Les pèlerins au-dessus des nuages

28 Oktober 2026, untuk mereka yang melangkah hari ini

Siang ini jalanan Jakarta terasa lain.
Ia tak lagi hanya dilalui,
ia sedang didoakan
oleh kaki-kaki yang masih muda.

Sembilan puluh delapan tahun lalu,
sekelompok pemuda berdiri dan berikrar:
satu tanah, satu bangsa, satu bahasa.
Kata-kata itu tidak pernah selesai diucapkan.
Ia menunggu seperti benih,
sampai ada dada yang cukup hangat
untuk menumbuhkannya kembali.

Hari ini dada itu ada.
Ia berdiri di antara spanduk dan matahari,
membawa sesuatu yang sering disangka amarah
padahal cinta yang terlalu lama menunggu
untuk didengar.

Di tempat yang jauh dari keramaian,
seorang ibu menggenggam tasbih di dapurnya.
Seorang petani menengadah pada langit yang kering.
Seorang perawat menunda lelahnya
demi satu doa yang tak sempat ia ucapkan keras-keras.
Mereka tak tampak di layar mana pun,
tetapi langkah itu tak pernah benar-benar sendirian.

Semoga semangat itu bara
yang menerangi, bukan yang menghanguskan.
Negeri ini tak butuh abu.
Negeri ini butuh fajar.

Semoga yang berangkat pulang dengan selamat,
membawa kembali suara yang ia tabur,
agar kelak ia jadi hujan
bagi tanah yang kita cintai.

Sebab harapan, kawan,
adalah satu-satunya warisan
yang justru makin terang
setiap kali ia diberikan.

Artikel Baru Terbit

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Tinggalkan Balasan