A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Apakah Anda memiliki kertas dinding (wallpaper) atau bahkan foto yang mencirikan nusantara dan berlisensi GPL/Creative Commons? Anda bisa mengirimkannya untuk dijadikan wallpaper pada IGOS Nusantara 2011.

Tunggu dulu, apakah semuanya sudah mengenal IGOS Nusantara? IGOS (Indonesia Go Open Source) Nusantara, yang kemudian dikenal sebagai IGN adalah sebuah sistem operasi berbasis Linux. Sistem operasi ini telah dirilis sejak tahun 2006, bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada peranti lunak proprietary, meningkatkan penggunaan peranti lunak legal yang aman dan efisien untuk digunakan. Diharapkan melalui IGN, maka anggaran negara dapat dipangkas dalam pembelian lisensi peranti lunak setiap tahunnya.

Saat ini tengah dikembangkan IGN-2011 yang memasuki tahap beta 1.  IGN-2011 dirilis dengan menggunakan Gnome Shell dari Gnome 3. Beberapa peranti lunak standar melengkap IGN-2011, seperti Firefox 4; LibreOffice 3.3.2; Gnome Media Player 1.0.2; Pidgin 2.7.11; Inkscape 0.48; Gimp 2.6.11; serta ribuan paket lainnya.

Nah, kini untuk mempermanis tampilan IGN-2011, tentunya mesti ada sentuhan khas nusantara bukan? Jika Anda bersedia menyumbangkan foto atau gambar yang anda miliki, silakan hubungi pihak pengembang IGN-2011 melalui halaman ini: IGOS Nusantara 2011 Beta dan Wallpaper Baru. Atau via surel ke alamat: bantuan[at]igos-nusantara[dot]or[dot]id.

IGOS Nusantara 2011

Bagi Anda yang suka fotografi dan berkeliling nusantara, tentunya akan memiliki banyak koleksi foto yang menarik bukan? Nah, siapa tahu foto anda akan bisa menjadi wallpaper utama di sistem operasi yang dikembangkan anak negeri ini. Dan membuat kita turut berpartisipasi dalam pengembangan IGOS Nusantara.

Artikel Baru Terbit

  • Kaki Gajah yang Tak Sekadar Bengkak: Mengurai Filariasis Limfatik dari Cacing hingga Perawatan Diri
    Filariasis limfatik atau kaki gajah bukan sekadar bengkak biasa, melainkan hasil kerusakan sistem getah bening bertahun-tahun akibat cacing yang ditularkan nyamuk. Artikel ini mengulas gejala, diagnosis, manajemen limfedema tujuh tahap, dan tantangan unik Indonesia sebagai satu-satunya negara dengan tiga spesies cacing filaria sekaligus.
  • Debu, Bor, dan Bangsal Pasien: Mengelola Risiko Infeksi Selama Konstruksi Rumah Sakit
    Setiap kali rumah sakit direnovasi, debu konstruksi membawa risiko infeksi jamur yang bisa mengancam nyawa pasien imunokompromais. Artikel ini mengulas metode ICRA—dari matriks klasik hingga pembaruan ASHE ICRA 2.0—bukti ilmiah di balik aspergilosis terkait konstruksi, kedudukannya dalam regulasi Indonesia, serta praktik terbaik yang seharusnya diterapkan setiap fasilitas kesehatan.
  • Kenapa Pindah ke Linux Terasa Sulit di Awal? (dan Siapa yang Justru Cepat Beradaptasi)
    Perpindahan ke Linux sering kali menimbulkan “kejutan budaya” bagi pengguna baru yang terbiasa dengan Windows atau macOS. Tantangan meliputi manajemen paket yang asing, ketersediaan software, masalah driver, penggunaan command line, dan pilihan distro. Adaptasi lebih mudah bagi developer, power user, dan gamer, sementara pengguna awam mungkin kesulitan. Kesiapan mental dan pemilihan distro yang tepat sangat penting untuk transisi yang baik.
  • Ketika Amarah Pasien Berubah Jadi Ruang Belajar: Menata Keluhan sebagai Bagian dari Mutu Layanan Kesehatan
    Keluhan pasien bukan ancaman, melainkan peluang mutu. Artikel ini mengulas asal-usul kerangka L.E.A.S.T dan L.A.T.T.E dari ilmu manajemen jasa, bukti bahwa pelatihan komunikasi saja tak cukup mengatasi hambatan sistemik dan burnout staf, serta bagaimana hak mengadu pasien dalam UU 17/2023 perlu diimbangi sistem pendukung di faskes Indonesia.
  • Apakah Rumah Sakit Wajib Melakukan Penetration Test? Menelusuri Dasar Hukumnya
    Tidak ada pasal tunggal yang mewajibkan pentest bagi rumah sakit di Indonesia — tetapi UU PDP, kategorisasi risiko sistem elektronik, status Infrastruktur Informasi Vital, dan ekspektasi akreditasi bersama-sama menciptakan kewajiban de facto yang sulit dihindari. Artikel ini memetakan empat jalur regulasi tersebut dan memberi rekomendasi realistis sesuai skala fasilitas.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

17 tanggapan

  1. Avatar lia
    lia

    menarik!

  2. Avatar agung

    Wah saya belum punya kamera dan kurang mahir edit gambar menggunakan Gimp–serahkan pada ahlinya saja. 😀

    BTW, saya kadang suka pasang kertas dinding sendiri hehe…

    1. Avatar Cahya

      Mas Agung, menyumbang itu datangnya dari hati :D.

  3. Avatar Die

    udah lama nggak nulis mas, sehingga penulisan alamat emailnyapun salah (ampuunnnn…)

    1. Avatar Cahya

      Pak Aldy, sudah dibenahi kok. Lalu, kapan mulai menulis lagi? :D.

      1. Avatar Die

        Belum mas, mungkin Juni baru ada waktu luang.

        Sekarang sedang memasuki kawah candra dimuka tahap kedua, sampai-sampai dua domain yang lain expired pun tak terurus 🙁

      2. Avatar Cahya

        Wah, sepertinya masih asyik berpetualang di tengah di rimba ya Pak. Pasti nanti balik dengan banyak cerita :).

  4. Avatar Die

    Beberapa waktu yang lalu, saya dan teman-teman mencoba melakukan survey kecil-kecilan penggunaan IGN (IGOS) ini terhadap beberapa teman yang bekerja di instansi pemerintah dan hasilnya sungguh luar biasa mengecewakan, 100% tidak tahu. Dan semua desktop dan laptop yang mereka gunakan menggunakan windowsXP/7 "malingan".

    1. Avatar Cahya

      Pak Aldy, presiden saja tidak mau pakai open source, malah memilih iPad, bagaimana berharap yang semakin ke bawah bersedia menggunakan open source seperti IGN :).

      He he, menurut surat edaran menteri pemberdayagunaan aparatur negara no. SE/01/M.PAN/2009 tentang pemanfaatan perangkat lunak legal dan <abbr title="open source software">OSS</abbr>, paling lambat tanggal 31 Desember 2011, semua instansi pemerintahan sudah wajib menggunakan peranti lunak legal, dan didorong untuk menggunakan <abbr title="Indonesia Go Open Source">IGOS</abbr> tentunya.

      Entahlah, apa akan tercapai di akhir tahun ini target tersebut.

  5. Avatar indobrad

    wah wallpapernya cantik. bisa didownload kan?! 😀

    1. Avatar Cahya

      Kalau ada yang menyediakan, tentu saja :).

  6. Avatar isnuansa
    isnuansa

    Huik, Indonesia udah go open source, saya belom pernah nyobain. 🙂

    1. Avatar Cahya

      Hmm…, apa Mbak Nunik bersedia berbagi foto jalan-jalan keliling nusantaranya? *lirik-lirik* :D.

  7. Avatar Padly
    Padly

    Aku masih make kertas dinding bawaan Natty.

    Pengen sih mau nyumbang photo, tapi masih make kamera saku dan HP, takutnya ntar ga diterima Bli :´(Crying

    1. Avatar Cahya

      Mas Padly, foto hasil kamera saku-pun sebenarnya tidak masalah. Mungkin yang sering terlupakan adalah kita memerlukan kreativitas tambahan, karena pada dasarnya wallpaper tidak selalu foto, namun juga bisa gambar, yang berarti kita dapat menyunting foto kita. Misalnya foto petani membajak sawah, bisa disunting via GIMP, seperti dijadikan foto hitam putih atau karikatur, tonjolkan petani dan bajaknya, sedikit blur di sekitarnya, dan sisipkan teks/logo yang mencirikan sistem operasi (IGN). Nah, jadilah sebuah gambar untuk wallpaper, mungkin tidak akan terlihat bahwa itu diambil dengan kamera saku atau ponsel.

      Yah, hitung-hitung sambil belajar image editing dengan open source, sambil menyelam minum air, kan pada akhirnya digunakan atau tidak, toh kita tetap bisa berkontribusi, bisa dimasukkan ke DevianArt juga kan sebagai koleksi ;).

  8. Avatar iskandaria
    iskandaria

    Walah mas, saya malah baru tau ada OS dengan nama itu. Makin banyak aja nih pilihan untuk OS open source.

    1. Avatar Cahya

      Mas Is, ya ini produk dalam negeri, jika berjalan lancar, mungkin saya berencana untuk mengganti openSUSE di notebook dengan sistem operasi ini. Apalagi saya lihat pengembangannya makin menarik, jadi tidak ada salahnya berkontribusi pada proyek ini – meski hanya sekadar menjadi pengguna :).

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca