A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Mengapa Sistem Skor, Bukan Intuisi Klinis Saja?

Setiap klinisi yang berpengalaman tahu bahwa insting klinis itu nyata — “pasien ini terlihat tidak baik” adalah ungkapan yang mengandung bobot diagnostik. Namun insting tidak terstandarisasi, tidak terdokumentasi, dan tidak dapat dikomunikasikan secara konsisten antar tenaga kesehatan. Di instalasi gawat darurat (IGD) yang sibuk, di mana pasien datang dan pergi dengan cepat dan informasi serah terima sering terbatas, ketergantungan pada intuisi tanpa alat yang terstruktur adalah celah keselamatan yang nyata.

Early Warning Scores (EWS) seperti National Early Warning Score (NEWS), NEWS2, dan Modified Early Warning Score (MEWS) hadir untuk menjembatani kesenjangan ini. Mereka bukan pengganti penilaian klinis — mereka adalah bahasa fisiologis bersama yang memungkinkan seluruh tim, dari perawat triage hingga dokter spesialis, berbicara dalam kerangka yang sama tentang keparahan kondisi pasien.

NEWS diciptakan untuk menstandarisasi proses pencatatan, penilaian, dan respons terhadap perubahan parameter fisiologis yang sudah secara rutin diukur pada pasien sakit akut. NEWS didasarkan pada premis bahwa deteksi dini, ketepatan waktu, dan kompetensi respons klinis merupakan tiga penentu utama luaran klinis pada orang dengan penyakit akut.

Dengan rekomendasi kuat dari SSC 2026 untuk menggunakan NEWS, NEWS2, MEWS, atau SIRS sebagai alat skrining sepsis di rumah sakit — menggantikan qSOFA — artikel ini menyajikan panduan teknis dan praktis penerapannya di IGD.


Sekilas tentang Tiga Sistem Skor: Apa Bedanya?

Sebelum membahas cara penerapan, penting untuk memahami di mana ketiga sistem ini berbeda satu sama lain.

MEWS adalah yang paling sederhana dari ketiganya. MEWS didasarkan pada prinsip bahwa deteriorasi klinis dapat diprakirakan melalui perubahan halus pada sejumlah parameter pasien, dan menggunakan lima parameter standar. Kesederhanaan ini menjadi keunggulannya di fasilitas dengan sumber daya lebih terbatas atau di lingkungan pra-rumah sakit.

NEWS memperluas MEWS dengan menambahkan saturasi oksigen dan penggunaan suplementasi oksigen, menghasilkan tujuh komponen penilaian. NEWS menambahkan pada tiga parameter kunci qSOFA — saturasi oksigen, laju nadi, dan suhu — serta menambahkan skor jika pasien bergantung pada terapi oksigen, yang meningkatkan kemampuan NEWS mengidentifikasi pasien berisiko dibandingkan dengan qSOFA.

NEWS2 adalah pembaruan NEWS yang dirilis tahun 2017. Dalam bagan NEWS2, ditambahkan “konfusi baru” — yang mencakup disorientasi, delirium, atau perubahan baru pada status mental — pada skor AVPU, yang kemudian menjadi ACVPU (di mana C mewakili confusion/kebingungan). Selain itu, NEWS2 menambahkan skala saturasi oksigen kedua khusus untuk pasien dengan gagal napas hiperkapnik kronik (umumnya pasien PPOK).


Komponen dan Tabel Skoring: MEWS, NEWS, dan NEWS2

MEWS: Lima Parameter, Satu Tabel

MEWS menggunakan lima parameter yang masing-masing diberi skor 0–3:

ParameterSkor 3Skor 2Skor 1Skor 0Skor 1Skor 2Skor 3
Laju napas (kali/mnt)≤89–1415–2021–29≥30
Saturasi O₂ (%)≤8586–89≥90
Suhu (°C)≤35,035,1–36,036,1–38,038,1–38,5≥38,6
TD sistolik (mmHg)≤7071–8081–100101–199≥200
Denyut nadi (kali/mnt)≤4041–5051–100101–110111–129≥130
Tingkat kesadaranSadar penuhRespons suara atau nyeriTidak respons

MEWS memiliki lima parameter yang masing-masing diberi skor 0–2 atau 0–3, menghasilkan skor total antara 0 dan 14. Ambang batas ≥5 dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian.

Interpretasi skor MEWS:

  • 0–2: Risiko rendah — pantau rutin
  • 3–4: Risiko sedang — tingkatkan frekuensi pemantauan, pertimbangkan evaluasi klinis
  • ≥5: Risiko tinggi — evaluasi segera, pertimbangkan eskalasi perawatan

NEWS: Tujuh Parameter dengan Bobot Oksigen

NEWS menggunakan parameter yang sama dengan MEWS namun dengan rentang nilai yang sedikit berbeda dan penambahan komponen oksigen:

ParameterSkor 3Skor 2Skor 1Skor 0Skor 1Skor 2Skor 3
Laju napas (kali/mnt)≤89–1112–2021–24≥25
SpO₂ — Skala 1 (%)≤9192–9394–95≥96
Suplementasi O₂Ya (+2 poin)Tidak (0 poin)
Suhu (°C)≤35,035,1–36,036,1–38,038,1–39,0≥39,1
TD sistolik (mmHg)≤9091–100101–110111–219≥220
Denyut nadi (kali/mnt)≤4041–5051–9091–110111–130≥131
Tingkat kesadaran (AVPU)AlertV/P/U

Catatan penting: Suplementasi oksigen menambahkan 2 poin secara flat, terlepas dari jumlah aliran oksigen.

NEWS2: Pembaruan Kunci — ACVPU dan Skala SpO₂ Kedua

NEWS2 identik dengan NEWS kecuali dua perubahan utama:

1. ACVPU menggantikan AVPU:

Penilaian ACVPU yang diperbarui memfasilitasi penilaian cepat dengan lima kemungkinan hasil untuk mengukur dan merekam tingkat kesadaran pasien. Penambahan “konfusi baru” — pasien yang mungkin siaga tetapi bingung atau disorientasi — merupakan perubahan penting karena kebingungan baru harus dianggap baru sampai dapat dikonfirmasi sebelumnya sudah ada.

Skala ACVPU:

  • A (Alert): Pasien sepenuhnya sadar, mata terbuka spontan, merespons suara
  • C (Confusion/new): Sadar tetapi ada kebingungan, disorientasi, atau perubahan mental baru — skor 3
  • V (Voice): Hanya merespons rangsang suara — skor 3
  • P (Pain): Hanya merespons rangsang nyeri — skor 3
  • U (Unresponsive): Tidak merespons rangsangan apapun — skor 3

Perubahan ini signifikan karena kebingungan akut sering menjadi tanda awal sepsis yang mudah terlewat pada penilaian konvensional. Nilai ACVPU A tetap mendapat skor 0; semua status selain alert mendapat skor 3.

2. Skala SpO₂ Kedua untuk Gagal Napas Hiperkapnik:

Untuk pasien yang terkonfirmasi mengalami gagal napas hiperkapnik pada analisis gas darah — baik dari rawatan sebelumnya maupun saat ini — dan membutuhkan suplementasi oksigen, direkomendasikan penggunaan skala SpO₂ kedua (Scale 2) pada bagan NEWS2 dengan target saturasi oksigen yang diresepkan sebesar 88–92%. Dalam semua kondisi lain, skala SpO₂ rutin (Scale 1) tetap digunakan.

Skala SpO₂ untuk pasien gagal napas hiperkapnik (Scale 2):

  • SpO₂ 83% atau kurang → skor 3
  • SpO₂ 84–85% → skor 2
  • SpO₂ 86–87% → skor 1
  • SpO₂ 88–92% → skor 0 (ini adalah target normal untuk pasien ini)
  • SpO₂ 93–94% jika menerima oksigen → skor 1
  • SpO₂ 95–96% jika menerima oksigen → skor 2
  • SpO₂ ≥97% jika menerima oksigen → skor 3

Keputusan untuk menggunakan skala 2 harus dibuat oleh klinisi yang kompeten dan didokumentasikan di catatan medis pasien.


Cara Menghitung: Langkah demi Langkah

Menghitung skor NEWS/NEWS2/MEWS membutuhkan tidak lebih dari 2–3 menit jika tanda vital sudah tersedia. Berikut langkah praktisnya:

Langkah 1 — Ukur tanda vital standar: Laju napas (hitung selama satu menit penuh), SpO₂ (pulse oksimetri), suhu, tekanan darah sistolik, denyut nadi, dan kaji tingkat kesadaran (AVPU atau ACVPU).

Langkah 2 — Catat penggunaan oksigen: Apakah pasien saat ini mendapat suplementasi oksigen? Jika ya, tambahkan 2 poin (NEWS/NEWS2).

Langkah 3 — Tentukan skala SpO₂ (khusus NEWS2): Apakah ada riwayat terkonfirmasi gagal napas hiperkapnik? Jika ya dan dikonfirmasi oleh klinisi berwenang, gunakan Skala 2. Jika tidak pasti, gunakan Skala 1.

Langkah 4 — Cocokkan setiap nilai dengan tabel skor: Setiap parameter mendapat skor 0–3 (atau 0–2 untuk beberapa parameter). Ingat: semakin jauh dari normal, semakin tinggi skor.

Langkah 5 — Jumlahkan seluruh skor: Skor agregat menentukan tingkat risiko dan respons klinis yang diperlukan.

Contoh kasus: Pasien laki-laki 58 tahun datang ke IGD dengan keluhan demam dan sesak napas sejak 2 hari. Tidak ada riwayat PPOK.

  • Laju napas: 24 kali/menit → skor 2
  • SpO₂: 94% (tanpa oksigen) → skor 1
  • Suplementasi O₂: Tidak → skor 0
  • Suhu: 38,7°C → skor 1
  • TD sistolik: 98 mmHg → skor 2 (NEWS) / skor 1 (MEWS)
  • Denyut nadi: 112 kali/menit → skor 2
  • Kesadaran: Alert (A) → skor 0

Total NEWS: 8risiko tinggi, respons darurat segera.


Ambang Batas dan Respons Klinis: Sistem Eskalasi Tiga Tingkat

SSC 2026 tidak menetapkan ambang batas spesifik dalam rekomendasinya, tetapi kerangka respons yang dikembangkan oleh Royal College of Physicians (RCP) untuk NEWS2 telah banyak diadopsi secara internasional dan merupakan referensi yang paling komprehensif.

Ambang batas NEWS ≥5 tampaknya menjadi titik optimal antara sensitivitas dan spesifisitas dalam memperingatkan klinisi tentang pasien yang berpotensi sakit berat tanpa menimbulkan beban kerja berlebihan. Dalam tinjauan sistematis pada pasien dengan infeksi yang mendapat perawatan di luar ICU, skor NEWS ≥5 memprediksi kematian dengan sensitivitas kumulatif, spesifisitas, dan AUC sebesar 0,80.

Berikut kerangka respons klinis yang direkomendasikan:

Risiko rendah (NEWS 0–4 atau MEWS 0–2): Pemantauan tanda vital rutin sesuai protokol triage. Tidak diperlukan eskalasi khusus. Ulangi penilaian sesuai jadwal triage atau jika ada perubahan kondisi.

Risiko sedang — single extreme atau skor 3 pada satu parameter (NEWS 3–4): Tingkatkan frekuensi pemantauan. Klinisi harus mengevaluasi pasien dalam 1 jam. Pertimbangkan konsultasi senior atau dokter spesialis terkait.

Risiko tinggi (NEWS ≥5 atau MEWS ≥5): Pasien diklasifikasikan dalam kategori risiko sedang dengan skor 5–6, dan risiko tinggi dengan skor ≥7. Untuk kategori ini, respons yang diperlukan adalah: evaluasi segera oleh dokter berpengalaman (dalam 30 menit atau lebih cepat), pertimbangkan konsultasi intensivist, dan siapkan kemungkinan transfer ke area perawatan lebih tinggi (observasi ICU/HCU).

Risiko sangat tinggi (NEWS ≥7): Rekomendasi RCP 2017 menetapkan bahwa tim respons darurat di rumah sakit harus diaktifkan ketika ambang batas NEWS2 sebesar 5 atau lebih telah tercapai. Untuk skor ≥7, ini adalah kegawatan — respon segera oleh tim kritis, pertimbangkan code sepsis atau sepsis huddle, dan siapkan rawatan ICU.


Integrasi dengan Alur Skrining Sepsis di IGD

Sistem skor EWS bukan alat diagnostik sepsis yang berdiri sendiri — ia adalah pintu gerbang yang memfasilitasi penilaian lebih lanjut. Berikut alur integrasi yang praktis:

Tahap 1 — Triage awal: Saat pasien tiba di IGD, semua tanda vital diukur oleh perawat triage. Skor NEWS/NEWS2 atau MEWS dihitung di sini, idealnya pada formulir triage terstandarisasi atau dalam sistem rekam medis elektronik.

Tahap 2 — Penilaian infeksi: Jika skor ≥5 (NEWS/NEWS2) atau ≥5 (MEWS), tambahkan pertanyaan kunci: apakah ada tanda atau gejala yang mengarah pada infeksi? Demam, nyeri yang terlokalisasi, batuk produktif, disuria, tanda meningismus, atau riwayat prosedur invasif?

Pendekatan dua langkah — menggunakan SIRS untuk triage awal diikuti NEWS2 untuk konfirmasi — direkomendasikan sebagai strategi yang meningkatkan skrining yang dipimpin perawat dan mengoptimalkan sumber daya terbatas dalam perawatan darurat.

Tahap 3 — Klasifikasi probabilitas sepsis: Jika ada kecurigaan infeksi DAN skor EWS tinggi, lakukan klasifikasi menggunakan bahasa probabilitas SSC 2026:

  • Possible sepsis (kemungkinan): tanda infeksi ada, skor EWS meningkat tetapi kondisi stabil
  • Probable sepsis (probable): gambaran infeksi jelas, disfungsi organ mulai terlihat (takikardia, oliguria, perubahan kesadaran)
  • Definite sepsis (pasti): infeksi terkonfirmasi dengan bukti disfungsi organ

Tahap 4 — Tindakan berdasarkan probabilitas: Sinkronkan klasifikasi probabilitas dengan kerangka waktu antibiotik SSC 2026 yang telah dibahas sebelumnya (possible tanpa syok: investigasi dalam 3 jam; probable/definite atau dengan syok: antibiotik dalam 1 jam).


Pertimbangan Khusus di IGD Indonesia

Penggunaan formulir atau aplikasi: Penghitungan manual membutuhkan tabel referensi yang mudah diakses. Formulir triage yang sudah mencantumkan tabel skor NEWS/MEWS dengan kolom isian tanda vital akan sangat membantu perawat triage. Sejumlah aplikasi smartphone gratis telah tersedia untuk kalkulasi NEWS2 dan MEWS secara real-time.

Keterbatasan pulse oksimetri: Pulse oksimetri sudah tersedia hampir di semua IGD. Namun pada kondisi tertentu seperti hipotensi berat, ekstremitas dingin, atau anemia berat, bacaan SpO₂ bisa tidak akurat. Dalam kondisi ini, klinis tetap harus menjadi panduan utama.

Pasien dengan PPOK di Indonesia: Di Indonesia, prevalensi PPOK cukup tinggi — terutama pada populasi perokok berat dan bekas perokok. Keputusan untuk menggunakan Skala 2 harus dibuat oleh klinisi yang kompeten dan harus dicatat dalam rekam medis pasien. Bagi fasilitas yang belum memiliki kebiasaan dokumentasi analisis gas darah sebelumnya, menggunakan skala 1 standar adalah pilihan yang lebih aman daripada menerapkan skala 2 tanpa konfirmasi hiperkapnia.

Pelatihan staf: Semua staf kesehatan yang mencatat data untuk, atau merespons terhadap NEWS, harus terlatih dalam penggunaannya dan harus memahami makna skor berkaitan dengan kebijakan lokal untuk merespons. Pelatihan singkat selama 1–2 jam sudah cukup untuk memastikan seluruh perawat IGD dapat menghitung dan menginterpretasikan skor dengan benar.

Integrasi dengan rekam medis: Jika RS sudah menggunakan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS), idealnya skor NEWS/MEWS dihitung otomatis dari data tanda vital yang dimasukkan. Ini menghilangkan kebutuhan penghitungan manual dan mengurangi risiko kesalahan.


Keterbatasan yang Perlu Dipahami

NEWS/NEWS2/MEWS bukan alat yang sempurna, dan klinisi harus memahami batas-batasnya:

Pertama, EWS secara umum tidak mampu membedakan antara deteriorasi klinis yang disebabkan oleh sepsis dan deteriorasi akibat penyebab lain. Pasien dengan gagal jantung akut, emboli paru, stroke, atau perdarahan juga bisa memiliki skor tinggi. Skor yang tinggi berarti “pasien ini sakit dan membutuhkan perhatian segera” — bukan otomatis “pasien ini sepsis.”

Kedua, salah satu keterbatasan terbesar NEWS dan NEWS2 berkaitan dengan tekanan darah. Parameter tekanan darah tidak diberi skor sampai tekanan darah sistolik mencapai 220 mmHg pada ujung atas, dan tekanan darah diastolik tidak diperhitungkan sama sekali.

Ketiga, kebingungan dalam penentuan status “baru” pada parameter ACVPU (C) bisa menjadi tantangan, terutama pada pasien demensia atau dengan gangguan kesadaran kronik. Direkomendasikan bahwa jika tidak jelas apakah kebingungan pasien adalah “baru” atau kondisi biasanya, maka status mental yang berubah harus dianggap baru sampai dikonfirmasi sebaliknya.

Keempat, skor awal saat triage hanyalah penilaian pada satu titik waktu. Nilai lebih besar terletak pada pemantauan serial — tren skor yang meningkat dalam beberapa jam merupakan sinyal yang sama pentingnya dengan skor tinggi pada saat admisi.


Memulai Implementasi: Langkah Praktis untuk IGD

Bagi IGD yang belum menggunakan sistem skor ini secara formal, berikut pendekatan bertahap yang realistis:

Fase 1 (Bulan 1–2): Pilih satu sistem — MEWS atau NEWS2. Untuk fasilitas tipe C dan D dengan keterbatasan sumber daya, MEWS lebih mudah dimulai. Untuk fasilitas tipe A dan B yang lebih besar, NEWS2 direkomendasikan mengingat akurasinya yang lebih tinggi. Buat formulir triage yang mengintegrasikan tabel skor.

Fase 2 (Bulan 2–3): Latih seluruh perawat IGD dalam penghitungan dan interpretasi skor. Latihan simulasi kasus akan lebih efektif daripada ceramah teoritis.

Fase 3 (Bulan 3–4): Buat clinical pathway yang menghubungkan skor dengan respons klinis spesifik — termasuk siapa yang harus dihubungi, dalam berapa menit, dan langkah-langkah apa yang harus diambil untuk setiap tingkat risiko.

Fase 4 (bulan 4+): Evaluasi kepatuhan, hitung proporsi pasien yang skor tingginya ditindaklanjuti dengan benar, dan pantau indikator kualitas seperti waktu pemberian antibiotik pada pasien sepsis.

Keunggulan utama menggunakan satu sistem skoring untuk menilai keparahan penyakit dan mendeteksi deteriorasi klinis sangat besar, terutama saat mengevaluasi penyakit akut yang tidak terdiagnosis — membuat standarisasi dan kemampuan komunikasi menjadi keunggulan inheren yang nyata.


Penutup: Skor Bukan Tujuan, Tetapi Alat Menuju Tujuan

NEWS, NEWS2, dan MEWS bukan formula magis yang menjawab semua pertanyaan klinis. Mereka adalah alat untuk memastikan bahwa tidak ada pasien yang jatuh di antara celah sistem karena tanda-tanda deteriorasinya tidak teridentifikasi atau tidak dikomunikasikan tepat waktu.

Penerapan yang sukses di IGD membutuhkan lebih dari sekadar mengisi formulir — ia membutuhkan budaya di mana skor yang tinggi benar-benar memicu respons yang tepat, di mana “pasien dengan NEWS 7” diperlakukan dengan urgensi yang sama seperti pasien dengan troponin positif atau CT scan dengan perdarahan intrakranial.

Di Indonesia, dengan beban sepsis yang tinggi dan kapasitas diagnostik yang bervariasi, sistem skor berbasis tanda vital ini menawarkan nilai yang besar justru karena sederhananya: tidak memerlukan laboratorium, tidak memerlukan pencitraan, tidak memerlukan perangkat canggih. Yang diperlukan hanyalah termometer, tensimeter, oksimeter nadi, stopwatch, dan klinisi yang memahami angka yang ada di depannya.


Daftar Referensi

Royal College of Physicians. (2017). National Early Warning Score (NEWS) 2: Standardising the assessment of acute-illness severity in the NHS. RCP. https://www.rcp.ac.uk/media/a4ibkkbf/news2-final-report_0_0.pdf

Prescott, H. C., Antonelli, M., Alhazzani, W., & colleagues. (2026). Surviving Sepsis Campaign: International guidelines for management of sepsis and septic shock 2026. Intensive Care Medicine. https://doi.org/10.1007/s00134-026-08361-1

Xythalis, D., Kalafati, M., Mpouzika, M., & colleagues. (2025). A real-time prospective evaluation of the prognostic accuracy of SIRS, MEWS, NEWS2 and qSOFA in predicting ICU admission and mortality in an emergency department: Implications for nursing practice. Nursing in Critical Care. https://doi.org/10.1111/nicc.70020

Chua, W. L., Mackey, S., Chua, J. Y., & Tham, J. Y. (2024). Early warning scores for sepsis identification and prediction of in-hospital mortality in adults with sepsis: A systematic review and meta-analysis. Journal of Clinical Nursing, 33(3), 999–1011. https://doi.org/10.1111/jocn.17061

Smith, G. B., Prytherch, D. R., Meredith, P., Schmidt, P. E., & Featherstone, P. I. (2022). NEWS2 and improving outcomes from sepsis. Clinical Medicine, 22(6), 549–553. https://doi.org/10.7861/clinmed.2022-0402

Kanaporn, T., & colleagues. (2024). Validation of MEWS, NEWS, NEWS-2 and qSOFA for different infection foci at the emergency department: The Acutelines cohort. European Journal of Clinical Microbiology & Infectious Diseases, 43, 273–283. https://doi.org/10.1007/s10096-024-04961-1

Hsieh, M.-S., Chiu, K.-C., Chattopadhyay, A., & colleagues. (2024). Utilizing the National Early Warning Score 2 (NEWS2) to confirm the impact of emergency department management in sepsis patients: A cohort study. International Journal of Emergency Medicine, 17, 42. https://doi.org/10.1186/s12245-024-00614-4

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan komentar