Meskipun kasusnya sangat jarang pada masa kini, namun rabies masih merupakan salah satu penyakit paling mematikan yang kita kenal. Disebabkan oleh virus yang bisa menginfeksi mamalia, dan saat virus mencapai otak, maka kesembuhan nyaris mustahil. Kita dapat mencegah rabies dengan melakukan vaksinasi pada hewan peliharaan kita.
Kontrol yang paling umum diberikan adalah terhadap hewan peliharaan anjing. Pun demikian, di alam liar masih banyak jenis hewan yang dapat menularkan rabies. Hanya saja, saya belum pernah melihat peta grafik penyebaran hewan berpotensi rabies di Indonesia.
Salah satu tantangan dalam menghadapi rabies adalah vaksin anti rabies (VAR) yang belum tersebar baik, atau tersedia dalam harga yang mahal.
Kematian akibat rabies tentunya dapat dicegah. Pertolongan pertama penting pada setiap gigitan hewan, tidak hanya gigitan oleh anjing. Sedemikian hingga setiap gigitan hewan harus dikaji dan diperiksa oleh staf medis berpengalaman.
Segera mencuci luka dengan air mengalir dan sabun adalah tindakan awal yang tepat, setidaknya selama lima belas menit sebelum penderita gigitan di antar menuju fasilitas layanan kesehatan terdekat.
Jangan menunda kejadian gigitan hewan, semakin cepat mendapatkan pertolongan medis akan semakin baik. Khususnya jika di wilayah tempat tinggal memiliki riwayat kasus rabies.
Jika di lingkungan banyak terdapat hewan peliharaan, seperti anjing, melakukan vaksinasi terhadap populasi hewan ini dapat melenyapkan keberadaan dan ancaman terhadap virus rabies.
Studi fase 3b terbaru di JAMA Network Open melaporkan 54% perempuan dengan ISK tanpa komplikasi merasakan gejala membaik dalam 24 jam setelah gepotidacin. Namun desain studinya satu lengan, tanpa pembanding dan tanpa penyamaran. Artikel ini membedah angka, keterbatasan, keamanan, serta relevansinya bagi praktik klinis dan pengendalian resistansi antibiotik di Indonesia.
Bahu adalah sendi paling sering mengalami dislokasi di tubuh manusia—dan salah tangani bisa berujung ketidakstabilan berulang. Artikel ini mengulas mekanisme cedera, lesi Bankart dan Hill-Sachs, protokol reduksi dan imobilisasi terkini, hingga kapan operasi seperti Bankart repair atau Latarjet diperlukan, lengkap dengan konteks layanan ortopedi di Indonesia.
Laporan Direktur Regional WHO Pasifik Barat untuk periode Juli 2025–Juni 2026 memuat bab khusus Indonesia. BPOM naik kelas sebagai WHO Listed Authority dan wabah polio dinyatakan selesai, tetapi hanya 5% penderita hipertensi yang terkendali dan cakupan campak dosis kedua masih 78%.
WHO merilis paket panduan 2026 untuk mencegah penyakit akibat panas di acara massal. Intinya: nilai risiko sejak awal, pasang pelindung berlapis seperti air minum, area pendingin, dan jalur rujukan, tentukan tingkat eskalasi sebelum acara, serta ubah pesan “minum air” menjadi arahan yang didukung layanan nyata. Relevan bagi penyelenggara di Indonesia.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan