A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Sebelumnya kita sudah membahas tentang aplikasi Plurk Client di Linux OpenSuSE. Sekarang mari kita lihat saingannya, layanan microblogging Twitter. Siapa yang tidak kenal Twiter, dari pengguna personal hingga perusahaan bonafit memanfaatkan Twitter untuk berbagai kepentingan. Sehingga tidak salah jika aplikasi Twitter Client lebih banyak dibandingkan dengan saingannya yang lain. Dan Anda bisa jadi kebingungan memilih aplikasi yang tepat.

Beberapa aplikasi klien yang menarik pernah saya sebutkan di tulisan sebelumnya – Amazed with OpenSuSE 11.2. Jika ada yang paling saya minati, mungkin itu adalah choqoK – aplikasi klien Twitter berbasis dekstop KDE (meski saya menggunakan desktop Gnome). Lalu bagaimana kita bisa mendapatkan klien ini di OpenSuSE?

Beberapa klien sudah dibawa dengan sendirinya di OpenSuSE, jika ingin melihat yang lain coba tambahkan programnya melalui YaST: Pilih Komputer >> Install Software >> Ketik Kata Kunci: Tweet atau Twitter, nanti akan diperlihatkan berbagai aplikasi yang tersedia untuk kita. Jika kurang berminat dengan layanan yang sudah disediakan, jangan khawatir, masih banyak lagi aplikasi lain yang bisa kita install. Silakan merujuk kembali ke laman Aplikasi Klien Twitter untuk Linux yang merupakan Wiki Penggemar Twitter.

Beberapa aplikasi mungkin memerlukan Adobe AIR (lihat kembali cara menginstal Adobe AIR di OpenSuSE pada artikel mengenai Plurk Client di atas), kemudian cobalah beberapa aplikasi terkenal seperti TweetDeck, Seesmic, atau TweetPocket dan lihat bagaimana GUI menawan yang diberikan oleh aplikasi berbasis AIR ini.

Jadi, apa klien Twitter favorit Anda?

Artikel Baru Terbit

  • Cyclospora: Parasit Mikroskopis yang Mengintai di Balik Sayuran dan Buah Segar
    Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
  • Ngopi Pagi di Sragen, Otot Lebih Padat: Apa Kata Riset Terbaru soal Kopi dan Komposisi Tubuh?
    Studi kohort Finlandia menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki lemak viseral lebih rendah dan massa otot lebih tinggi meskipun indeks massa tubuh serupa dibanding peminum kopi jarang. Pada pria, konsumsi kopi juga terkait dengan profil testosteron dan SHBG yang lebih baik, namun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
  • Faktor Kesuburan Pria: Sisi yang Sering Terlewat dalam Pencarian Momongan
    Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.
  • Ketika Muntah Datang Seperti Badai yang Terjadwal: Mengenal Cyclic Vomiting Syndrome
    Muntah hebat yang datang berulang lalu hilang seolah tak pernah terjadi—inilah wajah cyclic vomiting syndrome, gangguan interaksi otak-usus yang sering disalahpahami sebagai gastroenteritis biasa. Artikel ini mengulas patofisiologi, kriteria diagnosis Rome IV, pembaruan pedoman NASPGHAN 2025, serta tata laksana berbasis bukti terkini bagi klinisi di layanan primer maupun rujukan.
  • Demo Besar 27 Agustus 2026: Apa yang Perlu Dicermati Pelaku Bursa Saham dalam Jangka Pendek
    Besok, 27 Agustus 2026, Jakarta akan menggadakan unjuk rasa besar oleh berbagai aliansi. Tuntutan termasuk pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor. Polda Metro Jaya telah menyiapkan pengamanan. Aksi ini dapat mempengaruhi IHSG dan rupiah, dengan proyeksi pergerakan cenderung sideways dalam beberapa hari ke depan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

4 tanggapan

  1. Avatar dani
    dani

    Masi tetep pake yang murah meriah, echofon. Hampir ngga mungkin kalo lagi ngenet cuman make twitter aja. Twitter sampingan, browsing-nya yang utama. 🙂
    .-= dani´s last blog ..Rolling Release Distro Linux =-.

    1. Avatar Cahya

      Aih-aih, Bli lupa ya, sekarang kan ada komputer meja (Desktop), komputer jinjing laptop, dan komputer genggam (mobile phone, smartphone, iphone, ultra mini netbook).

      Semisal jalan-jalan ke pantai, paling ambil iphone, terus ngetweet pakai salah satu yang berbasis AIR itu, dan bilang wah…, pantainya rame… 🙂

  2. Avatar hielmy
    hielmy

    saya dulu suka pakai tweetdeck dan seesmic (twhirl) tapi lama2 kok aplikasi dari AIR ini berat jg, saya pake ubuntu, tp untuk aplikasi Adobe AIR tampaknya ga masalah OS apapun, toh sama saja. sekarang saya lebih suka langsung dari web, simpel, praktis, fiturnya sudah makin diperbaiki.

    salam kenal

    @hielmy

    1. Avatar Cahya

      Salam kenal Mas Hielmy,

      Memang aplikasi berbasis Adobe AIR lumayan berat dibandingkan dengan yang berbasis Linux asli (e.g GTK+ etc). Saya melihat seperti TweetDeck bisa menghabiskan 2-3% kinerja CPU.

      Namun dibandingkan dengan menggunakan peramban, saya rasa resource-nya masih lebih kecil, Firefox misalnya di OpenSuSE bisa menghabiskan 3-5% kinerja CPU. Saya tidak tahu kalau di Ubuntu.

      Jadi kalau sekadar sedang tidak lagi browsing mungkin sebenarnya aplikasi berbasis AIR lebih ringan bagi komputer, atau yang berbasis lain seperti choqoK atau Twitux lebih ringan lagi.

      Sedangkan kalau lagi sedang browsing saya setuju jika di peramban memang lebih nyaman. Atau mungkin menggunakan pengaya seperti Yoono dan Echofon di Firefox jadi lebih mengasyikkan bagi mereka yang sering bermain di Twitter 🙂

      He he, pada akhirnya kembali ke masing-masing pengguna layanan 😉

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca