A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Laptop Dell Inspiron 7460 adalah laptop yang saya gunakan sejak sekitar 7 tahun yang lalu. Laptop berusia 7 tahun sudah termasuk tua, karena kebanyakan laptop memiliki usia pakai 3-5 tahun. Saya sendiri biasanya memilih laptop agar digunakan untuk jangka yang lebih penjang, jika bisa lebih dari 10 tahun. Karena mesin-mesin ini biasanya bisa bertahan lama dengan perawatan yang baik.

Saya memiliki kenangan tersendiri dengan laptop yang membawa sistem operasi Windows 10 dari pabrikannya ini. Salah satu laptop berbingkai tipis generasi awal. Papan ketik yang nyaman, dudukan telapak tangan yang lembut – walau kadang cepat panas. Menjadi terasa premium untuk laptop kelas menengah.

Saat peluncuran Windows 11, laptop dengan Intel generasi ke-7 ini tidak mendapatkan kelayakan peningkatan, sehingga tetap menggunakan Windows 10 yang masa dukungannya berakhir pertengahan tahun 2025. Untungnya laptop istri saya yang dibeli sesudah ini dibekali Intel generasi ke-8 sehingga masih bisa menggunakan Windows 11 dengan masa dukungan yang lebih panjang.

Microsoft juga selalu menyematkan himbauan untuk segera melakukan peningkatan. Saya sendiri tidak terlalu khawatir, karena saya menggunakan produk keamanan dan peningkatan kandar premium, sehingga laptop selalu berjalan dengan mulus.

Kelemahan laptop ini adalah layarnya yang mulai berubah warna saat booting di pojok-pojok bawah, walau tidak masalah ketika digunakan bekerja. Baterainya juga yang sudah empat kali diganti dalam tujuh tahun, memperlihatkan beban kerjanya, atau memang kualitas baterainya yang dipertanyakan? Setidaknya saat ini baterainya masih bisa digunakan sekitar 4-5 jam rerata untuk membaca atau mengetik.

Daripada menunggu terlalu lama, dan saya tidak ingin membeli laptop baru dengan pertimbangan penghematan anggaran. Maka saya memutuskan untuk bermigrasi ke GNU/Linux. Saya sudah menggunakan GNU/Linux distribusi openSUSE pada mini pc dengan metode dual-boot hampir setahun terakhir. Dan kini saya (merasa) siap menggunakan-nya dalam mode tunggal di laptop.

OpenSUSE
Laptop Dell Inspiron 7460 dengan Dekstop Gnome

Saya menggunakan OneDrive dari Microsoft untuk melakukan pencadangan semua berkas penting sebelum mulai instalasi.

Peta Migrasi Windows 10 ke openSUSE

Peta pikir di atas saya jadikan patokan dalam memutuskan akan melakukan migrasi dari Windows 10 ke GNU/Linux openSUSE.

Saya memilih openSUSE karena merupakan distribusi Linux yang paling saya kenal sejak hampir dua dekade yang lalu. Dan Tumbleweed merupakan rilis yang saya suka, karena saya tidak perlu melakukan peningkatan mayor untuk setiap rilis baru.

Neofetch

Saya memilih desktop Gnome, karena saya merasa lebih nyaman menggunakannya. Saya bukan kreator konten yang mengharuskan banyak aplikasi tertentu, di mana desktop KDE mungkin lebih membantu.

GNU/Linux biasanya memerlukan lebih banyak sumber daya, dengan kinerja yang lebih masuk akal dibandingkan Windows. Sehingga kadang kita bisa melihat konsumsi daya yang fluktuatif. Tapi pada intinya, saya bisa menggunakannya hingga di atas 4 jam dengan baterai.

Sistem Monitor

Untuk partisi, saya memiliki dua penyimpanan. SSD 500 GB untuk swap, EFI, dan sistem operasi dalam btfrs; serta 500 GB HDD untuk home dalam XFS.

cahya@LaptopDellCahya:~> sudo fdisk -l
[sudo] password for root:
Disk /dev/sda: 465,76 GiB, 500107862016 bytes, 976773168 sectors
Disk model: TOSHIBA MQ01ABF0
Units: sectors of 1 * 512 = 512 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 4096 bytes
I/O size (minimum/optimal): 4096 bytes / 4096 bytes

Disk /dev/sdb: 465,76 GiB, 500107862016 bytes, 976773168 sectors
Disk model: Samsung SSD 860
Units: sectors of 1 * 512 = 512 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disklabel type: gpt
Disk identifier: 86656A1B-ADAB-470A-B401-BFD3C33F46BD

Perangkat Start Akhir Sektor Size Tipe
/dev/sdb1 2048 8390655 8388608 4G Linux swap
/dev/sdb2 8390656 9439231 1048576 512M EFI System
/dev/sdb3 9439232 976773134 967333903 461,3G Linux filesystem

Saya menghindari LVM karena biasanya tidak nyama digunakan jika salah satu kecepatan media penyimpanan lebih lambat.

Semua periferal berfungsi dengan baik. NVIDIA juga didukung oleh openSUSE, dan pedoman pemasangan juga sudah cukup jelas.

cahya@LaptopDellCahya:~> inxi -Ga
Graphics:
Device-1: Intel HD Graphics 620 vendor: Dell driver: i915 v: kernel
arch: Gen-9.5 process: Intel 14nm built: 2016-20 ports: active: eDP-1
empty: DP-1,HDMI-A-1,HDMI-A-2 bus-ID: 00:02.0 chip-ID: 8086:5916
class-ID: 0300
Device-2: NVIDIA GM108M [GeForce 940MX] vendor: Dell driver: N/A
alternate: nouveau, nvidia_drm, nvidia non-free: 545.xx+ status: current
(as of 2024-02; EOL~2026-12-xx) arch: Maxwell code: GMxxx
process: TSMC 28nm built: 2014-2019 pcie: gen: 3 speed: 8 GT/s lanes: 4
bus-ID: 01:00.0 chip-ID: 10de:134d class-ID: 0302
Device-3: Realtek Integrated_Webcam_HD driver: uvcvideo type: USB rev: 2.0
speed: 480 Mb/s lanes: 1 mode: 2.0 bus-ID: 1-5:2 chip-ID: 0bda:5769
class-ID: 0e02 serial: 200901010001
Display: wayland server: X.org v: 1.21.1.11 with: Xwayland v: 23.2.4
compositor: gnome-shell v: 46.0 driver: gpu: i915 display-ID: 0
Monitor-1: eDP-1 model: LG Display 0x053c built: 2016 res: 1920×1080
dpi: 158 gamma: 1.2 size: 309x174mm (12.17×6.85″) diag: 355mm (14″)
ratio: 16:9 modes: 1920×1080
API: OpenGL v: 4.6 vendor: intel mesa v: 24.0.3 glx-v: 1.4 es-v: 3.2
direct-render: yes renderer: Mesa Intel HD Graphics 620 (KBL GT2)
device-ID: 8086:5916 memory: 11.19 GiB unified: yes display-ID: :0.0
API: EGL Message: EGL data requires eglinfo. Check –recommends.

Saya kebanyakan memasang aplikasi antara repositori resmi dan non-resmi atau komunitas, serta melalui flathub. Saya juga menggunakan sejumlah cermin untuk mempermudah akses pembaruan perangkat lunak.

Daftar Repositori openSUSE

Pembaruan dan pengembalian pencadangan awan memerlukan waktu sekitar dua hari hingga selesai, karena saya melakukannya di sela-sela hari kerja.

Pro:

  • Mudah dilakukan, jika memiliki pengalaman dalam menginstal Windows atau Linux sebelumnya.
  • Sistem stabil dan terbarukan selalu, dukungan jangka panjang.
  • Laptop menjadi tambah kencang (subjektif).
  • Banyak aplikasi yang siap digunakan.
  • Tampilan nyaman dan mudah disesuaikan dengan selera pengguna.
  • Gnome memiliki banyak ekstensi yang bisa mendukung produktivitas.
  • Tersedia toko aplikasi yang bisa memberikan pilihan aplikasi bagi pengguna.

Kontra:

  • Bagi yang tidak terbiasa, ada kurva belajar yang harus dihadapi.
  • Beberapa aplikasi tidak tersedia secara asli, mis. Microsoft Office.
  • Ada isu yang mungkin perlu perhatian lebih, mis. jaringan.
  • Beberapa tindakan tambahan mungkin diperlukan untuk pengallaman lebih baik, mis. penambahan codec dan font.
Tampilan akhir desktop Gnome openSUSE Tumbleweed

Beruntungnya, isu dan masalah yang muncul sudah dimitigasikan dan dapat diselesaikan dengan baik. Sehingga saya tidak terlalu khawatir.

Tentu saja saya masih belum melakukan uji terhadap beberapa fungsi, misalnya sambungan printer, layar/tampilan eksternal baik kabel maupun nirkabel, dan lain sebagainya. Tapi itu bisa dilakukan belakangan.

Sekarang, laptop tua ini sudah nyaman digunakan kembali setelah proses migrasi. Saya berharap masih dapat digunakan dalam jangka panjang.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar