Salah satu distro Linux yang menyerupai Mac OS X, Pear OS, sudah hilang dari tangan komunitasnya. Tampaknya Pear OS “dijual” ke sebuah perusahaan yang tidak disebutkan namanya.
Pear OS is no longer available for download.” he wrote. “Its future is now in hands of a company who wants to remain anonymous for the moment. The concept has pleased them it and now wants to continue and improve the system for their own products. I can not give a name but it is a very large company well known…
Hanya kalimay itu yang didapat dari keterangan yang resmi dari pengembang/pencipta Pear OS, sehingga banyak spekulasi yang muncul di Internet, tentang perusahaan mana yang membeli “Pear OS” hingga dirahasiakan. Apakah Apple, yang selama ini sering menyerang produk saingan yang “mirip” dengan produknya? Apakah perusahaan komputer besar seperti Lenovo yang selalu mengincar GUI lebih cantik? Apakah perusahaan besar seperti Yahoo? dan sebagainya.
Apapun yang terjadi, setidaknya Pear OS sudah (pernah) memberikan warna tersendiri pada dunia Linux. Memang disayangkan hilang dari komunitas, tapi memang sejak tahun lalu banyak distribusi Linux yang berguguran, walau Pear OS bukan yang gugur karena kekurangan sumber daya untuk mengembangkannya.
Jika Anda masih tertarik menggunakan distribusi Linux berasa sederhana dan bisa diubah seperti Mac OS, maka Elementary OS adalah pilihan berikutnya.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tapi masa harus sampai ditutup segala. Kan banyak yang berjalan berbarengan, padahal kekuatan komunitas yang membesarkan sebuah aplikasi atau proyek open source.
Tinggalkan Balasan