Ada masa ketika menaut tulisan orang lain terasa seperti mengetuk pintu rumah tetangga: tuan rumah akan tahu, lalu membalas sapa. Itulah jasa pingback dan trackback. Sekarang pintu itu lebih sering diketuk penjual obat kuat daripada tetangga. Jadi, pertanyaannya wajar: masih perlukah dibuka di blog pribadi?
Apa bedanya keduanya?
| Aspek | Pingback | Trackback |
|---|---|---|
| Cara kerja | Otomatis, perangkat lunak blog mendeteksi tautan dan memberi tahu blog tujuan | Manual, penulis menempelkan alamat trackback blog tujuan |
| Isi pemberitahuan | Hanya tautan, biasanya tanpa kutipan | Bisa memuat kutipan singkat |
| Jangkauan | Terutama antarblog WordPress | Bisa lintas platform |
| Risiko spam | Tinggi, karena otomatis | Tinggi, karena mudah dipalsukan |
Alasan untuk membukanya
- Tahu siapa yang menaut. Pemberitahuan masuk sebagai komentar, jadi Anda bisa menemukan pembaca baru.
- Percakapan antarblog. Tanggapan berupa tulisan utuh sering lebih bernas daripada komentar satu paragraf.
- Sopan santun komunitas blogger lama. Bagi yang rajin saling menaut, ini semacam jabat tangan.
Alasan untuk menutupnya
- Hampir semuanya spam. Beberapa penyedia hosting menyebut sebagian besar pingback dan trackback yang diterima kini berupa spam, dan umumnya dipakai untuk menitipkan tautan.
- Antrean moderasi yang melelahkan. Tiap pemberitahuan palsu harus ditinjau, padahal waktu menulis lebih berharga.
- Celah penyalahgunaan. Pada 2014, firma keamanan Sucuri melaporkan lebih dari 162.000 situs WordPress dipakai tanpa sadar untuk menyerang satu situs lewat fitur pingback pada XML-RPC. Penyerang cukup mengirim permintaan palsu, lalu situs-situs “baik” itu yang membanjiri korban. Serangan jenis ini disebut kini lebih jarang, tetapi fitur yang aktif tetap membuka kemungkinan itu.
- Ada cara lain mengetahui tautan masuk. Alat statistik, peringatan mesin pencari, dan pencarian nama blog Anda sudah cukup bagi kebanyakan orang.
Jadi, sebaiknya bagaimana?
Bagi blog pribadi, jawaban saya: tutup sebagai pengaturan bawaan, buka hanya bila Anda benar-benar memanfaatkannya. Tanyakan tiga hal pada diri sendiri:
| Pertanyaan | Jika “ya” | Jika “tidak” |
|---|---|---|
| Dalam setahun terakhir, adakah pingback asli yang saya balas atau saya senangi? | Pertimbangkan tetap dibuka | Tutup |
| Apakah saya rela meninjau antrean moderasi secara rutin? | Boleh dibuka, dengan antispam aktif | Tutup |
| Apakah saya punya komunitas blogger yang rutin saling menaut? | Buka, atau pakai Webmention | Tutup |
Di WordPress, pengaturannya ada di Pengaturan → Diskusi, pada pilihan “Izinkan pemberitahuan tautan dari blog lain (pingback dan trackback) pada artikel baru”. Pilihan itu hanya berlaku untuk tulisan baru. Tulisan lama perlu diubah terpisah (misalnya lewat penyuntingan massal), dan pada situs yang dikelola sendiri, pingback XML-RPC bisa dimatikan tersendiri tanpa mengganggu fitur lain seperti aplikasi seluler atau Jetpack. Mematikan seluruh XML-RPC adalah langkah lebih jauh, jadi periksa dulu apakah ada layanan yang bergantung padanya.
Jalan tengah: Webmention
Bila rindu “ketukan pintu” antarblog, ada penerus yang lebih bersih bernama Webmention, standar W3C yang pemberitahuannya diverifikasi dengan memeriksa apakah halaman pengirim benar-benar memuat tautan ke Anda. Di WordPress, fiturnya tersedia lewat pengaya. Dukungannya memang belum seluas pingback, tetapi lebih tahan spam.
Kesimpulan
Pingback dan trackback adalah peninggalan baik dari era blog yang lebih ramah, tetapi kini beban perawatannya sering melebihi manfaatnya. Menutupnya tidak berarti menutup diri: pembaca tetap bisa berkomentar, dan Anda tetap bisa menaut siapa saja. Anda hanya berhenti menerima ketukan otomatis dari pintu yang sebagian besar diketuk orang asing.
Rujukan
- Sucuri: More than 162,000 WordPress sites used for DDoS attack (2014)
- CSO Online: WordPress pingback abuse blamed for massive DDoS attack
- Help Net Security: Is your WordPress site being misused for DDoS attacks?
- Bluehost: WordPress Pingbacks and Trackbacks, How to Disable Them
- MalCare: WordPress Trackback Spam





Tinggalkan Balasan