A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Meskipun kasusnya sangat jarang pada masa kini, namun rabies masih merupakan salah satu penyakit paling mematikan yang kita kenal. Disebabkan oleh virus yang bisa menginfeksi mamalia, dan saat virus mencapai otak, maka kesembuhan nyaris mustahil. Kita dapat mencegah rabies dengan melakukan vaksinasi pada hewan peliharaan kita.

Kontrol yang paling umum diberikan adalah terhadap hewan peliharaan anjing. Pun demikian, di alam liar masih banyak jenis hewan yang dapat menularkan rabies. Hanya saja, saya belum pernah melihat peta grafik penyebaran hewan berpotensi rabies di Indonesia.

Salah satu tantangan dalam menghadapi rabies adalah vaksin anti rabies (VAR) yang belum tersebar baik, atau tersedia dalam harga yang mahal.

Kematian akibat rabies tentunya dapat dicegah. Pertolongan pertama penting pada setiap gigitan hewan, tidak hanya gigitan oleh anjing. Sedemikian hingga setiap gigitan hewan harus dikaji dan diperiksa oleh staf medis berpengalaman.

Segera mencuci luka dengan air mengalir dan sabun adalah tindakan awal yang tepat, setidaknya selama lima belas menit sebelum penderita gigitan di antar menuju fasilitas layanan kesehatan terdekat.

Jangan menunda kejadian gigitan hewan, semakin cepat mendapatkan pertolongan medis akan semakin baik. Khususnya jika di wilayah tempat tinggal memiliki riwayat kasus rabies.

Jika di lingkungan banyak terdapat hewan peliharaan, seperti anjing, melakukan vaksinasi terhadap populasi hewan ini dapat melenyapkan keberadaan dan ancaman terhadap virus rabies.

Selamat Hari Rabies 2017.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca