A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Apakah Anda hendak bepergian ke daerah yang tinggi kasus malaria-nya? Bagaimana Anda bisa mencegah infeksi malaria saat akan bepergian ke daerah endemis malaria?

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles. Penyakit ini dapat menyebabkan gejala seperti demam, menggigil, sakit kepala, mual, muntah, anemia, dan kejang. Jika tidak diobati dengan tepat, malaria bisa berakibat fatal.

Indonesia merupakan salah satu negara dengan kasus malaria yang cukup tinggi, terutama di wilayah timur seperti Papua, NTT, Maluku, Sulawesi, dan sebagian Kalimantan dan Sumatera. Oleh karena itu, jika Anda berencana untuk bepergian ke daerah endemis malaria, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk mencegah infeksi malaria.

Berikut ini adalah beberapa cara pencegahan malaria yang efektif:

  1. Minum obat antimalaria. Obat antimalaria adalah obat yang dapat mencegah perkembangan parasit Plasmodium di dalam tubuh. Obat ini harus diminum sebelum, selama, dan sesudah bepergian ke daerah endemis malaria. Ada beberapa jenis obat antimalaria yang dapat digunakan, seperti atovaquone/proguanil, doksisiklin, meflokuin, klorokuin, dan primakuin . Pemilihan obat antimalaria tergantung pada jenis parasit yang ada di daerah tujuan, usia dan kondisi kesehatan Anda, serta durasi perjalanan Anda. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan resep dan dosis yang tepat. Pastikan Anda mengikuti petunjuk penggunaan obat dengan benar dan tidak melewatkan atau menghentikan dosis tanpa sepengetahuan dokter.
  2. Gunakan kelambu berinsektisida. Kelambu berinsektisida adalah kelambu yang telah diberi zat kimia untuk membunuh nyamuk yang hinggap di atasnya. Kelambu ini dapat melindungi Anda dari gigitan nyamuk saat tidur atau beristirahat di dalam ruangan. Pastikan kelambu menutupi seluruh tempat tidur Anda dan tidak ada lubang atau robekan di kelambu.
  3. Kenakan pakaian tertutup. Pakaian tertutup dapat mengurangi area kulit yang terpapar gigitan nyamuk. Kenakan pakaian berlengan panjang dan celana panjang saat beraktivitas di luar ruangan, terutama pada sore dan pagi hari saat nyamuk lebih aktif. Pilih pakaian berwarna terang karena nyamuk cenderung tertarik pada warna gelap.
  4. Gunakan repellent atau obat anti nyamuk. Repellent atau obat anti nyamuk adalah zat kimia yang dapat menolak nyamuk agar tidak mendekati atau menggigit Anda. Repellent dapat berupa semprotan, lotion, gel, atau krim yang dioleskan pada kulit yang tidak tertutup pakaian. Pilih repellent yang mengandung DEET (N,N-diethyl-m-toluamide), IR3535 (ethyl butylacetylaminopropionate), atau picaridin (KBR 3023) karena telah terbukti efektif melawan nyamuk Anopheles. Ikuti petunjuk penggunaan repellent dengan baik dan ulangi penggunaannya sesuai kebutuhan.
  5. Hindari tempat-tempat yang banyak nyamuk. Tempat-tempat yang banyak nyamuk biasanya adalah tempat-tempat yang lembap, gelap, dan dekat dengan sumber air seperti genangan air, sungai, atau rawa-rawa. Hindari berkunjung ke tempat-tempat tersebut.

Jika Anda setelah berada di daerah endemis malaria dan terserang sakit dengan gejala seperti infeksi malaria, maka segera memeriksakan diri. Gejala malaria antara lain demam, menggigil, sakit kepala, dan anemia. Untuk mendiagnosis malaria, diperlukan pemeriksaan laboratorium yang dapat mendeteksi adanya parasit di dalam darah. Pemeriksaan laboratorium untuk deteksi malaria dapat dilakukan dengan beberapa metode, antara lain:

  • Mikroskopis: Metode ini menggunakan mikroskop untuk melihat apakah ada parasit di dalam sediaan darah yang diwarnai dengan pewarna khusus. Metode ini adalah metode standar dan paling akurat untuk deteksi malaria, tetapi membutuhkan tenaga ahli dan peralatan yang memadai.
  • Tes cepat: Metode ini menggunakan alat tes yang dapat mendeteksi adanya antigen parasit di dalam darah dengan cara imunokromatografi. Metode ini adalah metode yang mudah, cepat, dan praktis untuk deteksi malaria, tetapi memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang lebih rendah daripada metode mikroskopis.
  • PCR: Metode ini menggunakan teknik biologi molekuler untuk mengamplifikasi dan mendeteksi DNA parasit di dalam darah. Metode ini adalah metode yang sangat sensitif dan spesifik untuk deteksi malaria, tetapi membutuhkan peralatan dan bahan yang mahal dan rumit.

Pemeriksaan laboratorium untuk deteksi malaria adalah langkah penting untuk menegakkan diagnosis dan menentukan pengobatan yang tepat bagi pasien. Oleh karena itu, pemeriksaan laboratorium harus dilakukan dengan metode yang sesuai dengan kondisi dan sumber daya yang tersedia. Sebaiknya Anda mengetahui lokasi pusat pemeriksaan kesehatan atau laboratorium kesehatan terdekat sebelum Anda mengunjungi daerah tersebut.

Artikel Baru Terbit

  • Mitos Kesehatan Jiwa yang Masih Dipercaya: Membedah Stigma di Balik Fakta
    Mitos seputar kesehatan jiwa—dari anggapan bahwa gangguan jiwa langka hingga stigma “gila” pada skizofrenia—masih membebani masyarakat Indonesia. Data SKI 2023 mengungkap kesenjangan akses pengobatan yang lebar dan praktik pemasungan yang bertahan. Artikel ini membedah sebelas mitos populer dengan bukti ilmiah dan konteks kebijakan kesehatan jiwa nasional.
  • Berapa Jam Sebenarnya Kita Butuh Tidur? Lima Mitos yang Perlu Diluruskan
    Kebutuhan tidur bervariasi berdasarkan usia dan individu, bukan sekadar “8 jam”. Tubuh tidak dapat dilatih untuk butuh tidur lebih sedikit. Tidur siang singkat 10–20 menit justru bermanfaat. Tidak semua hewan tidur seperti manusia. Terlalu banyak tidur juga berisiko. Dan meski kurang tidur jarang membunuh langsung, microsleep akibatnya menewaskan ribuan orang di jalan Indonesia setiap tahun.
  • Gula Darah Tinggi yang Diam-Diam Merusak: Memahami Diabetes Melitus Tipe 2
    Diabetes melitus tipe 2 menyerang diam-diam—hanya satu dari 4-5 penyandang di Indonesia yang menyadari kondisinya. Artikel ini membahas patofisiologi resistansi insulin, kriteria diagnosis PERKENI, peran SGLT2 inhibitor dan GLP-1 receptor agonist dalam terapi terkini, serta kesenjangan akses pembiayaan JKN/BPJS terhadap golongan obat baru tersebut.
  • Empat Pembaruan Kunci Pedoman Malaria WHO 2026: Apa yang Berubah dan Apa Artinya bagi Indonesia
    WHO mengeluarkan pembaruan pedoman malaria pada September 2026, mencakup empat perubahan penting: pencegahan malaria pada ibu hamil dengan HIV, batas penggunaan primakuin dosis tunggal, formulasi baru artemether-lumefantrine untuk bayi <5 kg, serta peninjauan jadwal vaksin. Pembaruan ini relevan untuk Indonesia, khususnya Papua sebagai daerah berisiko tinggi.
  • Vaksin RSV untuk Ibu Hamil: Ketika Antibodi Ibu Jadi Perisai Pertama Bayi
    Vaksin RSV maternal (Abrysvo) terbukti menurunkan risiko penyakit saluran napas bawah berat pada bayi hingga 90% dalam 90 hari pertama bila diberikan pada minggu ke-28–36 kehamilan. WHO baru mengesahkan vial multidosisnya untuk memperluas akses global. Di Indonesia, vaksin ini sudah terdaftar BPOM namun belum masuk program nasional.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca