Sistem operasi yang saat ini lumayan banyak menunjang dunia kedokteran yang saya lihat adalah besutan Apple, he he…, soalnya saya lebih banyak lihat teman sejawat membawa iPhone atau iPad dengan banyak sekali aplikasi medis di dalamnya. Lalu bagaimana dengan Linux, saya sendiri tidak tahu banyak. Namun yang saya tahu adanya yang namanya “Open Source Healtcare Software” yang merupakan kumpulan dari pelbagai peranti lunak guna mendukung dunia kedokteran. Mulai dari pembuatan rekam medis digital, pengelolaan rumah sakit, hingga mungkin ke pengoperasian alat-alat canggih.
Rupanya setelah saya lihat-lihat, Green Gecko memiliki sebuah repositori khusus untuk hal ini. OpenSUSE Medical Repositories adalah sentranya. Ha ha…, ternyata pasca setahun lebih menggunakannya, saya malah baru tahu, memang benar-benar gaptek di bidang teknologi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
22 tanggapan
suci gusri
ya'…mo bntuin aq gak? Pengen install EMR bwt d kompunya praktekan..tp males donlot n instal sndiri….hehehehe…
Ocha,
Silakan, tapi saya hanya kebetulan nemu saja, belum mengaplikasikannya secara penuh. Karena masih menggunakan Windows® untuk keperluan sehari-harinya.
Bli Dani,
Saya masih alergi sama akhiran <code>.deb</code> itu 🙂 – saya sebenarnya ingin yang cukup praktis, seperti misalnya dose calculator, ICD-X (kalau diizinkan), atau sejenisnya yang bisa membantu di kamar prakter kecil, bukan sesuatu yang diimplementasikan untuk mengatur sistem tertentu di rumah sakit. Bli ada saran?
Kalkulator medis pakai sejenis MedCalc di PDA saja. Rekam medis elektronik sederhana bisa coba yang disarankan di daftar Wiki itu, misalnya pakai openMRS yang dikembangkan Bli Winardi dkk. Distro medis Linux bisa lihat di daniiswara dot net/2010/04/medical-linux-distributions/.
Bli Dani,
Wah, ndak enak dong di ruang praktek pakai PDA (ngeles ndak punya Palm OS), kalau pakai monitor kecil Linux dengan touch screen kan enak (mimpi Linux masa depan) – lebih legeartis gitu kesannya.
Bli Dani,
MedCal dan lain sebagainya kebanyakan kan tidak open source, maksudnya ada tidak open source kedokteran serupa yang bisa diaplikasikan pada touch screen?
Sepertinya kebanyakan aplikasi di Windows Mobile, PalmOS dan sejenisnya berbayar deh untuk yang kedokteran. CMIIW.
Menurut saya, untuk aplikasi sejenis yang sederhana, layar sentuh hanya masalah antarmuka saja. Kebanyakan memang versi gratis, bukan 'open source'. Jika ada pengembang yang berminat mengembangkan versi 'open source', hubungi saja para dokter pembuatnya. Proyek aplikasi sejenis lainnya mungkin ada di basisdata semacam Google Code & SourceForge.
Tinggalkan Balasan