A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Sertifikasi HONcode adalah standar etika yang diterapkan oleh Health On the Net Foundation untuk menjamin kredibilitas dan kualitas informasi kesehatan online. Sertifikasi ini diberikan kepada situs web, aplikasi, atau media sosial yang memenuhi delapan prinsip HONcode, antara lain:

  • Otoritas: informasi kesehatan harus disajikan oleh profesional kesehatan yang berkualifikasi atau disertai dengan sumber yang jelas dan dapat diverifikasi.
  • Komplementer: informasi kesehatan harus ditujukan untuk mendukung, bukan menggantikan, hubungan antara pasien dan dokter.
  • Privasi: situs web harus menghormati privasi pengguna dan melindungi data pribadi yang dikumpulkan.
  • Atribusi: informasi kesehatan harus didasarkan pada bukti ilmiah yang relevan dan terkini, dan harus mencantumkan tanggal publikasi dan pembaruan.
  • Justifikasi: setiap klaim tentang manfaat atau kerugian dari produk atau layanan kesehatan harus didukung oleh bukti yang sesuai dan seimbang.
  • Transparansi: situs web harus menyediakan informasi kontak yang mudah diakses dan tanggap untuk pengguna yang memiliki pertanyaan atau umpan balik.
  • Transparansi sumber pendanaan: situs web harus menjelaskan secara jelas sumber pendanaan yang digunakan untuk mendukung konten informasi kesehatan.
  • Kejujuran dalam iklan dan kebijakan editorial: situs web harus membedakan dengan jelas antara konten editorial dan konten iklan, dan tidak boleh membiarkan pengaruh komersial mengganggu integritas informasi kesehatan.

Situs web yang telah mendapatkan sertifikasi HONcode dapat menampilkan logo HONcode di halaman mereka sebagai tanda kepercayaan dan akuntabilitas. Untuk memeriksa validitas logo, pengguna dapat mengkliknya dan akan diarahkan ke halaman sertifikat HONcode yang bersangkutan. Pengguna juga dapat menggunakan mesin pencari HONcode untuk mencari situs web kesehatan yang bersertifikat.

Sertifikasi HONcode bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan edukasi masyarakat tentang informasi kesehatan online yang bermutu dan dapat dipercaya. Dengan demikian, pengguna dapat membuat keputusan kesehatan yang lebih baik dan lebih bertanggung jawab.

Di era saya mulai menulis blog, sejumlah narablog kesehatan melakukan sertifikasi HONcode untuk blog mereka yang bertema kesehatan. Saya juga sempat mencobanya. Dan menempel logo HONcode di blog saya.

Tapi logo itu sudah lama tidak ada di blog saya. Karena memang untuk proses sertifikasi perlu waktu dan pembiayaan yang tidak sedikit. Saya tidak berencana untuk berinvestasi di situ.

Beberapa waktu yang lalu, saya menerima surat resmi bahwa layanan HONcode sudah tidak tersedia lagi. Dan ini memang agak disayangkan. Karena HONcode bisa memberikan dasar kepercayaan bagi masyarakat untuk mengakses situs web dengan topik kesehatan. Saya tidak tahu alasan di balik keputusan ini. Mungkin juga karena konten kesehatan digital saat ini bukan lagi sekadar konten teks, namun juga konten audio-video yang menjadi tren saat ini. Yang mana sepertinya bukan menjadi domain sertifikasi HONcode.

HONcode menjadi salah satu sejarah bagaimana mengelola informasi kesehatan di dunia maya. Prinsip-prinsip saya rasa akan tetap dipegang oleh banyak pihak yang memang melahirkan konten kesehatan di Internet.

Artikel Baru Terbit

  • Delapan Mitos Hipertensi yang Masih Dipercaya Banyak Orang Indonesia
    Hipertensi menyerang tanpa gejala, tetapi bukan berarti tak berbahaya. Artikel ini meluruskan delapan mitos umum—dari anggapan “tidak ada keluhan berarti aman” hingga “sudah normal, boleh berhenti obat”—dengan data SKI 2023, pedoman PERHI dan ESC 2024, serta konteks kebijakan JKN dan label pangan Indonesia yang relevan bagi pembaca awam maupun tenaga kesehatan.
  • Mitos Kesehatan Seksual: Antara Pil KB, Metode Tarik, dan Kloset Umum
    Mitos seputar kesehatan seksual — dari pil KB yang dianggap mencegah IMS hingga anggapan dudukan kloset bisa menularkan penyakit — masih beredar luas. Artikel ini meluruskan sembilan mitos utama dengan data terkini kasus IMS dan HIV di Indonesia, serta menjelaskan akses layanan skrining dan pengobatan gratis melalui JKN.
  • Indah di Mata, Perlu Ditimbang di Ruang Rawat: Bunga, Tanaman, dan Hiasan Dinding dalam Kacamata Pencegahan Infeksi
    Bunga segar, tanaman pot, bingkai, dan relief dinding mempercantik suasana ruang rawat, tetapi dapat menjadi reservoir mikroba, terutama bagi pasien dengan imunitas sangat rendah. Artikel ini menimbang bukti ilmiah terbaru, pedoman CDC, dan konteks Indonesia, lalu menawarkan kerangka zonasi yang praktis agar keindahan ruang dan keselamatan pasien dapat berjalan beriringan.
  • Virus untuk Melawan Kanker: Menimbang Kisah Virolog yang Menjadi Pasien Sekaligus Peneliti
    Seorang virolog Kroasia menyuntikkan virus campak dan virus stomatitis vesikular ke tumor payudaranya sendiri, lalu tumor menyusut dan dapat dioperasi. Kisah ini memicu perdebatan etika dan harapan baru bagi terapi virus onkolitik. Artikel ini menimbang bukti, keterbatasan, dan pelajarannya bagi Indonesia. Ini bukan anjuran mencoba sendiri, melainkan bahan refleksi klinis.
  • Ketika Kelamin Bayi Tak Sesuai “Buku Panduan”: Mengenal Differences in Sex Development
    DSD adalah kondisi kongenital ketika kromosom, gonad, dan anatomi seks seseorang tidak berkembang selaras—bukan gangguan orientasi seksual. Artikel ini mengulas klasifikasi, diagnosis, tata laksana multidisiplin, serta konteks Indonesia: keterbatasan data epidemiologi, stigma sosial, dan jalur hukum penetapan status kelamin lewat pengadilan sesuai UU Adminduk.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca