Kita sering membayangkan internet itu “awan” yang melayang di langit. Kenyataannya, internet adalah kabel: kabel di dasar laut, kabel di tiang listrik, dan kabel yang kadang bikin pemandangan kota mirip semangkuk mi instan. Pekan ini ketiganya muncul di berita. Periode liputan: 2–6 Oktober 2026 (diperluas ke beberapa hari karena kabar jaringan hari ini cenderung tipis).
1. Kabel laut Filipina–Singapura terganggu
Pada 2 Oktober 2026, pengguna di Filipina mengeluhkan internet lambat dan putus-nyambung. Penyebabnya gangguan pada kabel bawah laut yang menghubungkan Filipina dengan Singapura. Menurut laporan GMA News, Menteri DICT Henry Aguda menyebut kemungkinan kerusakan alami atau kegagalan peralatan, dan menegaskan terlalu dini menyimpulkan sabotase. Laporan yang sama menyebut sekitar 300 gigabit per detik kapasitas hilang.
Operator seperti Globe, PLDT, dan Converge mengalihkan lalu lintas ke kabel lain. Hasilnya, PLDT menyatakan layanan pulih penuh pada 4 Oktober sekitar pukul 16.30, meski Globe sempat menyebut perbaikan fisik serat yang rusak bisa memakan waktu beberapa pekan. Penyebab pastinya belum diumumkan.
Kenapa penting: ini contoh nyata kenapa operator menyewa banyak jalur. Satu kabel putus, pengguna hanya merasa “agak lemot” selama jalur cadangan cukup. Tanpa cadangan, ceritanya lain. Indonesia, yang juga bergantung pada kabel laut untuk lalu lintas internasional, punya pelajaran serupa.
2. Tabanan, Bali: tenggat relokasi kabel provider
Dari sisi darat, Pemkab Tabanan memberi tenggat 6 Oktober 2026 kepada provider untuk merelokasi kabel utilitas di Jalan Gajah Mada dan sekitarnya. Alasannya: estetika kota, keselamatan, serta kelancaran prosesi adat dan keagamaan seperti arak-arakan ogoh-ogoh yang tidak boleh tersangkut kabel. Koordinasi disebut sudah dimulai sejak April 2026, dan pemerintah mengancam memutus kabel yang tidak dipindahkan; kerugian akibat pemutusan dinyatakan menjadi tanggung jawab provider.
Saya belum menemukan laporan tentang apa yang terjadi setelah tenggat lewat, jadi kita tunggu kabar berikutnya. Kenapa penting: penataan kabel adalah tarik-ulur klasik antara kota yang rapi dan layanan yang tidak boleh mati. Biaya pemindahan jaringan sendiri sering jadi pokok perdebatan di industri.
3. Konteks: 5G Indonesia terus diperluas
Bukan berita 24 jam terakhir, tetapi relevan sebagai latar. Sejak lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, operator tancap gas. XLSmart, misalnya, dilaporkan menaikkan belanja modal 2026 menjadi Rp20 triliun dan menargetkan 5G di 101 kota/kabupaten hingga akhir tahun, dari target awal 88. Perusahaan menyebut 5G komersialnya sudah hadir di lebih dari 50 kota. Angka-angka ini klaim perusahaan, jadi cakupan nyata di lapangan tetap perlu kamu cek sendiri di daerahmu.
Di sisi lain, Lintasarta dilaporkan mengelola lebih dari 2.000 terminal Starlink aktif per Agustus 2026, terutama untuk korporasi, pertambangan, dan wilayah tanpa fiber. Satelit orbit rendah makin jadi “jalur cadangan” untuk tempat yang tidak terjangkau kabel.
| Kabar | Tanggal | Intinya |
|---|---|---|
| Kabel laut PH–SG | 2–4 Okt 2026 | ~300 Gbps hilang, lalu lintas dialihkan, layanan pulih |
| Kabel provider Tabanan | Tenggat 6 Okt 2026 | Ultimatum relokasi, hasil belum jelas |
| XLSmart 5G | Konteks (awal Sep) | Capex Rp20 T, target 101 kota |
Benang Merah Hari Ini
Internet yang cepat itu urusan fisik: kabel yang aman di laut, kabel yang tertata di darat, dan jalur cadangan yang cukup. 5G dan satelit menarik, tetapi fondasinya tetap infrastruktur yang jarang kita pikirkan sampai ia bermasalah.
Bagaimana dengan internet di tempatmu, apakah sudah merasakan 5G atau masih berjibaku dengan sinyal? Ceritakan di kolom komentar.
Sumber
- NewsBytes PH: PH-SG subsea cable cut disrupts Internet as telcos reroute traffic (3 Okt 2026)
- NewsBytes PH: Internet services normalize after PH-Singapore cable cut (4 Okt 2026)
- GMA News: Slow, intermittent internet in PH linked to submarine cable outage
- Bali Tribune: Pemkab Tabanan beri tenggat provider relokasi kabel utilitas
- Investortrust: XLSmart capex dan ekspansi 5G 101 kota
- Bisnis.com: Lintasarta kelola 2.000 terminal Starlink





Tinggalkan Balasan