A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Setelah mempertimbangkan banyak hal, terutama biaya lisensi untuk melakukan analisis statistik, serta prinsip yang katanya mengusung semangat open source. Dulu saya hendak mencoba R, Namun sayangnya, kemalasan saya selalu menang untuk menemukan alasan untuk tidak belajar lebih jauh dengan R. Sampai akhirnya saya menemukan JASP – yang juga berbasis R.

JASP atau Jeffreys’s Amazing Statistics Program, yang diambil sebagai penghargaan terhadap Sir Harold Jeffreys sebagai pioner Bayesian, merupakan aplikasi dengan antarmuka yang ramah bagi pengguna.

JASP mampu melakukan analisis yang populer digunakan dalam dunia keilmuan, seperti statistik frekuensi dan tentunya bayseian. Perhitungan deskriptif, T-test, ANOVA, Regresi, Frekuensi, Faktor, Meta-analysis, Network Analysis, hingga model SEM bisa dikerjakan dengan JASP.

JASP saat ini masih dalam tahap pengembangan aktif, sehingga fitur yang saat ini belum tersedia pada JASP mungkin akan tersedia pada pengembangan berikutnya.

Dukungan terhadap berkas .csv (berkas data semikolon), .sav (berkas SPSS) dan .ods (berkas format terbuka dari LibreOffice atau Open Office) membuat JASP mendukung banyak platform sekaligus.

Oleh karena JASP berlisensi open source, Anda bisa mengunduh, memasang dan membagikannya secara gratis kepada siapapun. Hasil analisis JASP juga bisa disalin dengan mudah pada berkas lain, misalnya pada Microsoft Word atau LibreOffice Writer.

Jangan lupa melakukan sitasi JASP jika Anda menggunakan JASP saat mempublikasikan karya ilmiah Anda.

Untuk mengenal lebih jauh tentang JASP, sebuah artikel berjudul “A Comparative Review of the JASP Statistical Software” dapat membantu Anda.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

3 tanggapan

  1. […] salah satu alternatif aplikasi statistik, kini JASP hadir di Linux melalui flathub. Meski saya lebih sering menggunakan Jamovi, tapi JASP […]

  2. […] JASP – seperti halnya Jamovi, namun lebih cenderung mendukung analisis Bayesian, dan dikembangkan oleh Universitas Amsterdam. […]

  3. […] GNU PSPP – yang sayangnya kurang populer. Alternatif lain yang suka saya gunakan adalah JASP, dengan catatan: filosofi JASP lebih kuat ke arah bentuk […]

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca