Setiap 10 Oktober, dunia memperingati World Mental Health Day atau Hari Kesehatan Jiwa Sedunia. Peringatan ini diinisiasi oleh World Federation for Mental Health sejak tahun 1992, dengan tujuan meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya kesehatan jiwa, menghapus stigma, dan mendorong akses layanan kesehatan mental yang setara bagi semua orang.
Tahun 2025 mengusung tema: “Mental Health is a Universal Human Right” (Kesehatan Jiwa adalah Hak Asasi Manusia Universal)
Gangguan kesehatan mental dapat dialami siapa saja, tanpa memandang usia, gender, atau latar belakang. Menurut WHO, 1 dari 8 orang di dunia hidup dengan kondisi kesehatan mental, mulai dari kecemasan, depresi, hingga gangguan yang lebih kompleks.
Sayangnya, stigma dan diskriminasi masih menjadi penghalang besar bagi banyak orang untuk mencari bantuan. Hari ini menjadi momentum untuk:
📢 Menghapus stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan gangguan mental
🏥 Memperjuangkan akses layanan kesehatan jiwa yang terjangkau dan berkualitas
🧩 Meningkatkan literasi kesehatan mental di masyarakat
🤝 Mendorong dukungan sosial dan lingkungan yang aman
💡 Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Edukasi diri dan orang lain: Ikuti seminar, baca literatur, atau bagikan informasi terpercaya tentang kesehatan mental.
Dengarkan tanpa menghakimi: Terkadang, kehadiran dan empati lebih berarti daripada solusi instan.
Dukung layanan kesehatan jiwa: Ikut kampanye, donasi, atau advokasi kebijakan publik.
Jaga kesehatan mental pribadi: Luangkan waktu untuk istirahat, olahraga, dan aktivitas yang membawa kebahagiaan.
💬 Pesan Penting
Kesehatan jiwa sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Memperjuangkan hak atas kesehatan mental berarti memperjuangkan hak untuk hidup bermartabat, bebas dari diskriminasi, dan memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
Mari kita jadikan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia 2025 sebagai pengingat bahwa tidak ada kesehatan tanpa kesehatan jiwa.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Leishmaniasis kutaneus dan PKDL adalah dua wajah dari infeksi parasit Leishmania yang ditularkan lalat pasir—jarang ditemukan di Indonesia, namun tetap relevan lewat kasus impor dari personel yang bertugas di kawasan endemik. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis banding dengan kusta, dan tata laksana berdasarkan panduan terbaru WHO SEARO
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan