Skype, Teams, dan Zoom Meeting, pilih mana?

Pada era pertemuan digital ini, banyak sekali pilihan layanan pertemuan daring (online meeting) yang tersedia bagi kita. Zoom Meeting merupakan aplikasi yang paling populer, banyak sekali digunakan dalam pertemuan online.

Kali ini, saya hendak memberikan sedikit opini mengenai tiga layanan, yaitu Skype, Teams, dan Zoom Meeting.

Batasan ulasan ini adalah fungsi layanan sebagai media pertemua daring, dan ini tidak termasuk keperluan untuk seminar daring dengan peserta yang bisa membludak banyak. Keperluan pertemuan berarti layanan memiliki kemampuan untuk komunikasi dua arah, kemampuan berbagi layar, dan kemampuan merekam pertemuan. Saya rasa ketiga hal tersebut esensial untuk layanan, sebelum ditambahkan kemampuan multiplatform untuk menjangkau lebih pengguna secara lebih luas.

Skype dan Teams merupakan besutan Microsoft, serupa tapi tak sama. Teams sendiri dikembangkan untuk menggantikan Skype Business. Sementara Zoom merupakan layanan tersendiri oleh Zoom Video Communications. Kedua perusahaan berbasis di Amerika Serikat.

Sebagai catatan, ketiga layanan dari dua perusahaan tersebut memiliki fungsi dasar yang sama, tersedia multiplatform.

Group video chat on laptop

Skype umumnya langsung tersedia pada Windows 10, dan pada edisi terbaru bisa langsung digunakan melalui tombol rapat sekarang (meet now) di pojok kanan bawah layar. Skype gratis (walau terdapat Skype credit bagi yang ingin menggunakannya untuk menelepon ke telepon rumah/kantor/telepon kabel).

Pertemuan gratis dengan Skype ini memiliki penggunaan wajar (FUP), yaitu sampai 99 peserta (ditambah Anda), sampai 100 jam sebulan, dan masing-masing sesi pertemuan sampai 10 jam per hari.

Artinya Skype bisa untuk rapat 10 jam sehari selama 10 hari berturut-turut untuk 100 orang per bulan. Atau 5 jam per hari selama 20 hari berturut-turut.

Percakapan bisa direkam, dan diunduh kemudian melalui aplikasi Skype (seperti mengunduh video di WhatsApp). Berbagi layar dan mengundang orang untuk ikut pertemuan walau orang tersebut tidak memiliki akun Skype atau aplikasi Skype sangat membantu menerobos sawar komunikasi.

Skype tidak memiliki versi berbayar. Jadi tidak perlu mengkhawatirkan akan ada tagihan.

Sisi buruknya, Skype sedang mengalami penurunan popularitas. Karena fungsi asalnya bukan rapat, tapi percakapan video yang kini sudah sulit mengalahkan aplikasi populer seperti Face Time, WhatsApp, dan lainnya.

Microsoft Teams, salah satu aplikasi yang juga menjadi penyebab bertambah terpuruknya Skype. Microsoft membuat dua aplikasi serupa tapi tak sama.

Pengembangan Skype bisa dibilang sudah memasuki masa matang, sementara pengembangan Teams masih dalam tahapan naik setelah lepas landas. Teams selalu menambahkan fitur baru, dan ini tidak hanya sekadar di bidang perangkat lunak, namun juga perangkat keras untuk mendukung rapat yang berkualitas.

Menurut saya, Microsoft Teams adalah raja tanpa mahkota dalam aplikasi pertemuan daring. Bagaimana pun, Teams tidak bisa mengalahkan popularitas. Saat ini, Zoom memiliki lebih dari 40% penguasaan pasar diikuti oleh GoToWebinar di kisaran 20%, dan Cisco Webex di sekitaran 15%. Sehingga Teams bahkan tidak bisa memasuki popularitas 5 besar.

Mengapa saya memasukan Microsoft Teams, karena mungkin ini adalah layanan yang paling murah. Versi gratis Teams mirip dengan Skype, dapat digunakan rapat untuk 100 orang hingga 1 jam per satu sesi. Hanya saja, versi gratis tidak bisa menyimpan rekaman rapat. Tapi versi gratis dapat digunakan untuk berkolaborasi mengerjakan berkas Word, Excel, dan PowerPoint ketika rapat berlangsung.

Versi berbayar Microsoft Teams tersedia satu paket dengan Microsoft Business Basic, termasuk Word, Excel, PowerPoint, Outlook, Exchange, SharePoint, dan OneDrive secara daring. Biayanya sekitar IDR 39,1K per bulan (di luar pajak). Bisa digunakan untuk 300 perserta rapat dengan durasi rapat 24 jam, dan penyimpanan lampiran sebesar 1TB.

Bagaimana dengan Zoom? Zoom paling populer, paling terkenal, dan paling banyak penggunaannya. Versi gratis bisa untuk 100 peserta rapat, per sesi hingga 40 menit, dan dapat merekam pertemuan.

Zoom Meeting berbayar paling terjangkau senilai IDR 233K per bulan atau IDR 2.333K per tahun (sebelum pajak). Dapat digunakan untuk 100 peserta rapat (dapat ditingkatkan hingga 1.000 peserta dengan tambahan biaya) dengan durasi rapat hingga 30 jam.

Jika tidak memerlukan banyak pertemuan, Zoom dapat “disewa” dari reseller di e-niaga dengan nilai paling murah sekitar IDR 20K per hari untuk pertemuan yang sama.

Tapi Zoom memiliki keunggulan, yaitu pertemuan dapat disiarkan ke jejaring sosial seperti YouTube secara otomatis. Sementara Teams dan Skype tidak memiliki fungsi tersebut, sehingga perlu aplikasi OBS (open build broadcaster) pihak ketiga untuk ini, yang juga berpotensi menurunkan kualitas siaran di jejaring sosial.

Pertanyaannya kemudian, mana yang dipilih?

Saya sendiri memasang ketiganya dalam versi gratis di laptop, bahkan saya memasang aplikasi lain seperti Webex, karena jika saya mengikuti suatu pertemuan, saya tidak akan bisa menebak, aplikasi mana yang akan digunakan.

Jika saya yang akan mengadakan pertemuan, maka pilihannya sederhana, saya akan menggunakan Skype. Alasannya, gratis, bisa untuk banyak peserta, durasi pertemuan masuk akal (600 menit untuk versi gratis, dibandingkan 60 pada Teams, dan 40 menit pada Zoom Meeting). Lagi pula, siapa akan rapat lebih dari 10 jam sehari?

Jika saya memiliki kewajiban setiap hari harus ada pertemuan daring, misalnya besok layanan konsultasi kesehatan online akan dibuka untuk pasien, dan mungkin 100 jam sebulan tidak mencukupi. Maka pilihan saya adalah tetap Skype, karena pertemuan orang per orang tidak dibatasi. Kecuali pertemuan memerlukan 3 atau lebih peserta, maka Teams adalah opsi premium yang murah (IDR 40K dibandingkan IDR 233K pada Zoom Meeting).

Jika pertemuan itu hanya sekali dalam sebulan, peserta di bawah 100 dan perlu dipublikasikan via YouTube secara langsung, maka Zoom Meeting adalah pilihan. Beli eceran di toko daring seharga IDR 20K untuk sehari, sudah cukup hemat.

Bagaimana dengan Anda? Apa pilihan Anda?

Diterbitkan oleh Cahya

A writer, a tea & poet lover, a xanxia addict, an accidental photographer, - a medical doctor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: