Apakah Anda memiliki kertas dinding (wallpaper) atau bahkan foto yang mencirikan nusantara dan berlisensi GPL/Creative Commons? Anda bisa mengirimkannya untuk dijadikan wallpaper pada IGOS Nusantara 2011.
Tunggu dulu, apakah semuanya sudah mengenal IGOS Nusantara? IGOS (Indonesia Go Open Source) Nusantara, yang kemudian dikenal sebagai IGN adalah sebuah sistem operasi berbasis Linux. Sistem operasi ini telah dirilis sejak tahun 2006, bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada peranti lunak proprietary, meningkatkan penggunaan peranti lunak legal yang aman dan efisien untuk digunakan. Diharapkan melalui IGN, maka anggaran negara dapat dipangkas dalam pembelian lisensi peranti lunak setiap tahunnya.
Saat ini tengah dikembangkan IGN-2011 yang memasuki tahap beta 1. IGN-2011 dirilis dengan menggunakan Gnome Shell dari Gnome 3. Beberapa peranti lunak standar melengkap IGN-2011, seperti Firefox 4; LibreOffice 3.3.2; Gnome Media Player 1.0.2; Pidgin 2.7.11; Inkscape 0.48; Gimp 2.6.11; serta ribuan paket lainnya.
Nah, kini untuk mempermanis tampilan IGN-2011, tentunya mesti ada sentuhan khas nusantara bukan? Jika Anda bersedia menyumbangkan foto atau gambar yang anda miliki, silakan hubungi pihak pengembang IGN-2011 melalui halaman ini: IGOS Nusantara 2011 Beta dan Wallpaper Baru. Atau via surel ke alamat: bantuan[at]igos-nusantara[dot]or[dot]id.
Bagi Anda yang suka fotografi dan berkeliling nusantara, tentunya akan memiliki banyak koleksi foto yang menarik bukan? Nah, siapa tahu foto anda akan bisa menjadi wallpaper utama di sistem operasi yang dikembangkan anak negeri ini. Dan membuat kita turut berpartisipasi dalam pengembangan IGOS Nusantara.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Beberapa waktu yang lalu, saya dan teman-teman mencoba melakukan survey kecil-kecilan penggunaan IGN (IGOS) ini terhadap beberapa teman yang bekerja di instansi pemerintah dan hasilnya sungguh luar biasa mengecewakan, 100% tidak tahu. Dan semua desktop dan laptop yang mereka gunakan menggunakan windowsXP/7 "malingan".
Pak Aldy, presiden saja tidak mau pakai open source, malah memilih iPad, bagaimana berharap yang semakin ke bawah bersedia menggunakan open source seperti IGN :).
He he, menurut surat edaran menteri pemberdayagunaan aparatur negara no. SE/01/M.PAN/2009 tentang pemanfaatan perangkat lunak legal dan <abbr title="open source software">OSS</abbr>, paling lambat tanggal 31 Desember 2011, semua instansi pemerintahan sudah wajib menggunakan peranti lunak legal, dan didorong untuk menggunakan <abbr title="Indonesia Go Open Source">IGOS</abbr> tentunya.
Entahlah, apa akan tercapai di akhir tahun ini target tersebut.
Mas Padly, foto hasil kamera saku-pun sebenarnya tidak masalah. Mungkin yang sering terlupakan adalah kita memerlukan kreativitas tambahan, karena pada dasarnya wallpaper tidak selalu foto, namun juga bisa gambar, yang berarti kita dapat menyunting foto kita. Misalnya foto petani membajak sawah, bisa disunting via GIMP, seperti dijadikan foto hitam putih atau karikatur, tonjolkan petani dan bajaknya, sedikit blur di sekitarnya, dan sisipkan teks/logo yang mencirikan sistem operasi (IGN). Nah, jadilah sebuah gambar untuk wallpaper, mungkin tidak akan terlihat bahwa itu diambil dengan kamera saku atau ponsel.
Yah, hitung-hitung sambil belajar image editing dengan open source, sambil menyelam minum air, kan pada akhirnya digunakan atau tidak, toh kita tetap bisa berkontribusi, bisa dimasukkan ke DevianArt juga kan sebagai koleksi ;).
Mas Is, ya ini produk dalam negeri, jika berjalan lancar, mungkin saya berencana untuk mengganti openSUSE di notebook dengan sistem operasi ini. Apalagi saya lihat pengembangannya makin menarik, jadi tidak ada salahnya berkontribusi pada proyek ini – meski hanya sekadar menjadi pengguna :).
Tinggalkan Balasan