Ponsel ‘pintar’ Samsung Galaxy Note II yang saya pegang tahun ini akan berusia 5 tahun, dan mulai menunjukkan penurunan performa yang terasa mengganggu penggunaannya secara nyata. Saya masih belum berpikir untuk menggantinya, tapi melihat beberapa pengganti alternatif tentunya tidak masalah bukan?
Salah satu yang menarik adalah BlackBerry Mercury yang baru terintip di CES 2017. Sayangnya belum ada keterangan mengenai teknologi di baliknya, atau pun bocoran harga di pasaran. Tapi wajahnya sudah terpampang di sejumlah media.
Saya tidak memerlukan ponsel untuk bermain video game, tapi menjalankan sejumlah aplikasi kalkulasi, mengetik dan sebagainya adalah yang sebagian besar saya habiskan di ponsel. Selain meramban sejumlah halaman Web tentunya. Dan tentunya semua itu bisa berjalan dengan lancar.
BlackBerry Mercury memiliki keypad fisik dan berbasis Android. Saya tidak memiliki masalah dengan sistem operasi. Namun saya tertarik pada keypad fisik. Karena memberikan sensasi yang lebih nyata ketika mengetik di ponsel.
Yang membuat saya ragu dengan BlackBerry umumnya adalah layanan purna jual. Jika terjadi kerusakan, di mana dapat memperbaikinya. Tidak seperti Samsung atau Asus yang memiliki tempat servis resmi di kota kota besar di Indonesia. BlackBerry sejak era RIM tidak memiliki tempat servis resmi setahu saya, hanya perwakilan dari distributor saja. Ini benar-benar tidak mengenakan.
Android dengan keypad fisik? Jika nanti ternyata menarik, mungkin saya akan mempertimbangkan untuk memilikinya.
Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan