A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Masih ingat dengan tulisan bersih-bersih kamar sebelumnya? Kali ini saya merombak kembali kapal tua saya. Saya bukan tipe orang yang pandai dalam merapikan kamar, tapi saya ahli dalam mendesain kapal pecah di dalam ruang pribadi saya.

Hanya saja kali ini saya tidak ada persiapan khusus untuk bersih-bersih kamar, biasanya jika memang berencana melakukan perombakan kamar dari medium sampai mayor, saya akan membeli masker dan hand gloves – karena saya alergi debu – atau saja akan jatuh sakit pasca bersih-bersih kamar.

Beberapa fakta yang saya temukan saat bersih-bersih kamar adalah:

  • Kamar saya memiliki banyak debu, namun ternyata banyak juga rambut yang rontok ada di karpet;
  • Ada banyak koin receh berserakan dan penuh debu di mana-mana, ha ha, mirip kapal perompak memang;
  • Para cicak sahabat saya, seperti sekarang banyak generasi baru yang mungil dan lucu-lucu, markas besar mereka di bawah meja belajar dan di belakang lemari – salah satu alasan saya tidak menggunakan obat nyamuk dan lain-lain adalah keimutan mereka.

Aku memerlukan waktu dua hari setiap paginya untuk merapikan kondisi berantakan seperti gambar di atas. dan menjelang siang hidungku sudah mulai gatal-gatal karena debu, ah…, jadi berharap seandainya masih ada vacum cleaner.

 

Ah, ternyata jadinya tidak begitu rapi ya…

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

22 tanggapan

  1. Avatar aldy

    Cendananya sudah habis dua karung, masih belum berhasil juga 😀

    Nasib anak kost…

  2. Avatar MENONE

    wahhhhhh perlu ditiru to……….heheheheehehehehehe

    lam knl smua………

    link deleted by admin | duplicated link detected

  3. Avatar ArdianZzZ

    Dilihat dari metadatanya bukan kamar yang sama tuh… Tanya deh Oom Roy… 😀

  4. Avatar orange float
    orange float

    itu sprei sama bantal bonekanya lucu sekali. imut…. 😀

  5. Avatar Cahya

    Rizarahmi,

    Setelah bersih biasanya bisa tidur lebih lelap :D.

    Pak Aldy,

    Ah, dari kemarin bakar cendana melulu nih Pak Aldy :lol:.

  6. Avatar PF
    PF

    Mungkin perlu dipertimbangkan mencari teman yang bisa merapikan kamar 😀

  7. Avatar rizarahmi
    rizarahmi

    Maaf, awalnya memang berantakan itu. Heheh…

    semoga setelah bersih dan rapih jadi dapat spirit baru 🙂

  8. Avatar Cahya

    Orange Float,

    Begitulah kalau belanja barang sama cewek, pilihannya juga beda :D.

    Mas AdianZzZ,

    Wah saya tidak sampai menggunakan analisis meta, cukup cohort saja :).

  9. Avatar Cahya

    Suci,

    He he, penampilan bisa menipu lho – sayang saya bukan pesulap bedah rumah, apalagi bedah kamar.

    Kecoa jomblo sudah mati, kemarin ta’ semprot pakai obat nyamuk (jadi semprotannya bukan buat nyamuk, tapi buat kecoa).

  10. Avatar suci gusri
    suci gusri

    sepertinya bukan kamar yg sama… hayo ngaku pinjem kamar siapa..hohoho..urusan kecoa jomblo gmana nih?? hahahahaha

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca