Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan negeri ini, mungkin karena saya tipe orang yang old fashioned – jadi tidak dapat menyerap perkembangan zaman dengan baik. Sekarang makin banyak saja pengiriman pesan singkat (sms) yang semakin disingkat, dipenggal dan dipendekkan seenaknya.
Apa orang begitu sibuknya sampai harus menyingkat nyaris semua katanya dalam layanan pesan singkat? Atau tidak ingin buang-buang waktu dengan menulis panjang lebar, dan biarkan saja yang membaca menyelesaikan pembacaan lanjutannya?
Saya bukan penerjemah yang baik, yang bukan ahli membuka enkripsi sebuah pesan. Jadi jika semua kata disingkat dan dipadatkan, jangan harap saya akan membaca pesan itu, bisa-bisa saya hapus langsung dari ponsel saya, peduli amat isinya penting atau tidak.
Setiap orang harus belajar menulis pesan secara terang/jelas, padat, dan informatif. Bukannya memendekkan dan menyingkat kata seenak hati, tapi isinya melebar kemana-mana tidak karuan. Jika tidak sanggup, tulislah surat atau karangan bebas saja jika mau berkirim kabar pada saya!
Saya seperti penyandang disabilitas untuk membaca semua kata-kata yang dibuat menjadi asing itu. Jika orang tidak peduli pada kesulitan saya untuk membacanya, mengapa saya harus peduli untuk mengacuhkan pesan itu?
Apalagi kalau suasana hati saya sedang tidak enak, bisa-bisa saya labrak balik mereka yang mengirim pesan seperti itu.
Anak cadel atau salah mengucapkan bunyi tertentu memang sering dianggap lucu dan akan hilang sendiri. Artikel ini mengulas gangguan artikulasi dan gangguan bunyi bicara pada anak: bedanya dengan keterlambatan bicara, seberapa sering terjadi, tanda yang perlu dicermati, dan terapi yang didukung bukti.
Artikel ini membahas simulasi Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) pada proses penandaan lokasi operasi dan time-out di ruang operasi. Ditemukan kelemahan dalam metodologi RPN, di mana dua skenario dengan skor berbeda dapat memberikan angka RPN yang sama. Penekanan perlu diberikan pada kegagalan dengan severitas tinggi meski RPNnya rendah.
Apa satu barang milik Anda yang sangat bernilai sentimental? There is a small, chipped ceramic turtle that has sat on my desk for as long as I can remember. Its shell is a faded, unnatural green, and one of its tiny legs broke off before I even knew how to speak. I have moved house… Read more: The Kite String of Memory
Yosef datang malam-malam membawa seekor kakap merah dan kabar bahwa ia berhenti sekolah. Raka belum mau menerima kabar itu, dan bapa Yosef menantangnya ikut melaut satu malam.
Celah kritis Oracle EBS mulai diintai, Chrome dan Firefox menambal puluhan celah, dan penipu menyamar jadi helpdesk IT di Teams. Cek dulu ini.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
sebenarnya pesan yang disingkat2 itu karena bahasa kita bisa dibuat/mudah disingkat dan dimengerti walaupun disingkat. Berbeda dengan bahasa lain seperti bahasa Inggris klo disingkat maka akan sulut dibaca, palagi bahasa yang memakai huruf selain huruf romawi seperti Japn, China, India dll. Alasan orang menyingkat juga adalah karena keterbatasan jumlah karakter pesan (menghemat pulsa yang keluar) dan agar cepat.
Selama ini saya enjoy2 saja dengan penyingkatan itu. Tapi ada 1 yang g saya pahami misal "Maaf menjadi 5f" kenapa g dituli Mf saja kan.. orang mungkin nyebutnya tulisan alay.. ^_^
SMS itu fungsinya apa sih? Cuma untuk berkirim kabar singkat saja kan? Jadi ya seharusnya ndak perlu lagi ada kata yang disingkat karena seharusnya kabar yang kita kirim melalui sms sudah singkat. Misal: Cepat pulang, rumah kebakaran! Ndak perlu ada kata yang disingkat kan? 😛
Saya setuju kalau anda memilih untuk ndak membaca pesan semacam itu. Tapi ndak perlu pakai kesal. Jadi buang-buang energi. Apalagi di bulan puasa seperti ini, terasa banget untuk saya energi yang terbuang karena kesal/marah.
Mas Cahya, kalo saya sih, selama menyingkatnya bukan secara 4l4y, saya masih bisa menerima. SAya benci Alay, dan saya juga ga suka dengan tulisan sms yang besar dan kecil gak beraturan…
Itu biasanya anak muda yang gaul biasanya melakukan seperti itu. Atau emang sengaja di singkat seperti itu karena mengandung pesan2 yang sangat penting dan confindental sekali yang seharusnya pihak proveder gak tahu maksud yang terkandung 🙁 aku gak tahu.
<del>aku juga sampai menggeyitkan dahi saat membaca pesan rahasianya pak Aldy</del> Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
Mas Cahya,
seharusnya singkatan yang padat melekat pada pesan singkat diponsel mulai ditinggalkan, karena sekarang sudah banyak ponsel yang keypadnya quetry, sebenarnya tidak ada alasan untuk menyingkat lagi. Selain itu biaya pengiriman SMS semakin murah.
Disabilitas pesan singkat? hehehe…tak kiran saya saja yang suka sewot dapat pesan singkat yang disingkat 😀
<q>jgn swt, jmn skr i, sdh jmk klu psn sma diskt, kl pjg sma lyr phn g ckp, lg pl hrs hmt tmpt gar tdk tll pjg.</q>
Beneran uee…, ndak bisa kebaca 😛
Bukan masalah QWERTY atau model lama, saya sedari pakai ponsel Siemens S45 dulu yang hitam putih juga tidak pernah menyingkat kata. Dan tarif masih mahal waktu itu.
Ya, saya lebih suka jadi penyandang disabilitas pesan singkat :D.
Tinggalkan Balasan