Akhir pekan ini saya bernostalgia dengan menyaksikan film kedua dari Nintama Rantarou (di Indonesia dikenal dengan Ninja Boy) yang berjudul “Ninjutsu Gakuen Zenin Shutsudou!”. Ternyata film ini berat juga jika tidak ada pengisi suara alih bahasanya. Saya memang suka Nintama Rantarou terutama dari komik-komiknya yang lucu. Ceritanya yang cukup edukatif seringkali banyak memberi nilai tambah tersendiri.
Di kisah ini, para murid sekolah ninja kelas 1 cukup khawatir dengan perang yang sedang terjadi di antara dua kelompok besar. Namun mereka tidak bisa apa-apa. Kepala sekolah yang tahu hal ini dari Hemu Hemu lalu menyiapkan misi untuk anak-anak ini, namun apa yang bisa mereka lakukan di antara dua kelompok angkatan bersenjata dan para ninja musuh?
Kita bisa menemukan kekocakan para sahabat Rantarou, seperti Sinbei yang doyan makan atau Kirimaru yang hanya digerakkan oleh keuntungan material seperti uang. Mereka adalah komponen kocak di film ini.
Poster Promosi Film “Nintama Rantarou: Ninjutsu Gakuen Zenin Shutsudou!”
Film yang berdurasi kurang lebih 80-an menit ini cukup kocak menurut saya. Namun karena lelucon Nintama Rantarou banyak terletak pada permainan kata (gag), sebagaimana yang sering kita saksikan di televisi, maka jika tidak memahami bahasa pengantar tentu akan sulit (menganggapnya lucu).
Nintama Rantarou: Ninjutsu Gakuen Zenin Shutsudou! yang dirilis tahun lalu ini cukup mendapatkan sambutan hangat, dan termasuk salah satu dari 10 film animasi tersukses di negaranya pada tahun terbitnya.
Retinopati diabetik adalah komplikasi mikrovaskular diabetes yang dapat merusak penglihatan tanpa gejala awal. Prevalensinya di Indonesia berkisar 10–32%, dengan satu dari empat pasien berisiko mengalami kondisi mengancam penglihatan. Skrining fundus rutin, kontrol glikemik ketat, serta terapi laser atau anti-VEGF menjadi kunci mencegah kebutaan akibat diabetes.
Ketoasidosis diabetik adalah kegawatdaruratan metabolik diabetes melitus berupa trias hiperglikemia, ketonemia, dan asidosis, dipicu terutama oleh infeksi atau penghentian insulin. Tata laksana berpusat pada terapi cairan, insulin intravena kontinu, dan koreksi kalium, dengan pemantauan ketat untuk mencegah hipoglikemia, hipokalemia, dan komplikasi mengancam nyawa lainnya.
Pedoman Nasional Pelayanan Klinis (PNPK) Tata Laksana Demensia 2026 memberikan panduan untuk penanganan demensia di Indonesia. Dengan jumlah penderita yang diproyeksi meningkat, pedoman ini mencakup diagnosis, penanganan, dan strategi pencegahan. Kaya akan rekomendasi medis, hal ini penting untuk memastikan perawatan yang efektif bagi pasien demensia.
Kejang pertama pada orang dewasa tidak otomatis berarti epilepsi, tetapi tidak boleh diabaikan. Artikel ini merangkum Pedoman Nasional Pelayanan Klinis epilepsi dewasa 2026: cara membedakan kejang dari pingsan, pertolongan pertama yang benar, peran pemeriksaan penunjang, prinsip terapi, hingga tantangan stigma dan akses obat di Indonesia. Untuk awam dan tenaga kesehatan.
Indonesia kini memiliki Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Sifilis (KMK 291/2026). Artikel ini merangkum stadium penyakit, alur tes serologi, terapi penisilin, tindak lanjut, penanganan pasangan, serta perlindungan ibu hamil dan bayi, disertai catatan kritis agar fasilitas kesehatan, dari Puskesmas hingga rumah sakit rujukan, siap menerapkannya dengan aman dan konsisten.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan