A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) adalah gangguan perkembangan yang ditandai dengan kesulitan dalam memusatkan perhatian, hiperaktif, dan impulsif. ADHD biasanya muncul pada masa kanak-kanak dan dapat berlanjut hingga dewasa. ADHD dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan sosial.

Photo by Pixabay on Pexels.com

Penyebab ADHD belum diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa faktor yang diduga berperan, seperti genetik, lingkungan, dan kelainan otak. ADHD tidak bisa disembuhkan, tetapi bisa ditangani dengan terapi perilaku, obat-obatan, dan dukungan keluarga.

Gejala ADHD bervariasi tergantung pada tipe dan tingkat keparahan gangguan. Ada tiga tipe ADHD, yaitu:

  • Tipe predominan tidak fokus: Gejala utamanya adalah kesulitan dalam memusatkan perhatian, mudah terganggu, sering lupa, dan sulit menyelesaikan tugas.
  • Tipe predominan hiperaktif-impulsif: Gejala utamanya adalah hiperaktif, sulit diam, sering gelisah, bicara berlebihan, dan bertindak tanpa berpikir.
  • Tipe kombinasi: Gejala mencakup kedua tipe di atas.

Untuk mendiagnosis ADHD, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, psikologis, dan neuropsikologis. Dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan dan perkembangan anak, serta perilaku anak di rumah dan di sekolah. Dokter mungkin akan menggunakan kriteria diagnostik yang ditetapkan oleh American Psychiatric Association (APA) atau World Health Organization (WHO).

Pengobatan ADHD bertujuan untuk mengurangi gejala dan meningkatkan fungsi anak di berbagai aspek kehidupan. Pengobatan yang paling umum adalah:

  • Terapi perilaku: Terapi ini melibatkan orang tua, guru, dan anak untuk membentuk perilaku positif dan mengurangi perilaku negatif. Terapi ini bisa meliputi pelatihan keterampilan sosial, manajemen waktu, organisasi, dan penghargaan.
  • Obat-obatan: Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati ADHD adalah stimulan dan non-stimulan. Stimulan bekerja dengan meningkatkan aktivitas neurotransmiter di otak yang berkaitan dengan perhatian dan kontrol impuls. Non-stimulan bekerja dengan cara yang berbeda-beda tergantung pada jenis obatnya. Obat-obatan harus digunakan sesuai dengan resep dokter dan dipantau secara rutin.
  • Dukungan keluarga: Dukungan keluarga sangat penting untuk membantu anak dengan ADHD mengatasi tantangan yang dihadapinya. Orang tua harus memberikan kasih sayang, pengertian, bimbingan, dan konsistensi kepada anak. Orang tua juga harus bekerja sama dengan guru dan tenaga kesehatan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi anak.

ADHD adalah gangguan yang kompleks dan membutuhkan penanganan yang komprehensif. Dengan pengobatan yang tepat dan dukungan yang kuat, anak dengan ADHD bisa berkembang dan meraih potensi mereka.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar