Bagaimana memilih dokter keluarga atau pribadi?

Jika Anda baru saja mendaftar asuransi publik seperti BPJS Kesehatan, atau pengguna BPJS Kesehatan yang berpindah domisili, Anda mungkin akan menggunakan hak Anda untuk memilih siapa yang akan menjadi dokter keluarga/pribadi Anda melalui layanan registrasi atau aplikasi resmi di telepon pintar.

Setiap orang memiliki keperluan dan kriteria tersendiri dalam memilih layanan dokter yang dia butuh. Secara pribadi dan sebagai dokter, saya tidak melihat banyak perbedaan oleh karena dokter di Indonesia telah memiliki standar yang resmi dari konsil kedokteran. Saya sendiri memilih dokter keluarga dengan pertimbangan yang cukup sederhana.

BPJS Kesehatan sendiri mengizinkan pengguna layanan untuk mengubah fasilitas pelayanan kesehatan primer yang dia inginkan. Ini berarti seseorang bisa memilih atau pindah ke pelayanan antara dokter praktik mandiri, klinik pratama, atau puskesmas.

Orang mungkin pindah karena dia pindah domisili, atau ada lokasi layanan kesehatan baru yang beroperasi lebih dekat dari tempat tinggal, kerja atau sekolah salah satu anggota keluarga.

Walau sebenarnya, ketika pindah domisili, seseorang masih bisa tetap ‘bertahan’ dengan dokter lamanya. Beberapa orang tetap nyaman dengan dokter yang telah melayani mereka sejak lama. Apalagi di era berkembangnya telemedicine, pengguna layanan BPJS Kesehatan masih dapat berkomunikasi dengan dokter mereka dari jarak jauh.

Photo by Thirdman on Pexels.com

Mereka yang memiliki kondisi menahun dan harus mendapatkan pemeriksaan berkala sebaiknya memilih dokter keluarga/pribadi yang dapat mudah diakses/dekat. Kondisi-kondisi ini termasuk, namun tidak terbatas pada penyakit jantung/paru menahun seperti asma, penyakit paru obstruktif kronis, hipertensi, dan kondisi metabolik menahun seperti diabetes.

Lokasi-lokasi fasilitas kesehatan primer terdekat bisa dilihat/ditemukan melalui aplikasi digital, mulai dari Google Maps hingga aplikasi BPJS Kesehatan itu sendiri.

Calon pengguna mungkin perlu mengetahui apakah fasilitas pelayanan di tempat yang mereka pilih mendukung kondisi kesehatan khusus mereka. Misalnya, bagi penderita penyakit jantung menahun – fasilitas yang dituju mungkin memerlukan ketersediaan alat EKG. Bagi yang memiliki kondisi diabetes, selain bisa melakukan pemeriksaan gula darah, alangkah baiknya jika fasilitas menyediakan pelayanan pemeriksaan HbA1c juga.

Sehingga dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki kondisi khusus – seperti pada orang sehat pada umumnya, mereka dengan kondisi khusus perlu sejumlah pertimbangan tambahan untuk pilihan tempat praktik dokter keluarga/pribadi yang hendak mereka pilih.

Orang juga bisa beralasan pindah dokter karena merasa (sudah) tidak cocok lagi dengan dokter pribadinya yang lama. Ketidakcocokan ini bisa disebabkan banyak faktor yang satu atau lebihnya mengarah pada pengalaman konsultasi yang buruk atau hilangnya kepercayaan terhadap dokter.

Hal ini tentu sangat disayangkan jika terjadi, walau dalam beberapa situasi tidak bisa dihindari. Idealnya, seseorang memiliki satu dokter yang akan menjadi penasihat kesehatan baginya. Bahkan tidak jarang ada dokter yang merawat pasien sejak dia masih dalam kandungan, ketika dilahirkan, lalu berlanjut ke masa bayi, balita, kanak-kanak, remaja, hingga dewasa. Pun demikian, ada juga yang dirawat dari dewasa, hingga memasuki usia senja.

Hubungan yang baik antar pasien dan dokternya memberikan banyak kebaikan. Mulai dari kemampuan pasien menjadi lebih dapat terbuka terhadap masalah kesehatannya, yang mungkin dia tidak bisa sampaikan pada orang lain bahkan anggota keluarga terdekat.

Ketika pasien pindah ke dokter baru, tidak semua pasien dapat terbuka mengenai masalah kesehatannya. Terutama jika masalah kesehatan itu adalah sesuatu yang bersifat sangat pribadi, seperti kekerasan, masalah kejiwaan, hingga masalah pribadi seperti disfungsi ereksi.

Orang yang mengalami kesulitan untuk membuka diri dapat mengalami kesulitan dalam pelayanan kesehatan ketika berpindah atau memilih dokter baru. Tapi apabila dia tidak dapat mempercayai dokter yang sebelumnya, maka pilihan untuk mencoba pindah ke dokter yang baru tidak dapat diabaikan.

Ada hal lain yang mungkin membuat seseorang harus memilih dokter baru, walau jarang sekali saya temukan, atau mungkin belum pernah saya temukan. Kondisi ini adalah ketika pasien ditolak untuk dirawat oleh dokter pribadi/keluarganya, sehingga ia dianjurkan untuk dirawat oleh dokter lainnya.

Dokter tentu dapat menolak merawat pasien dalam kondisi yang bukan gawat darurat. Kondisi ini antara lain adalah dokter tidak memiliki kompetensi dalam kasus yang dihadapi oleh pasien, dan ada dokter lain yang lebih berkompetensi; fasilitas praktik dokter sudah tidak memadai lagi. Kondisi khusus lain juga bisa terjadi, walau belum jelas payung hukumnya, misalnya dokter bisa menolak pasien atas dasar kepercayaan dokter atau atas dasar gagalnya perjanjian terapeutik.

Memang tidak seperti di luar negeri, di Indonesia dokter belum bisa mendaftarhitamkan pasien ketika ada kondisi yang menyebabkan hubungan pasien-dokter berada pada kondisi rusak berat tanpa dapat dibenahi, misalnya pada kasus pasien yang melakukan kekerasan pada dokter atau staf fasilitas pelayanan kesehatan.

Sehingga ada sebuah latar belakang di mana seseorang perlu memilih dokter keluarga yang baru, dan alasan itu bukan dari keinginan orang tersebut secara pribadi.

Ketika seseorang perlu dan memutuskan untuk memilih dokter keluarga/pribadi yang baru akibat hal-hal tersebut, selain pertimbangan jarak dan domisili (aksesibilitas), dan keperluan terhadap kondisi khusus orang tersebut, maka ada beberapa hal lain juga yang layak dipertimbangkan.

Aksesibilitas tidak hanya sekadar jarak dan domisili, jika Anda berkebutuhan khusus, maka pelayanan yang ramah untuk mereka yang berkebutuhan khusus juga layak dipertimbangkan.

Lalu apakah seseorang memerlukan layanan pribadi atau tidak. Beberapa tempat tidak menyediakan layanan pribadi, dalam artian dokter yang menerima kunjungan selalu berubah-ubah dari satu kunjungan ke kunjungan berikutnya, dan situasi ini cukup umum di Indonesia. Jika seseorang memerlukan layanan yang lebih privat dan relasi pasien-dokter yang lebih baik, mungkin dokter praktik pribadi lebih baik baginya.

Apakah Anda memerlukan waktu yang sesuai? Ada fasilitas layanan kesehatan yang buka pagi hingga siang, ada yang sore hingga malam. Pilih yang sesuai dengan kebutuhan. Tapi perlu diingat, kecuali untuk layanan kegawatdaruratan, tidak ada fasilitas layanan primer maupun lanjutan yang buka 24 jam untuk pelayanan non-gawat darurat (tentu saja beberapa layanan kesehatan privat membuka layanan seperti ini, tapi bukan sesuatu yang umum).

Apakah gender mempengaruhi pertimbangan? Apakah lebih suka dilayani oleh dokter laki-laki atau perempuan? Jika memiliki kecenderungan ini, maka tidak ada salahnya untuk memilih tempat layanan yang sesuai dengan preferensi ini. Seseorang bisa lebih baik dalam menyampaikan keluhan dan informasi kesehatannya kepada dokter yang ia merasa lebih nyaman untuk diajak berkonsultasi. Pertimbangan ini juga bisa berlaku serupa untuk hal lain, yang walau diungkapkan lebih jauh mungkin bisa mengarah pada SARA.

Perpindahan dokter keluarga pun sekarang tidak sulit dilakukan. Bagi pengguna BPJS Kesehatan bisa memilih melalui aplikasi. Hanya perlu menjadi catatan, permohonan permintaan pemindahan fasilitas pelayanan kesehatan tidak selalu dikabulkan (asese) oleh sistem, hal ini dapat terkait dengan kuotasi yang terbatas pada masing-masing fasilitas. Tentu saja hanya penyedia layanan langsung, yaitu BPJS Kesehatan yang bisa memberikan jawaban pasti.

Bagaimana dengan Anda? Apa yang menjadi pertimbangan Anda dalam memilih dokter keluarga/pribadi?

Diterbitkan oleh Cahya

A writer, a tea & poet lover, a xanxia addict, an accidental photographer, - a medical doctor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: