Ada banyak metode untuk melakukan pencatatan dengan baik, termasuk dalam buku catatan kita. Baik pelajar maupun pekerja, sering kali akan memerlukan catatan. Catatan manual sering kali penuh, rusak atau hilang, sehingga tidak nyaman untuk digunakan. Sedemikian hingga, pilihan saat ini adalah untuk memindahkan catatan ke bentuk digital, tapi aplikasi mana yang akan digunakan?
Ada banyak sekali pilihan, misalnya Evernote, Google Keep, Dropbox Paper, SimpleNote, Joplin dan sebagainya. Tapi setelah mencoba beberapa di antaranya, saya memutuskan menggunakan OneNote.
OneNote pada Windows 10
Saya memilih OneNote karena beberapa alasan. Pertama, OneNote adalah aplikasi pencatat asli yang dikembangkan oleh Microsoft untuk Windows. Dulu OneNote tersedia bersama dengan Office 2016, namun pada Office 365 saat ini, OneNote sudah tidak disertakan, tapi bisa diunduh secara cuma-cuma sebagai UWP di Microsoft Store. Sehingga aplikasi ini gratis untuk digunakan.
Kedua, bisa diakses melalui ponsel cerdas dengan konten catatan yang tersinkronisasi melalui akses pencadangan awan. Pada sistem operasi lain, seperti Linux, aksesnya dapat melalui peramban.
Pengguna dapat menggunakan OneNote dengan tertata baik, seakan-akan saya sedang mengakses sejumlah catatan pada rak buku yang tertata rapi. Tentu saja ini bermakna, pengguna terlebih dahulu harus belajar menata catatan mereka secara rapi.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Leishmaniasis kutaneus dan PKDL adalah dua wajah dari infeksi parasit Leishmania yang ditularkan lalat pasir—jarang ditemukan di Indonesia, namun tetap relevan lewat kasus impor dari personel yang bertugas di kawasan endemik. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis banding dengan kusta, dan tata laksana berdasarkan panduan terbaru WHO SEARO
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan