Rabu lagi, waktunya ngobrolin jaringan. Periode liputan hari ini kira-kira 31 Oktober sampai 3 November 2026, ditambah sedikit konteks beberapa hari sebelumnya untuk Wi-Fi 8. Kabar besar pekan ini berputar di satu pertanyaan sederhana: internet di rumah kita bisa secepat dan semurah apa? Pemerintah punya target, lembaga pengukur punya peringkat, dan produsen router punya mainan baru.
Sekilas Hari Ini
| Kabar | Waktu | Intinya |
|---|---|---|
| Target internet rumah Komdigi | Pernyataan 27 Okt, diberitakan 31 Okt | 100 Mbps, di bawah Rp200 ribu |
| Laporan Opensignal internet rumah | Data 1 Jul sampai 28 Sep, diberitakan 2 Nov | XL Home tercepat untuk unduh di kategori kabel |
| Router Wi-Fi 8 pertama | Pengiriman mulai pertengahan sampai akhir Okt | Fokus pada stabilitas, bukan angka puncak |
| Laporan SpaceX dan Boost Mobile | 2 Nov | Belum dikonfirmasi |
1. Target internet rumah 100 Mbps, harga di bawah Rp200 ribu
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, dalam pernyataan yang dikutip CNN Indonesia, menyebut pemerintah menargetkan masyarakat bisa menikmati internet tetap (fixed broadband) berkecepatan 100 Mbps dengan biaya di bawah Rp200 ribu. Sinata.id, mengutip CNBC Indonesia, menyebut angka sekitar Rp140 ribu per bulan. Jalannya lewat perluasan fiber optik sampai ke permukiman, dengan satu sambungan dipakai bersama seluruh anggota keluarga, yang menurut beliau lebih hemat daripada tiap orang punya koneksi sendiri.
Catatan penting: ini masih target dan pernyataan pejabat. Sampai artikel ini ditulis, jadwal penerapan, operator penyedia, dan mekanisme penetapan harga belum dijelaskan, jadi angka Rp140 ribu sebaiknya dibaca sebagai perkiraan, bukan tarif resmi. Pernyataan yang sama juga menyebut adopsi 5G saat ini masih di bawah 10 persen dengan target sekitar 30 sampai 40 persen dalam tiga sampai lima tahun.
2. Opensignal: juara unduh dan juara unggah ternyata beda
JawaPos mengulas laporan Opensignal untuk periode 1 Juli sampai 28 September 2026. Di kategori jaringan kabel, XL Home memimpin kecepatan unduh dengan rata-rata 51,7 Mbps, unggul sekitar 7 persen dari MyRepublic di posisi kedua, dan menggeser Biznet Home yang sebelumnya memimpin. Untuk kecepatan unggah, MyRepublic di puncak dengan rata-rata 32,9 Mbps, sekitar 11 persen di atas XL Home. (Peringkat fiber, FWA, satelit, dan stabilitas tidak terbaca utuh dari artikel yang saya baca, jadi tidak saya bahas.)
Kenapa dua juara? Karena unduh dan unggah dipakai untuk hal berbeda. Unduh menentukan nyamannya streaming dan browsing; unggah menentukan lancarnya video call, kirim berkas besar, dan backup ke cloud. Kalau kamu sering rapat daring atau kerja dengan berkas besar, lirik angka unggahnya, bukan hanya unduh.
3. Router Wi-Fi 8 pertama sudah muncul
Menurut ulasan Space Internet Solutions (22 Oktober), ASUS mengumumkan sistem mesh ZenWiFi BN12 mulai dikirim pada 20 Oktober dan menyebutnya mesh Wi-Fi 8 pertama di dunia. TP-Link juga membuka pemesanan Archer 8 Ultra; harga di Inggris tercatat £899,99. TP-Link mengklaim throughput hingga 33 persen lebih tinggi dibanding Wi-Fi 7 pada jarak menengah sampai jauh. Itu klaim produsen, bukan hasil uji independen.
Wi-Fi 8 (IEEE 802.11bn) memang dirancang untuk keandalan, yaitu koneksi lebih stabil di kondisi ramai, bukan sekadar angka puncak lebih besar. Standarnya belum final (diperkirakan sekitar 2028), jadi router yang beredar memakai chipset pra-standar. Penulis ulasan itu sendiri menilai Wi-Fi 8 belum perlu dibeli kebanyakan rumah, dan menekankan bahwa kabel backhaul serta penempatan node sering lebih menentukan. Ketersediaan di Indonesia belum saya temukan kabarnya.
4. Sekilas: SpaceX dikabarkan incar Boost Mobile
Mengutip laporan The Washington Post yang diberitakan TechCrunch dan Telset, SpaceX dikabarkan ingin membeli operator seluler AS Boost Mobile (EchoStar, sekitar 7,5 juta pelanggan gabungan dengan Gen Mobile) untuk membangun jaringan hibrida seluler-satelit. Kabar ini belum dikonfirmasi SpaceX maupun Boost. Untuk latar belakang langkah spektrum SpaceX, baca edisi Rabu 14 Oktober.
Kenapa Ini Penting untuk Kita
Benang merahnya: kualitas internet rumah sedang jadi arena persaingan, dari target kebijakan, peringkat operator, sampai perangkat. Pekan lalu kita sudah membahas lonjakan kecepatan seluler dan soal kabel Bandung di edisi 28 Oktober; hari ini sisi rumahnya. Saran praktis: bandingkan unduh dan unggah sebelum berlangganan, jangan terpaku pada paket paling kencang, dan anggap janji Rp140 ribu sebagai harapan sampai ada tarif resmi.
Internet rumahmu sekarang berapa Mbps dan berapa per bulan? Ceritakan di kolom komentar, siapa tahu jadi bahan perbandingan seru.
Sumber
- CNN Indonesia: Pemerintah target internet rumah 100 Mbps, harga di bawah Rp200 ribu (31 Okt 2026)
- Sinata.id: Internet rumah 100 Mbps cuma Rp140 ribu (3 Nov 2026)
- JawaPos: Persaingan internet rumah makin ketat (2 Nov 2026)
- Space Internet Solutions: Wi-Fi 8 has arrived (22 Okt 2026)
- TechCrunch: SpaceX reportedly wants to buy Boost Mobile (2 Nov 2026)
- Telset.id: SpaceX incar Boost Mobile (3 Nov 2026)





Tinggalkan Balasan