A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Hari ini adalah Hari Kesehatan Sedunia yang jatuh pada 7 April 2010, tema kali ini adalah “1000 cities, 1000 lives”. Karena sebagaimana kita ketahui urbanisasi hingga saat ini telah menyesakkan kota-kota di seluruh dunia. Sehingga nyaris tidak ada lapang kehidupan yang layak untuk dapat dikatakan “ruang hidup yang sehat”. Keprihatinan ini terus bertambah jika di tahun-tahun mendatang urbanisasi tak terencana semakin menjadi-jadi.

Mungkin kita sendiri yang hidup di kota-kota besar, atau setidaknya pernah mengunjungi kota-kota besar tahu bagaimana sesaknya suasana perkotaan. Dan bahkan tidak sedikit kita lihat kesemrawutan tata ruang dan hal-hal lainnya menjadi sesuatu yang seakan begitu memprihatinkan.

Urbanisasi bukan berarti tidak menyebabkan dampak buruk bagi ranah kesehatan. Sedemikian hingga WHO tahun ini mengangkat topik ini dalam kampanye Hari Kesehatan Sedunia.

Mari kita lihat petikan resmi dari situs Kampanye 1000 Kota 1000 Kehidupan:

Urbanization: one of the greatest health challenges in the 21st century
Over 3 billion people live in cities. In 2007, the world’s population living in cities surpassed 50% for the first time in history, and this proportion is growing. By 2030, six out of every 10 people will be city dwellers, rising to seven out of every 10 people by 2050. Urbanization is here to stay. It is an irreversible trend that is now part of the world in which we live. In many cases, especially in the developing world, the speed of urbanization has outpaced the ability of governments to build essential infrastructure. Unplanned urbanization can intensify an existing humanitarian crisis and has consequences for the health security and safety of all citizens in cities.

World Health Day campaign: 1000 Cities, 1000 Lives
With the campaign 1000 cities, 1000 lives, events will be organized worldwide during the week of 7 – 11 April 2010 calling on cities to open up portions of streets to promote health activities. Stories of urban health champions will be gathered to illustrate what people are doing to improve health in their cities.

Bagi Anda yang tertarik untuk mengikuti kampanye ini, silakan klik logo berikut untuk menuju halaman kampanye.

1000 Cities 1000 Lives

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Cahya Legawa

Artikel Baru Terbit

  • What the Elder Leaves Unsaid
    What does a wise elder truly leave the young? Not rules, but roots. Drawing from Wulangreh, Kalatidha, Confucius, Laozi, Rumi, the Dhammapada, and Marcus Aurelius, this essay follows a bronze-caster and his apprentice toward one quiet truth: the deepest teaching asks to be forgotten, so the student can call it their own.
  • The Empu’s Three Counsels
    A Javanese keris-smith teaches his apprentice that mind, heart, and instinct are not rivals for a single throne but three voices folded into one blade through practice. Drawing on Stoicism, Sufism, Taoism, the Gita, and Javanese rasa, this essay argues the true answer is formation, not choice — a self patient enough to let all three disagree until they forge something stronger together.
  • SADARI: Periksa Payudara Sendiri, Apa Kata Bukti Ilmiah Terbaru?
    SADARI membantu perempuan mengenali kondisi normal payudaranya sendiri, meski uji klinis besar menunjukkan metode ini tak terbukti menurunkan angka kematian akibat kanker payudara. Di Indonesia, dengan akses mamografi yang masih terbatas, SADARI tetap bernilai sebagai langkah kewaspadaan awal—asalkan selalu diikuti pemeriksaan klinis profesional saat ditemukan kelainan, bukan sebagai pengganti skrining medis sesungguhnya.
  • The TAME Trial: Bisakah Obat Diabetes Lawas Memperpanjang Usia Manusia?
    Metformin, obat diabetes murah berusia puluhan tahun, tengah diuji lewat TAME trial untuk mengetahui apakah ia bisa memperlambat penuaan biologis dan menunda penyakit terkait usia. Bukti dari hewan menjanjikan, tetapi bukti manusia masih observasional. Pakar sepakat: terlalu dini merekomendasikan metformin untuk anti-penuaan pada orang sehat; gaya hidup sehat tetap strategi utama.
  • Benarkah Generasi Sebelum Baby Boomer Lebih Sehat dan Aktif di Usia Tua? Membedah Klaim yang Sering Beredar
    Klaim bahwa generasi sebelum baby boomer lebih sehat dan aktif hingga lansia sebagian besar adalah mitos akibat survivorship bias — kita hanya mengenang yang bertahan. Namun, riset gerontologi terbaru dan data SKI 2023 menunjukkan kekhawatiran nyata: usia harapan hidup Indonesia meningkat, tetapi beban penyakit tidak menular turut melebar, sehingga tahun hidup tambahan tidak selalu berarti tahun yang sehat.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

8 tanggapan

  1. Avatar sugeng
    sugeng

    1000 kota, 1000 kehidupan 😕 semoga dengan peringatan dan momentum hari kesehatan sedunia ini kita semua bisa memaknai bahwa kesehatan itu lebih penting dari segalanya mengigatkan diriku agar lebih sering berolah raga 😎

  2. Avatar Asop
    Asop

    Coba menuju ke TKP…. 😎

  3. Avatar wigati
    wigati

    🙁 jadi pengen pulang kampung aja kalau ingat dampak negatifnya urban gini, pengen ngasih tau orang2 kalau mending bertani aja, daripada dikota jadi kuli, mending mbatik aja, daripada di kota jadi pembantu..kampanye bangga sama daerah sendiri.. gitu? :chic:

    1. Avatar Cahya

      Wigati,

      Sayangnya sebagai suatu fakta di zaman modern ini, urbanisasi hampir tidak bisa dibendung. Memang tugas kita bersama (masyarakat dan pemerintah untuk saling mengingatkan dampak buruk urbanisasi).
      Namun kota-kota yang telah menjadi sasaran urbanisasi, tidak bisa dibiarkan sesak begitu saja tanpa penataan sehingga membuat kualitas kesehatan masyarakatnya menurun.

      Nah, kampanye ini mengajak sebuah kota yang menjadi korban urbanisasi untuk menata ruang hidup penghuninya sedemikian hingga menjadi sehat, setiap kota boleh melakukan apa saja yang menjadi kreativitasnya. Mulai dari menanam pohon di setiap rumah, hingga menutup jalan-jalan utama untuk kampanye kesehatan dan lain sebagainya.

      Sementara urbanisasi tidak dapat dihentikan bukan berarti kehidupan masyarakat kota bisa dibiarkan menerima dampak negatifnya terus menerus.

  4. Avatar jun
    jun

    saia jadi bertanya”, kira” sehari bisa ada berapa artikel ya 😉

  5. Avatar Puskel

    :shy: MAAF, komentarnya tusuda bisa muncul menjadi rangkap, karena tadi ada keterlambatan koneksi jaringan.
    Kebetulan hari ini di blog puskel juga membahas bagaimana caranya memperingati hari kesehatan sedunia, berdasarkan kajian berbagai sumber informasi, agar semuanya bisa berpartisipasi mensukseskan program tersebut. Semoga berkenan berbagi pengalamannya bersama. :blush:

  6. Avatar TuSuda
    TuSuda

    Beberapa cara kreatif dari badan kesehatan dunia, maupun promosi depkes, dalam mengingatkan tentang arti pentingya pola hidup sehat telah mengalami pembaharuan, seiring perkembangan jaman. Kali ini temanya mengangkat masalah urbanisasi perkotaan. Semoga semuanya bisa berpartisipasi aktif untuk mewujudkannya secara optimal.
    TERIMAKASIH telah berkenan berbagi informasi bersama… 😎

  7. Avatar TuSuda
    TuSuda

    Beberapa cara dalam mengingatkan tentang pentingya hidup sehat telah mengalami pembaharuan, seiring perkembangan jaman. Kali ini temanya mengangkat masalah urbanisasi perkotaan. Semoga semuanya bisa berpartisipasi untuk mewujudkannya.
    TERIMAKASIH telah berkenan berbagi informasi bersama… 😎

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca