A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Jika melihat dalam keseharian, dan juga dalam karya populer seperti novel atau film, ruang dokter biasa dihiasi oleh miniatur model anatomi tubuh manusia. Tergantung pada keahlian dan bidang yang ditangani dokter, miniatur ini bisa beragam. Biasanya model anatomi digunakan oleh dokter untuk membantu menjelaskan kondisi penyakit atau masalah kesehatan yang dialami oleh pasien.

Saat ini di era modern, konsep digital menjadi bagian dari kehidupan. Buku, model, hingga atlas anatomi berpadu menjadi data digital yang dihadirkan dengan grafik menarik dan mudah dipahami, kini bisa ditemukan di mana-mana. Menggunakan perangkat komputer atau tablet memudahkan akses terhadap data ini, dan memudahkan dokter memberikan penjelasan menggunakan model anatomi digital.

ApplicationFrameHost_2018-03-29_17-13-49
Salah satu aplikasi digital di komputer yang dapat menampilkan model anatomi selayaknya atlas anatomi.

Saat ini ada banyak layanan yang menyediakan model-model anatomi digital, misalnya saja KenHub, Visible Body, Anatomy Zone, hingga hasil kurator seperti Anatomy Atlases. Masih banyak contoh lain yang bisa ditemukan dengan mudah melalui mesin telusur.

Masing-masing sistem operasi menawarkan aplikasi yang memuat keperluan ini, baik sistem operasi PC maupun gawai.

Sebagai dokter, pemilihannya tentu akan ditentukan oleh jenis model yang diperlukan beserta kelengkapan, dukungan platform yang sesuai dengan yang digunakan oleh dokter, fitur-fitur yang ditawarkan oleh aplikasi, hingga harga tentunya.

Untuk model dan kelengkapan, beberapa aplikasi menyediakan hanya tampilan anatomi sistem organ tertentu, sementara yang lain menampilkan lebih lengkap. Ada yang memberikan akses gratis terbatas, dan untuk mendapatkan akses penuh dilakukan sistem lisensi premium yang berbayar.

Dukungan platform bermakna, apakah seorang dokter lebih banyak menggunakan komputer di mana dia akan mengakses aplikasi yang disediakan melalui Microsoft  Store. Yang menggunakan tablet dari iOS mungkin akan mencari aplikasi yang mendukung melalui Apple Store, sedangkan sebaliknya pengguna Android akan mencari aplikasi yang disediakan melalui Google Play.

Harganya sendiri berbeda, misalnya mulai dari tiga ratus ribu hingga beberapa juta rupiah. Harga biasanya mengikuti fitur yang disediakan. Ada yang memiliki fitur ‘kuliah’ yang dikenakan biaya tambahan untuk menonton kuliah seputar anatomi, fitur ini menarik bagi pelajar kedokteran, namun mungkin tidak terlalu menarik minat para sejawat dokter.

Penggunaan juga pada akhirnya menjadi penentu, aplikasi mana yang memudahkan dokter memberikan penjelasan kepada pasien dengan menampilkannya di layar.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca