Pemerintah melalui “Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi” memberikan pelaku dunia usaha bagaimana mereka bisa mempersiapkan diri dalam membuka kembali usaha di tengah badai pandemi.
Tentu saja ketentuan ini rumit, dan banyak sekali bagian yang harus dipatuhi oleh pelaku usaha dan pekerja guna mencapai proses yang diharapkan terwujud. Jangankan pelaku usaha, bahkan rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan saja yang sejak lama dijejali oleh konsep pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) belum tentu dapat melakukannya dengan baik.
Oke, tapi setidaknya pengusaha memiliki panduan, sejauh mana nanti akan diterapkan, kita bisa melihat ke depannya.
Pedoman ini berisi mengenai siapa saja yang berpotensi tinggi tertular COVID-19 saat bekerja, apa saja faktor risikonya termasuk komorditas yang dimiliki oleh pekerja. Bagaimana pekerja bekerja saat PSBB dan setelah PSBB. Lalu apa yang dilakukan oleh perusahaan saat menemukan pekerja yang merupakan OTG, ODP, PDP, atau yang terkonfirmasi COVID-19.
Termasuk di dalamnya sejumlah lampiran yang diperlukan dalam melaksanakan panduan ini.
Pedoman triase tiga warna di sebuah IGD dikonversi ke CTAS lima level agar selaras dengan modul Pelayanan IGD SATUSEHAT yang meminta kode LOINC 75910-0. Artikel ini menjelaskan proses penyusunan, diagram alir, cara memakai alat triase interaktif, batas adaptasi lokal, dan status draf yang masih menunggu telaah sejawat.
Aturan stablecoin OJK ditargetkan Januari 2027, BYD bocorkan desain robot humanoid, dan Nobel Kedokteran 2026 untuk optogenetika. Refleksi pekan 5–11 Oktober.
Neuritis optik adalah radang saraf penglihatan yang membuat satu mata buram mendadak dan nyeri saat digerakkan. Kenali gejala, pemeriksaan MRI, terapi steroid, hubungannya dengan multipel sklerosis, dan kapan harus segera ke dokter.
Disartria adalah gangguan motorik bicara akibat kelemahan otot yang memengaruhi pelafalan, sering terjadi pasca-stroke dan pada pasien Parkinson serta ALS. Terdapat tujuh subtipe disartria yang memiliki penyebab dan karakteristik berbeda. Penanganan terapi wicara masih terbatas di Indonesia, terutama di daerah dengan prevalensi stroke tinggi.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan