A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Aku baru menonton televisi dan melihat bahwa nanti siang akan dilaksanakan pelantikan presiden serta wakil dengan anggaran lebih dari 300 juta rupiah? Apakah itu cukup mahal bagi Anda?

Dari survei yang dilakukan oleh media, banyak anggota masyarakat yang menyampaikan bahwa anggaran itu terlalu “berlebihan” untuk sebuah acara pelantikan dalam sehari. Toh dana itu bisa diberikan pada korban bencana alam yang bergelimpangan di negeri ini. Walau tentu ada beberapa yang mengatakan tidak apa-apa, asal nanti kinerjanya bagus.

Yah…, kalau kita hitung-hitung jika maka 300 juta itu jika berasal dari masing-masing penduduk, maka tiap penduduk dibebankan paling mahal Rp 2,oo (dua rupiah nol sen) untuk pelantikan presidennya.

Wow…, ternyata banyak orang Indonesia enggan menyerahkan dua rupiah nol sen mereka untuk pelantikan presidennya sendiri. Tidak rela melepaskan dua rupiah nol sen untuk menyematkan tanda sah dan kepercayaan pada nakhodanya untuk mengemudi perahu negeri ini.

Tunggu dulu, tidak hanya itu. Yang berkomentar bukan orang yang tak berpunya. Bukan orang yang kelaparan dan makan sehari sekali, atau bahkan harus kelaparan sepanjang hari. Mereka adalah orang berkecukupan dengan handphone modern dan cukup bermake-up dari merk-merk mahal dan terkenal.

Yah, apa boleh buat. Inilah negara kita. Tidak salah juga toh ada yang berpendapat itu mahal. Soalnya kita lebih suka dengan segala sesuatu yang gratisan, he he

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

4 tanggapan

  1. Avatar Hardy
    Hardy

    KLo sgitu sich ga mahal, orang Nikahan aja banyak yg biayanya lebih dr itu. Klo sampe lebih dr 1 M kyk rencana anggaran KPU kmrn baru berlebihan :D.

    1. Avatar Cahya

      Bli Hardy,

      Iya Bli, menurut saya juga tidak mahal amat. Namun setiap orang kan punya pendapat masing-masing. Setidaknya bersyukur di negara kita,kebebasan berpendapat dihargai 🙂

  2. Avatar Agus Suhanto

    terimakasih i atas tulisannya yg bagus…
    kenalkan saya Agus Suhanto

    1. Avatar Cahya

      Mas Agus,

      Terima kasih dan salam kenal juga 🙂

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca