A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Pengguna dan pecinta produk blog client Windows Live Writer kini dapat mencoba rilis beta publik untuk Windows Live Writer Wave 4 yang merupakan bagian dari Windows Live Essential Wave 4 Beta. Program lain yang disertakan adalah: Photo Gallery, Mail, Movie Maker, Messenger, Family Safety, Bing Bar, dan Sync.

Windows Live Writer sendiri adalah produk yang saya selalu gunakan untuk menulis di blog ini, tentu dengan beberapa kemudahan akses yang ditawarkan. Jadi saya rasa pengguna Windows Live Writer mungkin perlu mencoba versi beta ini sebelum versi stabil dirilis dan memberi masukkan apa saya yang mereka inginkan untuk versi ini.

Namun perlu diperhatikan bahwa ada sistem minimal yang diperlukan untuk menjalankan Windows Live Essential Beta:

  • Sistem Operasi: Windows Vista Service Pack 2 32-bit dan 64-bit dengan mengaktifkan platform update untuk Windows Vista (mohon maaf bagi yang menggunakan bajakan), Windows 7, Windows Server 2008 dengan Service Pack 2 dengan mengaktifkan platform update juga, serta Windows Server R2.
  • Prosesor: 1,6 GHz atau lebih tinggi.
  • Memori: 1 GB atau lebih tinggi.
  • Resolusi monitor: minimum 1024 x 576 (maaf bagi yang menggunakan mini netbook).
  • Mendukung koneksi internet.

Untuk tambahan detail bisa dilihat di: Windows Live Beta System Requirements.

Program beta ini akan otomatis diperbaharui ke versi penuh jika sudah tersedia melalui Windows Update. Sementara versi ini belum memiliki Bahasa Indonesia untuk mendukungnya. Namun setidaknya sudah mendukung beberapa Bahasa Internasional, dan Anda bisa menggunakan untuk melakukan publikasi ke berbagai mesin blog seperti WordPress (dan turunannya)$, Blogspot, Typepad, b2evolution, Live Spaces. Dan dapat menulis secara luring (ofline) tanpa terganggu oleh aktivitas daring (online).

Untuk mengunduhnya silakan gunakan pranala berikut:

Halaman unduh Microsoft Live Essential Wave 4 Beta

Halaman unduh Microsoft Live Essential Wave 3 (jika Anda ingin versi stabil terkini).

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
  • PFAS di Meja Makan: Apa yang Diungkap Tinjauan Lanskap WHO tentang “Bahan Kimia Abadi” yang Kita Telan
    WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
  • Nasi di Piring, Racun yang Tak Terlihat: Apa Kata Evaluasi Terbaru WHO/FAO tentang Arsenik dalam Makanan
    Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

2 tanggapan

  1. Avatar Cahya

    Hanif,

    Kalau yang Wave 3 saya memang selalu menggunakan, ini sedang mengunduh Wave 4 beta, jadi belum tahu apakah yang baru ini bisa direkomendasikan atau tidak. Tapi mungkin tidak bisa segera, karena tidak ada offline installer 🙁

  2. Avatar hanifmahaldi
    hanifmahaldi

    belum pernah nyaba sama sekali windows live writer nih, sepertinya recommended ya bli…

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca