Bayangkan Rani, 22 tahun, mahasiswi di Makassar yang sedang sibuk menyusun skripsi sambil berlatih lari untuk lomba kampus. Sudah empat bulan ia tidak haid. Tes kehamilan negatif berkali-kali. Awalnya ia merasa lega karena “tidak repot”, sampai ibunya mengingatkan bahwa haid yang hilang bukan hal yang boleh dibiarkan begitu saja.

Kondisi seperti Rani disebut amenorea, yaitu tidak adanya haid atau berhentinya haid secara tidak wajar. Menurut komite praktik ASRM (American Society for Reproductive Medicine), amenorea di luar kehamilan, menyusui, dan menopause dialami sekitar 3–4% perempuan.1 Haid adalah “tanda vital” kesehatan reproduksi dan hormon, sehingga ketika ia hilang, tubuh sedang menyampaikan sesuatu.

Kapan Disebut Amenorea?

Para ahli membedakan dua jenis. Amenorea primer berarti haid pertama belum pernah datang: belum haid pada usia 15 tahun, atau belum haid tiga tahun setelah payudara mulai berkembang, atau payudara belum tumbuh sama sekali pada usia 13 tahun.2 Amenorea sekunder berarti haid yang sebelumnya teratur berhenti selama lebih dari tiga bulan, atau berhenti enam bulan pada perempuan yang siklusnya memang tidak teratur.1

Siklus yang jarang (oligomenorea), yakni lebih panjang dari 35 hari pada dewasa, dievaluasi dengan cara serupa.2 Perlu diingat pula bahwa pada tahun pertama setelah menarke, siklus tidak teratur masih bisa menjadi bagian dari pubertas yang normal.3

Pertama-tama, Singkirkan Dulu Hal yang Wajar

Sebelum mencari penyakit, tiga keadaan fisiologis harus dipikirkan lebih dulu: kehamilan, menyusui, dan menopause. Kehamilan adalah penyebab pertama yang disingkirkan pada setiap perempuan usia subur yang tidak haid.1 Bila tes urine negatif tetapi kecurigaan masih ada, dokter dapat memeriksa hCG serum karena tes urine kadang memberi hasil negatif palsu.

Haid Itu Diatur oleh “Orkestra” Empat Bagian

Agar haid terjadi, empat komponen harus bekerja serempak: hipotalamus di otak, kelenjar hipofisis, ovarium (indung telur), dan saluran keluar berupa rahim, leher rahim, dan vagina.1 Hipotalamus memberi aba-aba, hipofisis meneruskannya lewat hormon FSH dan LH, ovarium menghasilkan estrogen dan progesteron, lalu lapisan rahim menebal dan luruh sebagai haid. Gangguan di titik mana pun dapat menghentikan seluruh rangkaian.

Ilustrasi poros hipotalamus-hipofisis-ovarium yang mengatur siklus haid, terkait amenorea (tidak haid)
Haid diatur oleh poros otak–ovarium–rahim; gangguan di titik mana pun dapat menyebabkan amenorea.

Karena itulah dokter mengelompokkan penyebab amenorea menurut lokasi gangguannya. Proporsinya berbeda antara amenorea primer dan sekunder, seperti terlihat pada tabel berikut.1

Lokasi gangguanContoh penyebabAmenorea primerAmenorea sekunder
HipotalamusAmenorea hipotalamus fungsional, keterlambatan pubertas konstitusional, tumor, cedera kepala10–21%35%
HipofisisHiperprolaktinemia, tumor hipofisis, infark1–4%17%
OvariumInsufisiensi ovarium primer, sindrom Turner, PMOS (dahulu PCOS)24–52%40%
Saluran keluar/rahimKelainan Müller, sinekia rahim (sindrom Asherman), stenosis serviks15–43%7%
Lain-lainPenyakit tiroid dan adrenal, obat-obatan2–8%1%
Sumber: komite opini ASRM 2024.

Penyebab yang Paling Sering Ditemui

Amenorea hipotalamus fungsional (FHA). Inilah kemungkinan yang dialami Rani. FHA adalah kondisi tidak berovulasi yang tidak memiliki penyebab organik, dipicu oleh energi yang masuk terlalu sedikit dibanding yang terpakai, gangguan makan, olahraga berlebihan, atau tekanan psikologis.2 Sebuah tinjauan menyebut FHA menyumbang sekitar 20–35% amenorea sekunder.4 Kekurangan estrogen yang berlangsung lama meningkatkan risiko pengeroposan tulang dan osteoporosis dini.4

PMOS (polyendocrine metabolic ovarian syndrome), nama baru PCOS. Kondisi ini ditandai siklus jarang atau tidak ada, disertai tanda kelebihan hormon androgen seperti jerawat dan rambut tubuh berlebih. Pedoman internasional 2023 menyatakan bahwa siklus tidak teratur pada dewasa harus memicu penilaian terhadap PCOS.3 Artikel lain di blog ini membahas perubahan nama PCOS menjadi PMOS.

Insufisiensi ovarium prematur (POI). Indung telur berhenti bekerja normal sebelum waktunya. Pembahasannya ada pada tulisan tentang menopause dini dan insufisiensi ovarium prematur.

Hiperprolaktinemia dan gangguan tiroid. Kadar prolaktin yang tinggi, sering akibat tumor jinak hipofisis atau obat tertentu, menekan haid. Tiroid yang kurang aktif juga dapat mengganggu siklus, dan haid umumnya kembali ketika fungsi tiroid normal.1

Gangguan struktur. Jaringan parut di dalam rahim (sindrom Asherman) setelah kuretase atau infeksi, stenosis leher rahim, serta kelainan bawaan seperti agenesis Müller dapat menghalangi darah haid keluar atau menghentikan penebalan rahim.1

Obat-obatan. Antipsikotik, antiepilepsi, kemoterapi, serta hormon seperti progestin dan analog GnRH dapat menyebabkan amenorea.1 Pada perempuan yang memakai KB hormonal, haid yang menghilang bisa merupakan efek yang diharapkan, tetapi tetap perlu dibicarakan dengan tenaga kesehatan.

Pemeriksaan yang Lazim Dilakukan

Dokter memulai dengan riwayat pola haid sebelumnya, kebiasaan makan dan olahraga, stres, obat yang dikonsumsi, penyakit kronis, serta gejala seperti keluhan neurologis, rasa panas mendadak, atau tanda androgen berlebih. Pemeriksaan fisik menilai perkembangan pubertas, berat badan, dan bila perlu pemeriksaan panggul.2

Pemeriksaan laboratorium dasar yang dianjurkan pada semua pasien amenorea mencakup tes kehamilan, estradiol, FSH, LH, prolaktin, dan TSH.2 Hasilnya membantu membedakan kelainan di otak (kadar FSH dan LH rendah) dari kelainan di ovarium (FSH tinggi). Bila ada tanda androgen berlebih, testosteron, DHEAS, dan 17-hidroksiprogesteron ikut diperiksa.1 USG panggul, terutama transvaginal, dapat menilai ketebalan lapisan rahim dan bentuk ovarium; MRI hipofisis dilakukan bila prolaktin tetap tinggi. Pemeriksaan kromosom (karyotyping) dipertimbangkan pada kasus tertentu, misalnya dugaan sindrom Turner.

Tes tantangan progestin (progestin challenge) kadang dipakai: perdarahan setelah pemberian progestin menandakan estrogen cukup dan masalahnya lebih ke tidak adanya ovulasi, sedangkan tidak berdarah menunjukkan kekurangan estrogen atau jaringan parut rahim. Hasilnya dapat positif atau negatif palsu, sehingga tidak berdiri sendiri.1

Penanganan Mengikuti Penyebabnya

Tidak ada satu obat untuk semua amenorea. Pada FHA, intinya mengoreksi ketersediaan energi lewat perbaikan asupan gizi, pengaturan olahraga, dan pengelolaan stres, bila perlu dengan dukungan psikolog dan ahli gizi.2 Pada hiperprolaktinemia, agonis dopamin menjadi pilihan bila tidak ada penyebab organik lain, sedangkan pada gangguan tiroid, haid diharapkan pulih setelah hormon tiroid terkendali.1 Pada POI, pemberian estrogen disarankan hingga usia rata-rata menopause alami (50–51 tahun) untuk melindungi tulang dan jantung, dengan tambahan progestogen bila rahim masih ada.2 Pada PMOS, pola makan sehat dan olahraga sesuai anjuran menjadi dasar, dan pil kontrasepsi kombinasi menjadi pilihan lini pertama untuk mengatur haid serta melindungi lapisan rahim.2 Kelainan struktural seperti sinekia rahim ditangani dengan tindakan yang sesuai oleh dokter kandungan.

Mengapa Tidak Boleh Dibiarkan?

Amenorea yang berkepanjangan bukan sekadar “bebas repot”. Kadar estrogen yang rendah menggerogoti kepadatan tulang, dan pada sebagian kondisi seperti PMOS, haid yang jarang membuat lapisan rahim terus terpapar estrogen tanpa penyeimbang sehingga risiko kanker endometrium naik, di samping risiko penyakit metabolik jangka panjang.2 Amenorea juga dapat menjadi petunjuk pertama penyakit hipofisis atau tiroid, dan memengaruhi kesuburan.

Kapan Harus ke Dokter?

  • Belum haid pada usia 15 tahun, atau tiga tahun setelah payudara mulai tumbuh.
  • Payudara belum tumbuh pada usia 13 tahun.
  • Haid yang tadinya teratur berhenti lebih dari tiga bulan (atau enam bulan bila siklus biasanya tidak teratur), dan bukan karena hamil atau menyusui.
  • Haid disertai keluar ASI di luar masa menyusui, sakit kepala hebat, gangguan penglihatan, jerawat atau rambut tubuh berlebih yang makin parah, atau keluhan panas mendadak.
  • Berat badan turun drastis, olahraga sangat intens, atau pola makan sangat dibatasi.

Bagi Rani, kabar baiknya adalah FHA umumnya dapat pulih bila penyebabnya dikoreksi. Di Makassar, Medan, Denpasar, maupun kota kecil lain, langkah pertamanya sama: jangan ditunda, mulai dari puskesmas, dokter umum, atau dokter kandungan terdekat. Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan pemeriksaan langsung oleh tenaga kesehatan.

Referensi

1. Practice Committee of the American Society for Reproductive Medicine. Current evaluation of amenorrhea: a committee opinion. Fertil Steril. 2024;122:52–61. asrm.org

2. Klein DA, Sylvester JE, Paradise SL. Amenorrhea: a practical approach to diagnosis and management. Am Fam Physician. 2026;114(1):72–85. aafp.org

3. Teede HJ, Tay CT, Laven J, dkk. Recommendations from the 2023 international evidence-based guideline for the assessment and management of polycystic ovary syndrome. Hum Reprod. 2023;38(9):1655–1679. academic.oup.com

4. Min D, Kim S, Park J, dkk. Rodent models of functional hypothalamic amenorrhea: a systematic scoping review. Front Endocrinol. 2025;16:1456754. frontiersin.org

Artikel Baru Terbit

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca