Wonder Woman 1984

Sudah nonton filmnya? Film ini asyik jadi film keluarga, kecuali jika yang nonton punya kecenderungan tertentu. Tapi untuk jadi film laga superhero, film ini kurang menggigit dibandingkan pendahulunya. Oke, malah sudah pada kesimpulan. Jangan lihat banyak ulasan terlebih dahulu, karena banyak ulasan akan memberi nilai di bawah tujuh dari sepuluh bintang. Sangat pahit untuk sebuahLanjutkan membaca “Wonder Woman 1984”

Solo: A Star Wars Story

Ketika Goerge Lucas pertama kali membuat dunia terkagum melalui Star Wars di tahun 1977, masih banyak sekali pertanyaan yang belum terjawab dan menjadikan film-fim Star Wars selanjutnya sebagai serangkaian karya budaya pop yang memiliki jutaan penggemar. Salah satu pertanyaan itu bisa jadi, dari mana Han Solo berasal? Apa sejarah pesawat Millenium Falcon? Dua pertanyaan tesebutLanjutkan membaca “Solo: A Star Wars Story”

Webnovel Adopted Soldier

Ada sejumlah webnovel anyar yang merupakan naskah asli (bukan terjemahan) yang beredar di situs Qidian berbahasa Inggris. Pada akhir pekan ini, saya tersandung pada salah satu judul ketika mencari bacaan komedi romantis (atau tidak romantis sama sekali). Judul “Adopted Soldier” oleh lynerparel dimasukkan ke dalam kategori magical realism di Qidian, yang kalau saya baca bunyinyaLanjutkan membaca “Webnovel Adopted Soldier”

Hero of the Kingdom II

Akhir pekan waktunya melepas penat. Kali ini yang menjadi sasaran adalah “Hero of the Kingdom II”  (HOTK2) yang dikembangkan oleh Lonely Troops. HOTK2 ini bisa didapatkan di Steam, dan sepertinya pengembangnya memang tidak menyediakan jalur lain untuk memainkan HOTK2. Hero of the Kingdom II merupakan perpaduan antara konsep petualangan dan permainan peran (adventure & role-play),Lanjutkan membaca “Hero of the Kingdom II”

Film Animasi Pendek Goutte d’Or

Apa jadinya jika seorang kapten perompak bertemu dengan seorang ‘ratu’ cantik di dunia orang mati, namun hati sang ratu sulit untuk taklukkan, ditambah dengan gurita menyebalkan yang menjadi pengawal ratu? Film animasi pendek Goutte d’Or menceritakan tentang kisah ini. Walau film ini sudah rilis pada tahun 2013, namun baru diunggah oleh CGI sebulan yang lalu. FilmLanjutkan membaca “Film Animasi Pendek Goutte d’Or”

Patema Inverted

Film ini menculik perhatian saya karena saya dengar disutradarai oleh peracik Time of Eve, dan tema serupa dengan Upside Down – walau tidak tahu mana yang pasti duluan karena ceritanya sangat berbeda. Dan tidak sia-sia menantikannya rilis edisi sinema bulan Mei tahun ini, karena tidak mengecewakan. Patema Inverted yang serinya dimulai sejak tahun 2012 iniLanjutkan membaca “Patema Inverted”

Case Closed: Private Eye in the Distant Sea

Film animasi Detective Conan ke-17 diberi judul Private Eye in the Distant Sea. Saya tidak hendak mengulasnya karena kepopuleran serial Conan, pasti sudah banyak banyak yang menonton dan membuat ulasan tentang film yang dirilis hampir setahun yang lalu ini. Petualangan Conan dan teman-temannya kali ini membawa mereka ke atas kapal perang penghancur tipe Aegis; kapalLanjutkan membaca “Case Closed: Private Eye in the Distant Sea”

Nerawareta Gakuen

Berdasarkan novel lama yang dipublikasikan tahun 1973, sekitar 40 tahun yang lalu, kisah fiksi ilmiah ini kini diangkat ke sebuah film animasi misteri yang romantis. Nerawareta Gakuen, saya sendiri tidak pernah memegang novelnya, namun karena berkali-kali didaur-ulang sebagai tayangan layar kaca, saya kira pastinya ada sesuatu yang menarik sehingga kemudian dirilis ke dalam film animasiLanjutkan membaca “Nerawareta Gakuen”

HAL – the Movie

Ini adalah film anime pertengahan tahun kemarin, belum sempat ditulis karena belum “mood” saat itu. Konsepnya cukup mirip dengan “Eve no Jikan” yang pernah saya ceritakan, hanya saja memiliki corak yang berbeda. Saya sendiri mungkin lebih menyukai Eve no Jikan, sedangkan HAL mungkin akan menjadi favorit para penggemar komik “serial cantik”.

The Garden of Words

Kata “jatuh cinta” memang tidak ada aslinya pada budaya Timur, serapan budaya Barat memberikan warna itu. Cinta dalam budaya Timur lebih lembut dan tak kentara. Setidaknya demikian yang diuangkapkan Makoto Shinkai dalam film terbarunya. Saya memang penggemar karya-karya Makoto Shinkai, karena yang dituangkannya ke dalam animasi adalah racikan seni yang sesungguhnya. Berbeda dari karya sebelumnya,Lanjutkan membaca “The Garden of Words”