Meskipun kasusnya sangat jarang pada masa kini, namun rabies masih merupakan salah satu penyakit paling mematikan yang kita kenal. Disebabkan oleh virus yang bisa menginfeksi mamalia, dan saat virus mencapai otak, maka kesembuhan nyaris mustahil. Kita dapat mencegah rabies dengan melakukan vaksinasi pada hewan peliharaan kita.
Kontrol yang paling umum diberikan adalah terhadap hewan peliharaan anjing. Pun demikian, di alam liar masih banyak jenis hewan yang dapat menularkan rabies. Hanya saja, saya belum pernah melihat peta grafik penyebaran hewan berpotensi rabies di Indonesia.
Salah satu tantangan dalam menghadapi rabies adalah vaksin anti rabies (VAR) yang belum tersebar baik, atau tersedia dalam harga yang mahal.
Kematian akibat rabies tentunya dapat dicegah. Pertolongan pertama penting pada setiap gigitan hewan, tidak hanya gigitan oleh anjing. Sedemikian hingga setiap gigitan hewan harus dikaji dan diperiksa oleh staf medis berpengalaman.
Segera mencuci luka dengan air mengalir dan sabun adalah tindakan awal yang tepat, setidaknya selama lima belas menit sebelum penderita gigitan di antar menuju fasilitas layanan kesehatan terdekat.
Jangan menunda kejadian gigitan hewan, semakin cepat mendapatkan pertolongan medis akan semakin baik. Khususnya jika di wilayah tempat tinggal memiliki riwayat kasus rabies.
Jika di lingkungan banyak terdapat hewan peliharaan, seperti anjing, melakukan vaksinasi terhadap populasi hewan ini dapat melenyapkan keberadaan dan ancaman terhadap virus rabies.
Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
Vaksin RSV maternal (Abrysvo) terbukti menurunkan risiko penyakit saluran napas bawah berat pada bayi hingga 90% dalam 90 hari pertama bila diberikan pada minggu ke-28–36 kehamilan. WHO baru mengesahkan vial multidosisnya untuk memperluas akses global. Di Indonesia, vaksin ini sudah terdaftar BPOM namun belum masuk program nasional.
Panduan baru UNESCO-UNICEF-WHO (2026) menegaskan peran guru dalam kesehatan jiwa sekolah: mempromosikan kesejahteraan, menyadari tanda distres, dan menghubungkan murid ke dukungan — tanpa mendiagnosis atau memberi terapi. Dengan I-NAMHS mencatat 15,5 juta remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental, panduan ini relevan bagi UKS, PPKSP, dan sistem sekolah Indonesia.
Diabetes melitus tipe 1 pada anak Indonesia meningkat tajam dalam dua dekade terakhir, namun tujuh dari sepuluh kasus baru terdiagnosis setelah jatuh ke ketoasidosis diabetikum. Artikel ini membahas patofisiologi, kriteria diagnosis, lima pilar pengelolaan, teknologi CGM, imunoterapi teplizumab, serta konteks jaminan BPJS Kesehatan bagi penyandang DMT1.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan