Rekam medis adalah catatan yang berisi informasi tentang identitas, pemeriksaan, pengobatan, dan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien. Rekam medis sangat penting untuk menjamin kualitas, keselamatan, dan kontinuitas pelayanan kesehatan, serta untuk kepentingan hukum, penelitian, dan pendidikan.
Rekam medis elektronik (RME) adalah rekam medis yang disimpan dan ditampilkan dalam bentuk digital melalui sistem informasi kesehatan. RME memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan rekam medis konvensional, antara lain:
| Keunggulan RME | Penjelasan |
|---|---|
| Memudahkan akses, pencarian, dan pengiriman data dan informasi kesehatan | RME dapat diakses oleh dokter praktik mandiri dan pasien melalui internet menggunakan komputer atau smartphone. RME juga dapat mengirim data dan informasi kesehatan kepada pihak lain yang berwenang secara online. |
| Menghemat biaya, ruang, dan waktu penyimpanan dan pengelolaan rekam medis | RME tidak memerlukan kertas, lemari arsip, atau ruang penyimpanan fisik yang memakan biaya dan tempat. RME juga tidak memerlukan waktu yang lama untuk mencari atau mengarsipkan rekam medis. |
| Meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan produktivitas pelayanan kesehatan | RME dapat membantu dokter praktik mandiri dalam melakukan proses pelayanan kesehatan dengan lebih cepat, tepat, dan akurat. RME juga dapat mengurangi kesalahan atau kehilangan data dan informasi kesehatan. |
| Mendukung integrasi dan interoperabilitas data dan informasi kesehatan antar fasilitas kesehatan | RME dapat berbagi data dan informasi kesehatan dengan sistem informasi kesehatan lainnya yang terhubung secara online. RME juga dapat menerima data dan informasi kesehatan dari sumber lain seperti laboratorium, radiologi, farmasi, dll. |
| Menyediakan data dan informasi kesehatan yang akurat, lengkap, terkini, dan terstandar | RME dapat memastikan bahwa data dan informasi kesehatan yang disimpan dan ditampilkan adalah sesuai dengan kondisi pasien saat ini. RME juga dapat menggunakan format dan kode standar yang diterima secara nasional maupun internasional. |
Bagi dokter praktik mandiri, RME dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien, baik pasien umum maupun pasien BPJS Kesehatan atau asuransi kesehatan lain. RME juga dapat memenuhi persyaratan hukum dan administratif yang ditetapkan oleh pemerintah dan lembaga terkait.
Namun, untuk memilih RME yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi praktik dokter mandiri, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, antara lain:
| Hal yang perlu dipertimbangkan | Penjelasan |
|---|---|
| Fungsi dan fitur RME yang dapat mendukung proses pelayanan kesehatan | RME harus memiliki fungsi dan fitur yang dapat mendukung proses pelayanan kesehatan di praktik dokter mandiri, seperti registrasi pasien, anamnesis, pemeriksaan fisik, diagnosis, terapi, rujukan, resep obat, surat keterangan sakit, dll. |
| Ketersediaan dan keandalan infrastruktur teknologi informasi yang dibutuhkan untuk menjalankan RME | RME harus dapat dijalankan dengan baik menggunakan infrastruktur teknologi informasi yang tersedia di praktik dokter mandiri, seperti komputer, internet, server, database, dll. Infrastruktur teknologi informasi tersebut harus memiliki kapasitas, kecepatan, stabilitas, dan keamanan yang cukup. |
| Keamanan dan kerahasiaan data dan informasi kesehatan yang disimpan dan ditransmisikan melalui RME | RME harus dapat melindungi data dan informasi kesehatan dari ancaman cybercrime atau kebocoran data yang dapat merugikan pasien atau dokter praktik mandiri. RME harus memiliki mekanisme enkripsi, autentikasi, otorisasi, audit trail, backup, recovery, dll. |
| Kesesuaian dan keterjangkauan biaya pengadaan dan pemeliharaan RME | RME harus memiliki biaya pengadaan dan pemeliharaan yang sesuai dengan anggaran praktik dokter mandiri. Biaya tersebut harus mencakup biaya lisensi, instalasi, pelatihan, dukungan teknis, pembaruan software, dll. Biaya tersebut harus transparan dan kompetitif. |
| Kemudahan penggunaan dan adaptasi RME oleh dokter praktik mandiri dan stafnya | RME harus memiliki antarmuka pengguna yang mudah digunakan oleh dokter praktik mandiri dan stafnya. Antarmuka pengguna tersebut harus sesuai dengan alur kerja dan kebiasaan pengguna rekam medis konvensional. Antarmuka pengguna tersebut juga harus responsif terhadap perangkat yang digunakan untuk mengakses RME. |
| Kepatuhan RME terhadap peraturan dan standar yang berlaku di bidang rekam medis elektronik | RME harus mematuhi peraturan dan standar yang berlaku di bidang rekam medis elektronik di Indonesia. Peraturan tersebut antara lain adalah Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Standar tersebut antara lain adalah Standar Nasional Indonesia (SNI) tentang Rekam Medis Elektronik. |
Salah satu cara untuk memilih RME yang tepat adalah dengan menggunakan konsep Software as a Service (SaaS). SaaS adalah model layanan software yang menyediakan aplikasi software melalui internet sebagai layanan. Dengan menggunakan SaaS, dokter praktik mandiri tidak perlu membeli atau menginstal software RME di komputer atau server sendiri. Cukup dengan mengakses website atau aplikasi mobile dari penyedia layanan SaaS RME menggunakan browser internet atau smartphone.
Beberapa keuntungan menggunakan SaaS RME bagi dokter praktik mandiri adalah:
| Keuntungan SaaS RME | Penjelasan |
|---|---|
| Tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk membeli atau menyewa hardware atau software RME | SaaS RME menyediakan hardware atau software RME sebagai layanan melalui internet tanpa perlu dibeli atau disewa oleh dokter praktik mandiri. Dokter praktik mandiri hanya perlu membayar biaya berlangganan sesuai dengan jumlah pasien atau fitur yang digunakan. |
| Tidak perlu mengurus instalasi, pemeliharaan, pembaruan, atau perbaikan hardware atau software RME | SaaS RME menyediakan instalasi, pemeliharaan, pembaruan, atau perbaikan hardware atau software RME secara otomatis tanpa perlu dilakukan oleh dokter praktik mandiri. Dokter praktik mandiri hanya perlu menghubungi penyedia layanan SaaS RME jika ada masalah teknis atau permintaan fitur baru. |
| Tidak perlu khawatir tentang keamanan atau kerahasiaan data dan informasi kesehatan karena sudah dijamin oleh penyedia layanan SaaS RME | SaaS RME menyediakan keamanan atau kerahasiaan data dan informasi kesehatan dengan menggunakan teknologi enkripsi terbaru serta sistem backup dan recovery yang handal. Penyedia layanan SaaS RME juga bertanggung jawab untuk melindungi data dan informasi kesehatannya dari ancaman cybercrime atau kebocoran data sesuai dengan peraturannya. |
| Dapat mengakses data dan informasi kesehatannya kapan saja dan di mana saja selama ada koneksi internet | SaaS RME menyediakan akses data dan informasi kesehatannya melalui internet tanpa batasan waktu atau tempat selama ada koneksi internet yang stabil. Dokter praktik mandiri dapat mengakses data dan informasi kesehatannya dari komputer di ruang prakteknya maupun dari smartphone di mana saja ia berada. |
Namun, untuk menerapkan RME, praktik dokter mandiri membutuhkan produk atau aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mereka. Berikut ini adalah beberapa contoh produk RME yang dapat digunakan oleh praktik dokter mandiri di Indonesia:
- Klinik Pintar: aplikasi klinik digital yang menyediakan fitur RME, manajemen klinik, antrian online, telemedicine, homecare, dan integrasi dengan BPJS.
- Kemedis: platform manajemen kesehatan yang menyediakan fitur RME, antrian online, telemedicine, homecare, e-prescription, e-claim, dan e-referral.
- Medigo: aplikasi klinik digital yang menyediakan fitur RME, antrian online, telemedicine, homecare, e-prescription, e-claim BPJS, dan integrasi dengan laboratorium.
- Medix: aplikasi klinik digital yang menyediakan fitur RME, antrian online, telemedicine, homecare, e-prescription, e-claim BPJS, dan integrasi dengan apotek.
- Medika: aplikasi klinik digital yang menyediakan fitur RME, antrian online, telemedicine, homecare, e-prescription, e-claim BPJS, dan integrasi dengan laboratorium dan apotek.
- Medis.id: aplikasi klinik digital yang menyediakan fitur RME, antrian online, telemedicine, homecare, e-prescription, e-claim BPJS, dan integrasi dengan laboratorium dan apotek.
- Medistra: aplikasi klinik digital yang menyediakan fitur RME, antrian online, telemedicine, homecare, e-prescription BPJS dan non-BPJS.
- Medixy: aplikasi klinik digital yang menyediakan fitur RME, antrian online, telemedicine BPJS dan non-BPJS.
- Medlink: aplikasi klinik digital yang menyediakan fitur RME dan telemedicine.
- Medika.id: aplikasi klinik digital yang menyediakan fitur RME dan telemedicine.
Produk-produk RME di atas dapat membantu praktik dokter mandiri di Indonesia untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada pasien secara lebih efektif dan efisien. Namun demikian, praktik dokter mandiri juga perlu memperhatikan aspek-aspek lain dalam penggunaan RME seperti keamanan data medis pasien dan kepatuhan terhadap peraturan pemerintah.
Hal-hal sederhana lain yang perlu dipertimbangkan adalah kompatibilitas dengan pihak lain yang menjadi mitra dokter, misalnya terhubung dengan pCare jika dokter bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, atau terhubung dengan Satu Sehat oleh karena dimandatkan sesuai peraturan perundangan.
Apakah sejawat saat ini sudah menggunakan produk RME? Jika ada bisa memberikan pengalaman atau rekomendasinya melalui kolom komentar.

Tinggalkan komentar