The Book of Merton’s

Membaca adalah salah satu hal yang menyenangkan, terutama di negeri yang minat bacanya rendah – Anda mendadak bisa merasakan suatu eksklusivisme semu, di mana Anda bisa tersenyum pada diri Anda sendiri. Saya paling suka menghabiskan waktu luang dengan membaca novel picisan, terutama dari negeri Tiongkok dan Sakura. Tapi waktu yang paling menggembirakan mungkin ketika sayaLanjutkan membaca “The Book of Merton’s”

Negeri Dadakan

Saya tidak tahu, apa banyak hal di negeri ini merupakan sesuatu yang dadakan? Selama ini saya selalu mendapatkan pemberitahuan untuk pertemuan hampir semuanya selalu bersifat dadakan. Entah itu pemberitahuan dari kantor pemerintahan, ataupun badan publik independen. Bersyukur saja kalau undangan sudah datang 2 x 24 jam sebelum acara, bahkan ada undangan yang datang beberapa jamLanjutkan membaca “Negeri Dadakan”

Mengapa Kita Berciuman?

Saya tidak tahu, apakah orang akan bertanya-tanya pada diri mereka sendiri, mengapa mereka berciuman, ataukah hanya akan melewati bagian itu dan langsung pada intinya? Kadang orang menemukan banyak alasan untuk berciuman, kadang tanpa alasan sama sekali. Kadang karena kebiasaan, atau karena desakan.

Mengunjungi XT Square

Ada sebuah pusat wisata budaya, kuliner dan belanja baru di Yogyakarta (mungkin tidak terlalu baru), yang dibuka pada pertengehan bulan Desember ini; XT Square (belum memiliki situs web resmi, tapi dapat ditemukan di foursquare). Malam ini di antara hujan rintik, saya sempat mengunjunginya setelah menikmati jagung bakar di salah satu sudut Kota Yogyakarta. Awalnya raguLanjutkan membaca “Mengunjungi XT Square”

Mengunjungi Industri Kerajinan Batik Tatsaka

Nusantara kita kaya akan keragaman hasil seninya, salah satu dari yang cukup terkenal secara mendunia adalah karya seni batik. Hampir setiap wilayah di Indonesia memiliki kerajinan batik yang tersebar di pelbagi sentra industri kerajinan yang bersifat rumah tangga ini. Di Solo, Yogyakarta, Pekalongan dan banyak tempat lainnya. Banyuwangi tempat saya berada saat ini – meskipunLanjutkan membaca “Mengunjungi Industri Kerajinan Batik Tatsaka”

Problematika Balang Tamak

Hampir setiap anak yang tumbuh di Bali mengenal Pan Balang Tamak, baik hanya sekadar namanya maupun juga kisahnya. Dia adalah potret kecerdikan dalam banyak sisi, dan di sisi lain adalah dianggap sebagai sebuah bentuk kebobrokan yang selalu lari dari tanggung jawab sosial (baca: adat) di lingkungan tempatnya tinggal. Dalam pola pandang masyarakatnya, ia menjadi sosokLanjutkan membaca “Problematika Balang Tamak”

Adakah Ketakacuhan Ritual Menggrogoti Keseimbangan Alam?

Ini selalu menjadi pertanyaan saya, dan mungkin karena fakta-fakta itu ada di sekitar saya. Tradisi Hindu di Bali sangat kental dengan pelaksanaan ritual yang begitu beragam, begitu beragamnya – bahkan saya tidak dapat mengingat apa-apa saja bagian dari semua ritualitas tersebut. Ritual dala konsepnya, memiliki tujuan suatu bentuk turut menjaga keseimbangan seluruh unsur kehidupan, manusia,Lanjutkan membaca “Adakah Ketakacuhan Ritual Menggrogoti Keseimbangan Alam?”

Logika atau Kepercayaan?

Ketika saya mulai mendesain ruang kecil ini, saya memahami bahwa mungkin akan muncul perdebatan ke depannya. Namun bukan itu yang ingin ditampilkan lebih banyak. Dalam ranah masyarakat Hindu, setiap orang bebas menemukan jalan menuju pada kebenaran yang hakiki. Apakah melalui jalan kepercayaan sebagai seorang bhakta, jalan pengetahuan dan kebijaksanaan seorang jnanin, jalan ketulusan seorang karmin,Lanjutkan membaca “Logika atau Kepercayaan?”

Melasti Dalam Hikayat

Pagi tadi saya mengikuti rangkaian Upacara Melasti bersama warga Desa Beringkit, sudah cukup lama saya tidak mengikuti kegiatan seperti ini. Melasti merupakan salah satu rangkaian Hari Raya Nyepi, di Bali dilakukan biasanya dua hari menjelang Nyepi, namun di tempat lain menyesuaikan, karena biasanya tidak libur khusus untuk kegiatan ini. Secara ritual, Upacara Melasti melibatkan paraLanjutkan membaca “Melasti Dalam Hikayat”

Yang Terwarisi Yang Dicintai

Tidak menyangka memang saya kembali lebih awal ke Jogja, dan ternyata di Jogja hujan sudah mengguyur, namun entah mengapa setelah kedatangan saya tampaknya hujan masih enggan datang kembali. Dan kini Jogja masih tetap panas seperti biasanya, dalam artian sebagaimana bulan-bulan sebelumnya. Saya sempat menengok Jogja Java Carnival semalam dengan semaraknya, yah lumayanlah meski saya tidakLanjutkan membaca “Yang Terwarisi Yang Dicintai”