A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Belakangan ini saya menemukan lebih banyak kasus demam dengue yang kemudian berakhir sebagai renjatan dan berdampak kematian. Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang cukup umum di Indonesia, terutama saat musim hujan.

DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Deteksi dini DBD sangat penting untuk mencegah komplikasi serius dan bahkan kematian.

Gejala DBD:

  • Demam tinggi (38-40 derajat Celcius) selama 2-7 hari
  • Nyeri kepala
  • Nyeri otot dan sendi
  • Mual dan muntah
  • Ruam kulit
  • Pendarahan ringan (mimisan, gusi berdarah)

Pada beberapa kasus, DBD dapat berkembang menjadi demam berdarah dengue berat (DBD berat) dengan gejala:

  • Nyeri perut hebat
  • Pendarahan yang lebih parah (muntah darah, mimisan yang tidak berhenti, buang air besar berwarna hitam)
  • Syok (kulit pucat, dingin, dan berkeringat)

Deteksi Dini DBD:

  • Perhatikan gejala-gejala DBD seperti yang disebutkan di atas.
  • Segera periksa ke dokter jika Anda mengalami gejala DBD, terutama jika Anda memiliki faktor risiko seperti anak-anak, lansia, atau memiliki penyakit kronis.
  • Lakukan tes darah untuk memastikan diagnosis DBD.

Tips Pencegahan DBD:

  • 3M Plus: Menguras, menutup, dan mengubur tempat penampungan air, plus menggunakan kelambu dan larvasida.
  • Gunakan obat anti nyamuk
  • Pakai pakaian yang menutupi kulit saat beraktivitas di luar ruangan
  • Vaksinasi dengue bagi anak yang layak mendapatkan vaksin dan tinggal di wilayah berisiko tinggi DBD
  • Turut mendukung dan/atau berpartisipasi dalam upaya pengentasan DBD dalam ranah ilmiah, misalnya proyek Wolbachia

Wolbachia, a bacterium introduced into Aedes aegypti mosquitoes, has shown promise in reducing dengue transmission. Tahir (2015) and Ndii (2016) both highlight its potential, with Ndii’s mathematical model suggesting a reduction in dengue outbreaks and case numbers. This is supported by Pinto (2021), who found a 69% reduction in dengue incidence in Niterói, Brazil, following the release of Wolbachia-infected mosquitoes. Dorigatti (2018) further emphasizes the potential of Wolbachia in dengue control, particularly in the context of traditional vector-control programs and the limitations of the current dengue vaccine.

Informasi Lebih Lanjut:

Penting:

Informasi di atas tidak dimaksudkan untuk menggantikan nasihat medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami gejala DBD atau memiliki pertanyaan tentang DBD.

Semoga informasi ini bermanfaat!

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar