Aku baru menonton televisi dan melihat bahwa nanti siang akan dilaksanakan pelantikan presiden serta wakil dengan anggaran lebih dari 300 juta rupiah? Apakah itu cukup mahal bagi Anda?
Dari survei yang dilakukan oleh media, banyak anggota masyarakat yang menyampaikan bahwa anggaran itu terlalu “berlebihan” untuk sebuah acara pelantikan dalam sehari. Toh dana itu bisa diberikan pada korban bencana alam yang bergelimpangan di negeri ini. Walau tentu ada beberapa yang mengatakan tidak apa-apa, asal nanti kinerjanya bagus.
Yah…, kalau kita hitung-hitung jika maka 300 juta itu jika berasal dari masing-masing penduduk, maka tiap penduduk dibebankan paling mahal Rp 2,oo (dua rupiah nol sen) untuk pelantikan presidennya.
Wow…, ternyata banyak orang Indonesia enggan menyerahkan dua rupiah nol sen mereka untuk pelantikan presidennya sendiri. Tidak rela melepaskan dua rupiah nol sen untuk menyematkan tanda sah dan kepercayaan pada nakhodanya untuk mengemudi perahu negeri ini.
Tunggu dulu, tidak hanya itu. Yang berkomentar bukan orang yang tak berpunya. Bukan orang yang kelaparan dan makan sehari sekali, atau bahkan harus kelaparan sepanjang hari. Mereka adalah orang berkecukupan dengan handphone modern dan cukup bermake-up dari merk-merk mahal dan terkenal.
Yah, apa boleh buat. Inilah negara kita. Tidak salah juga toh ada yang berpendapat itu mahal. Soalnya kita lebih suka dengan segala sesuatu yang gratisan, he he
Di Polindes yang kecil, Raka mendengar detak jantung yang belum lahir, dan batuk yang tak mau dijelaskan. Malamnya, Oma berbicara kepada seseorang di luar jendela.
Di lorong sempit Sump, seorang rentenir duduk dengan lengan kiri berubah menjadi amber yang masih hangat. Seorang saksi mendengar suara tenang memanggilnya ‘Murid’.
Paulo Freire menolak pendidikan yang hanya menyetor isi ke kepala murid dan mengusulkan belajar lewat dialog. Ulasan buku 1968 yang mengubah cara dunia memandang kelas.
Ikan asin disemprot insektisida? Pahami risiko, kekuatan bukti ilmiahnya, dan cara aman mengendalikan lalat saat menjemur serta memilih ikan asin.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
4 tanggapan
Hardy
KLo sgitu sich ga mahal, orang Nikahan aja banyak yg biayanya lebih dr itu. Klo sampe lebih dr 1 M kyk rencana anggaran KPU kmrn baru berlebihan :D.
Iya Bli, menurut saya juga tidak mahal amat. Namun setiap orang kan punya pendapat masing-masing. Setidaknya bersyukur di negara kita,kebebasan berpendapat dihargai 🙂
Tinggalkan Balasan