A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Apakah Anda pernah berpikir bahwa tampilan Linux Mint terbaru yang berbasis GNOME 3 lumayan menarik? Mereka berhasil mencabangkan Gnome Shell ke dalam salah satu desktop khas – Cinnamon, yang memberikan sentuhan familier seperti ketika menggunakan GNOME 2.x. Tampilan ini kini juga bisa dicoba pada openSUSE 12.1 Asparagus.

Pada halaman openSUSE Lizards, ada berita “Cinnamon for openSUSE” tentang uji coba Cinnamon pada openSUSE. Meskipun baru dalam tahap uji coba, sepertinya sudah dapat menampilan Cinnamon seperti pada Linux Mint, meski masih terdapat beberapa isu terkait setelah antarmuka grafis.

Paket ini disediakan untuk uji coba saja, jadi bagi yang ingin mencoba silakan dilakukan secara mandiri.

Pratampil Cinnamon pada Linux Mint.

Sebagai salah satu desktop environment terbaru, Cinnamon mungkin akan berkembang dengan sendirinya – sebagaimana Unity pada Ubuntu. Sama-sama menggunakan GNOME 3, namun dengan shell yang berbeda.

Jika ada yang tertarik untuk mencoba Cinnamon pada openSUSE 12.1, saya sarankan membaca artikel “Linux Mint’s Cinnamon 1.2 deployed for openSUSE” oleh Nelson Marques. Di sana terdapat rincian apa yang dijadikan pertimbangan, dan apa yang sebaiknya dilakukan pasca pemasangan Cinnamon. Jangan khawatir, terdapat fitur 1-click-install, jadi tidak akan terlalu sulit.

Saya sendiri belum tertarik untuk mencobanya, karena masih cukup produktif bekerja dengan Gnome Shell yang asli, jika merasa bosan, dapat beralih sesaat ke desktop KDE.

Update:

Cinnamon untuk openSUSE tidak lagi dipertahankan karena permasalahan dengan upstreams, untuk selengkapnya silakan membaca tulisan penyedia Cinnamon untuk openSUSE selama ini di “Cinnamon is unmaintainable, thus gets wiped!” – bagi yang mencobanya, mungkin ingin beralih kembali ke Gnome Shell.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

20 tanggapan

  1. Andhy Avatar
    Andhy

    Kalau untuk netbook, saya sudah terlanjur terbiasa dengan shortcut keyboardnya unity.
    Lebih efektif ga usah pake mouse 🙂

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Mas Andhy, saya masih bergantung pada tetikus, meskipun papan ketika seharusnya mempermudah kita. Apalagi besok Ubuntu 12.04 akan menggunakan HUD, riwayat menu pada jendela selama 30 tahun ini akan tergantikan di Ubuntu.

      Suka

  2. gadgetboi Avatar

    Tapi memang Linux Mint juga melayang (hovering) seperti itu yah bli, atau versi OpenSUSE ini saja? ❓

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Cinnamon ya tetap menggunakan basisnya Linux Mint (yang melayang-layang), ndak tahu sih kalau ada versi 2D-nya.

      Suka

  3. iskandaria Avatar
    iskandaria

    Belum pernah nyoba Cinnamon sih. Denger aja baru sekarang. Mudah-mudahan punya keunggulan tersendiri yang bisa membuatnya mampu bersaing dengan Gnome maupun KDE. Kalau melihat pratampil di atas, sepertinya tidak banyak berbeda dengan launcher ala MintMenu 🙂 Entahlah kalau tampilan jendela aplikasi maupun utilitas kustomisasinya.

    Suka

    1. gadgetboi Avatar

      basicnya memang mintmenu (untuk gnomeshell) 😀 … dari awal juga kan OpenSUSE menggunakan menu yang sama dengan mint walau sedikit beda tampilannya …

      Suka

    2. Cahya Avatar

      Mas Is, Cinnamon bisa dikatakan memang produknya Linux Mint, hanya saja yang namanya open source, kodenya bisa dipakai pada Linux manapun :D.

      Suka

  4. si.tam.pan Avatar

    eee…blibro, pake suse juga?
    nganu…mbok saya pinjem installernya donk 😀 mau ngapgret males donlot je 😀

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Boleh, nanti teknisnya silakan via japri saja 😀 – Lha, biasanya saya juga dari kampus unduhnya pakai repo.ugm.ac.id biar wus-wus-wus :lol:.

      Suka

  5. agung Avatar
    agung

    Masih menunggu upgrade RAM terlebih dahulu agar saat login dengan KDE maupun Gnome bisa berjalan mulus, baru semangat untuk mempercantik Asparagus lagi. *masih lagu lama kaset kusut. 😀

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Weh, belum ditambah lagi ya RAM-nya Mas Agung? Ayo ditambah, nanti keburu keluar Gnome 4 dan KDE 5 lho :D.

      Suka

    2. agung Avatar
      agung

      Sekarang harga RAM DDR2 mahal-mahal. 😦

      Suka

    3. Cahya Avatar

      Ah iya sih, soalnya jadi barang langka, makin susah dicari ya semakin mahal. Kadang malah merasa lebih baik beli komputer baru sekalian.

      Suka

    4. agung Avatar
      agung

      Kalau mau ganti komputer nanti tunggu hasil demo dulu :-).

      Suka

  6. gadgetboi Avatar

    tidak sabar menanti gnomenu di gnome 3 hahaha 😆

    Suka

    1. Cahya Avatar

      Ganti saja Mas Rangga, biar kelihatan lebih modern :lol:.

      Suka

    2. gadgetboi Avatar

      *tidak terpengaruh bujuk rayuan* :mrgreen:

      Suka

    3. Cahya Avatar

      Mas Rangga, pergerakan maju itu ndak bisa dilawan arusnya :lol:.

      Suka

    4. gadgetboi Avatar

      seperti Fuduntu saya akan “berjuag” hingga akhir hayat Gnome Klasik 😆

      Suka

    5. Cahya Avatar

      Mau sampai kapan pakai yang klasik Mas, nanti ubanan komputernya :D. Kadang saya bertanya-tanya, Fudubuntu itu Fedora apa Ubuntu sih :lol:.

      Suka

Tinggalkan komentar