Gangguan depresi mayor adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan perasaan sedih, putus asa, atau tidak berharga yang berlangsung selama lebih dari dua minggu dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Gangguan depresi mayor dapat mempengaruhi siapa saja, tanpa memandang usia, jenis kelamin, ras, atau latar belakang sosial. Gangguan depresi mayor dapat menyebabkan berbagai gejala fisik dan psikologis, seperti:
- Kurangnya minat atau kesenangan dalam melakukan hal-hal yang biasanya disukai
- Sulit tidur atau tidur terlalu banyak
- Kehilangan atau peningkatan nafsu makan
- Merasa lelah atau tidak berenergi
- Merasa bersalah, tidak berguna, atau rendah diri
- Sulit berkonsentrasi, mengingat, atau membuat keputusan
- Berpikir tentang kematian atau bunuh diri
Penyebab gangguan depresi mayor tidak diketahui secara pasti, tetapi kemungkinan melibatkan faktor genetik, biologis, lingkungan, dan psikologis. Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami gangguan depresi mayor adalah:
- Riwayat keluarga dengan gangguan depresi atau gangguan kesehatan mental lainnya
- Mengalami trauma, stres, atau kehilangan yang signifikan
- Mengidap penyakit kronis atau serius
- Mengonsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang
- Mengalami perubahan hormon, seperti saat hamil, melahirkan, atau menopause
Gangguan depresi mayor adalah kondisi yang serius dan memerlukan perawatan medis. Jika dibiarkan tidak ditangani, gangguan depresi mayor dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa, seperti:
- Gangguan fisik, seperti sakit kepala, nyeri dada, atau masalah pencernaan
- Gangguan mental lainnya, seperti kecemasan, gangguan stres pasca-trauma, atau gangguan kepribadian
- Ketergantungan pada alkohol atau obat-obatan terlarang
- Masalah sosial, seperti kesulitan dalam hubungan interpersonal, pekerjaan, atau sekolah
- Bunuh diri atau percobaan bunuh diri
Pengobatan untuk gangguan depresi mayor biasanya melibatkan kombinasi dari terapi obat dan terapi bicara. Terapi obat bertujuan untuk mengatur keseimbangan kimia di otak yang berhubungan dengan suasana hati. Obat-obatan yang umum digunakan untuk mengobati gangguan depresi mayor adalah antidepresan, seperti selektif serotonin reuptake inhibitor (SSRI), serotonin-norepinephrine reuptake inhibitor (SNRI), atau trisiklik. Terapi bicara bertujuan untuk membantu pasien mengenali dan mengubah pola pikir dan perilaku negatif yang memperburuk depresi. Jenis terapi bicara yang umum digunakan untuk mengobati gangguan depresi mayor adalah terapi kognitif perilaku (TKP), terapi interpersonal (TIP), atau terapi kelompok.
Selain pengobatan medis, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh pasien dan keluarga untuk membantu mengatasi gangguan depresi mayor, seperti:
- Mencari dukungan dari orang-orang yang peduli dan memahami kondisi pasien
- Menjaga pola hidup sehat, seperti makan bergizi seimbang, berolahraga secara teratur, dan tidur cukup
- Melakukan aktivitas yang menyenangkan dan bermanfaat, seperti hobi, relaksasi, atau sukarela
- Menghindari alkohol atau obat-obatan terlarang yang dapat memperparah gejala depresi
- Mencari bantuan profesional jika mengalami gejala depresi yang parah atau berpikir tentang bunuh diri
Gangguan depresi mayor adalah kondisi yang dapat diobati dan disembuhkan. Dengan bantuan medis dan dukungan sosial yang tepat, pasien dapat pulih dari depresi dan menjalani hidup yang sehat dan bahagia.

Tinggalkan Balasan ke ebensquirrel Batalkan balasan