah yakin bakalan nggak jalan (berdasarkan pengalaman menginstal Gnome Shell di Oneiric).
Jadinya ya cuman bisa menikmati dekstop Gnome klasik. Malah jadi mirip Ubuntu versi 10.10 ke bawah 😉 Btw, saya masih malas ngereview Fedora 16 ini. Sementara ini cukuplah dulu sekadar mengobati rasa penasaran saya dengan Fedora.
Melvin, maklum-lah, karena Gnome 3 aslinya menggunakan mesin yang bernama Gnome Sheel (kecuali Ubuntu yang pakai Unity) jadi perlu kartu grafis yang cukup mumpuni… :).
Mas Rangga, ya sudahlah Mas, kalau tidak berpacu nanti Fedora bisa tertinggal jauh. Linux sekarang sepertinya mengikuti perkembangan seperti fashion trend :).
Tinggalkan Balasan