A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Untuk menjalankan beberapa berkas multimedia yang tidak didukung secara default oleh Linux OpenSUSE 11.3 maka saya perlu memasang codecs tambahan. Secara aslinya, OpenSUSE hanya mendukung formta-format bebas, non-paten, terbuka sepert Ogg Theora, Ogg Vorbis dan Flac karena alasan hukum legal (DMCA & Paten Peranti Lunak Amerika).

Sedangkan beberapa multimedia lain seperti MP3, DVD, AVI dan lain sebagainya akan memerlukan dukungan codecs tambahan. Berkas tambahan akan diunduh dari vendor ‘Packman’ dan mengganti vendor asli ‘OpenSUSE’.

Menurut Unofficial Guite to OpenSUSE 11.3: Multimedia Codecs, ada 3 cara dalam memasang codecs ini di sistem operasi OpenSUSE 11.3. Menggunakan ‘1-click install’, pemasangan manual atau menggunakan baris perintah (command line), tergantung tipe mana yang lebih pas untuk kita.

1- Click Install

Pemasangan ini adalah metode yang paling sederhana, cukup klik tombol/gambar di bawah untuk memasangnya, dan Anda akan dibawa langsung menuju instalasi multimedia codecs.

Multimedia Codecs 1-Click Install

Berkas yang akan dipasang akan menghabiskan ruang sekitar 178 MB, Anda mungkin memerlukan internet akses yang cukup bagus untuk mulai memasangnya, karena jika tidak beberapa pemasangan bisa terhenti di tengah jalan.

Jika Anda mendapat jendela peringatan untuk mengubah vendor dari ‘OpenSUSE’ ke ‘Packman’, tinggal pilih opsi paling atas dan coba lagi dengan memilih ‘OK – try again!’.

Pemasangan Manual

Jika Anda ingin memasang secara manual, jangan lupa memasang ‘repository packman’ terlebih dahulu. Jika Anda tidak begitu paham tentang konsep ‘paket manajer’ & ‘repositori’, silakan melihat panduan tentang  ‘Memasang Peranti Lunak’ dan ‘Repositori Peranti Lunak’ – dalam bahasa Inggris.

Lalu pasanglah paket-paket berikut secara manual:

  • libxine1-codecs
  • w32codec-all
  • k3b-codecs
  • ffmpeg
  • lame

Untuk video dalam format DVD, karena bentuknya terenkripsi, maka guna memainkannya (misal dengan Kaffeine), perlu dipasang terlebih dahulu libdvdcss. Tambahan repositori secara manual: http://opensuse-guide.org/repo/11.3/ ke YaST dan pasang paket libdvdcss.

Pemasangan dengan Terminal

Untuk memasang codecs via terminal, lakukan langkah berikut (ingat untuk menyalin-tempel kode di bawah, saat menempel gunakan klik kanan tetikus dan pilih ‘paste’ atau gunakan papan ketik: Ctrl+Shift+V).

Pertama tambahkan respositori yang diperlukan:

zypper ar -f http://ftp.gwdg.de/pub/linux/packman/suse/11.3 packman
zypper ar -f http://opensuse-guide.org/repo/11.3 dvd

Lalu pasang paket yang diperlukan:

zypper in libxine1-codecs k3b-codecs ffmpeg lame libdvdcss w32codec-all

Anda akan diminta apakah akan mengizinkan perubahan vendor atau tidak – izinkan saja. Dan pemasangan akan selesai.

← Kembali

Terima kasih atas tanggapan Anda. ✨

Rating(wajib)

Artikel Baru Terbit

  • Nutri‑Level: Ketika Segelas Boba Mulai Punya “Rapor” Kesehatan
    Kementerian Kesehatan Indonesia menerbitkan KMK Nomor HK.01.07/MENKES/301/2026 untuk mengatur label gizi pada minuman siap saji, dikenal sebagai Nutri-Level. Sistem ini bertujuan mengurangi konsumsi gula, garam, dan lemak berlebih, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kesadaran konsumen dan mendorong reformulasi produk.
  • Ketika Angka Kasus HIV Tidak Menceritakan Seluruh Kisah: Menata Ulang Surveilans di Era Penyakit Lanjut
    Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
  • Permenkes Perbekalan Kesehatan 2026: Antara Visi Kemandirian dan Realitas Akses Obat di Lapangan
    Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
  • Permenkes Penanggulangan Penyakit 2026: Satu Payung Hukum, Berlapis Konsekuensi bagi Fasilitas Kesehatan
    Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
  • The Dream That Keeps Breathing
    What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

10 tanggapan

  1. Avatar Cahya

    Mas Agung,

    Kalau menurut yang disampaikan Bli Dani, mungkin depedencies untuk k3b yang belum sempurna ya – Amarok kan perlu itu (walau hanya menduga-duga).
    Sudah pakai Banshee saja Mas Agung :D.

  2. Avatar agung

    Saya sudah pernah menginstal codecs untuk memutar file mp3, dengan pemutar Banshee, totem, xmms sudah bisa Hanya dengan Amarok yang belum bisa. 🙁

    PCLinuxOS, Mandriva sepertinya lebih mudah, tapi saya masih suka Green Gecko 🙂

  3. Avatar agung

    Maaf Mas Cahya, maksud saya muter dengan Amarok

  4. Avatar Cahya

    Bli Budi,
    Sama seperti saya juga, saya hanya pengguna saja, kalau masang program saya masih memanfaatkan fitur YaST yang berbasis antar muka pengguna. Jadinya kalau untuk proses yang berjalan di balik layar, saya juga tidak begitu paham.

    Planet Orange,
    Saya hanya suka coba-coba saja, OpenSUSE lumayan ringan sebagai sistem operasi. Biar saya juga ndak ketagihan main “game” di Windows® he he :D.
    Tapi saya tidak sampai mainan untuk tingkat server.

    Mas Agung,
    Pas saya pertama selesai memasang OpenSUSE 11.3, saya tidak bisa memutar .mp3 yang ada di partisi Windows. Tapi kemudian saat saya terhubung ke internet, OpenSUSE secara otomatis menyarankan mengunduh codecs khusus .mp3, jadi pasca mengunduh codecs tersebut, saya langsung bisa menjalankan berkas jenis tersebut tanpa masalah.

    He he, alasan pakai Green Gecko menyelesaikan masalah tanpa masalah :lol:.

    Bli Dani,
    Jadi kalau aplikasi asli GNOME (GTK+) tidak memerlukan depedensi terhadap k3b kan?

  5. Avatar Planet Orange

    Sudah lama gak pake Suse, saya kebanyakan pake linux hanya utk keperluan web server, db server mas… emang terkadang harus menginstal codec multimedia jika pengen bikin situs modelan youtube…

  6. Avatar dani

    Cahya,
    kde dot org/applications/multimedia/k3b/ (KDE – k3b – disk burning).

  7. Avatar agung

    Ah ya, selama saya bermain dengan openSUSE belum bisa muter file mp3 (maaf bajakan) 😛
    baik di KDE maupun di GNOME, kira2 butuh apa saja ya?

    tapi dulu pakai yang versi multimedia dari Om vavai bisa sih (tinggal pakai saja)

  8. Avatar dani

    Yang k3b, Kaffeine, kan untuk KDE. Bisa diputuskan, apakah akan memakai hanya pustaka/'library' GTK+ (GNOME) saja atau Qt (KDE) juga. Karena sama saja akan memengaruhi besar ukuran 'update/upgrade' berikutnya, walau desktop memakai salah satu, GNOME atau KDE saja.

    Misal untuk memasang Kaffeine, dibutuhkan beberapa berkas dan pustaka inti KDE. Sama saja dengan memasang KDE standar/minimal. Fitur GUI KDE memang lebih banyak dibanding GNOME.

    Tolong koreksi saya jika benar/salah.

  9. Avatar budiastawa
    budiastawa

    Mm… saya belum mudheng dengan Linux. Bisanya cuman pake aja. Kalau instal2 saya belum bisa, Dok.

    Saya salut sama pak Dokter-pak Dokter ini. Selain bisa ngobatin orang sakit, tapi juga jago IT.

  10. Avatar Cahya

    Bli Dani,

    Apa codecs k3b hanya untuk Kafein saja. Sebenarnya yang penting itu kan w32codec-all,

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca