Entah mengapa saya suka melihat percik air, mungkin karena gerak air di antara relung gravitasi memiliki iramanya tersendiri. Dalam dunia fotografi sekali pun, abstraksi air yang tepercik memberikan banyak inspirasi, setidaknya begitulah yang disampaikan Dani Iswara pada saya beberapa waktu yang lalu.
Jadi saya mencoba mengambil gambar berikut tadi petang, hanya berbekal hujan dan air cucuran atap, saya mencoba menangkap wujud dari abstraksi tersebut. Kali ini speed shutter saya sesuaikan menjadi 1:500, sehingga harapan saya jika ada butir air-pun akan tetap tertangkap dalam kesekejapannya. Dan karena kondisi gelap, saya juga memerlukan bantuan lampu flash bawaan.
Ah, sayang karena sudutnya kurang begitu bagus, jadinya tidak tertangkap dengan baik. Tapi inilah keisengan saya jika tidak sedang memiliki kegiatan, hanya menyembari diri menemani hujan.


Tinggalkan Balasan ke lukisanlangit Batalkan balasan