Sudah lama saya mengira-ngira dan juga menduga-duga, mengapa Logitech Rumblepad 2 saya tidak berjalan dengan baik pada Linux. Padahal sejak dulu, gamepad satu ini sudah dideteksi dengan baik oleh Linux yang saya gunakan. Yah, memang tidak ada sih permainan video yang bisa banyak digerakkan dengan Rumblepad di Linux, kecuali mungkin TORCS. Namun saya tetap saja penasaran.
Stres dengan Gnome Shell membuat saya lebih sering berlama-lama di KDE Plasma, dan ini ternyata membuat saya menemukan sesuatu yang baru. Berbeda dengan saat menggunakan GNOME selama ini yang selalu mengatakan bahwa tidak ada joystick terdeteksi, maka KDE secara serta merta langsung menampilkan Rumblepad dan kalibrasinya dengan baik.
Saya ingat saat memilih Rumblepad dulu karena selain diproduksi oleh pabrikan ternama Logitech, pastinya dukungannya cukup luas. Namun selama ini saya baru mencicipinya via Windows saja.
Tampilan gamepad dari kelas "Rumblepad" oleh Logitech
Saat bergelut dengan kesederhanaan GNOME 2.32 dulu, dengan tidak dapat dideteksinya Rumblepad, maka saya menduga bahwa mungkin di KDE akan sama saja. Toh bangunan dan fondasinya sama, sama-sama Linux. Namun rupanya asumsi itu salah, KDE memang desktop yang dibangun dari untuk kenyamanan pecinta grafis, dan juga termasuk para gamer, maka tidak heran jika menemukan sebuah gamepad terdeteksi dengan baik di KDE.
Setelan Joystick pada openSUSE 11.4 Celadon
Mungkinkah KDE lebih ramah untuk memainkan permainan video dibandingkan GNOME? Saya sendiri kurang tahu, namun tidak semua pecinta game komputer di Linux memilih KDE, buktinya distro Ultimate Edition Gamers memilih menggunakan lingkungan LXDE/Openbox.
Karena saya tidak memiliki permainan video khusus terpasang di Linux yang saya gunakan, jadi saya belum dapat memberikan keterangan bagaimana kinerja Rumblepad di Linux.
Minum banyak obat pada lansia bisa menolong, tetapi juga berisiko. Kenali polifarmasi, kriteria Beers dan STOPP/START, serta cara meninjau obat bersama dokter.
Kepmenkes 1171/2026 membuka uji coba FASTEMI: tenecteplase untuk serangan jantung ST elevasi di lima puskesmas Sigi dan Donggala, lengkap dengan bukti ilmiah dan catatan kritisnya.
Pneumonia aspirasi terjadi saat isi mulut atau lambung salah jalan ke saluran napas. Kenali kelompok berisiko, cara membedakannya dari pneumonitis, prinsip pengobatan terkini, dan langkah pencegahan sederhana di rumah.
Artikel ini membahas pentingnya Infection Control Risk Assessment (ICRA) dalam pengelolaan risiko infeksi di rumah sakit, melampaui hanya penilaian risiko sebelum renovasi. ICRA mencakup penilaian risiko infeksi dalam pelayanan klinis rutin, dan mengingatkan perlunya sinergi antara Komite PPI dan Komite Mutu untuk memastikan keselamatan pasien melalui integrasi data risiko yang efektif.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan