A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Kisah aslinya ditulis oleh Brian Selznick sebagai novel fiksi sejarah tentang seorang anak bernama Hugo Cabret yang hidup seorang diri di stasiun kereta api Paris. Di tangan Martin Scorsese disulap menjadi film petualangan yang seru berjudul “Hugo”. Saya tertarik pada film ini karena begitu banyak rekomendasinya, dan Hugo sendiri mendapatkan 11 nominasi Oscar dan memenangkan 5 di antaranya.

Yang unik dari film ini adalah, tidak menggunakan banyak latar, hanya stasiun kereta api Paris dan labirin menara jamnya, rumah Papa Goerges, perpustakaan kota, teater Robert-Houdin, sekilas ruang kerja ayah Hugo dan rumahnya, serta sekilas jalanan kota. Dengan latar yang sedikit ini, Hugo dapat menjadi film yang penuh daya tarik.

Tata suara dan gambarnya juga sangat menawan, bahkan di awal film pun suara dentingan dan derik mekanik di labirin jam stasiun Gare Montparnasse sangat jernih, membuat saya semakin ingin mengamati film ini lebih banyak lagi. Meski pun tidak menyaksikan edisi 3D, namun tetap saja kejernihan gambar dan penangkapan ekspresi setiap karakter memberikan nuansa – bahwa ini bukanlah sebuah film, namun mimpi yang dihadirkan ke dalam kenyataan.

Peran yang dibawakan oleh Asa Butterfield dan Chloë Grace Moretz begitu apiknya, bukan karena para tokoh utama ini melakukan adegan hebat atau aksi petualangan berbahaya – namun karena mampu memerankan emosi dua anak yang saling mengulurkan tangan menemukan makna mimpi mereka yang sesungguhnya.

I’d imagine the whole world was one big machine. Machines never come with any extra parts, you know. They always come with the exact amount they need. So I figured, if the entire world was one big machine, I couldn’t be an extra part. I had to be here for some reason. And that means you have to be here for some reason, too.

Sebagai sebuah film fiksi sejarah, Hugo menghadirkan kehidupan tokoh Georges Méliès secara singkat, yang sebagian besar cukup akurat. Kecuali untuk penghubung antara Hugo dan Papa Georges yang merupakan sebuah automaton mungkin merupakan keajaiban yang diciptakan untuk menyambung kisah apik ini. Memberikan kesan nostalgia, karena tidak banyak orang yang menciptakan automaton – bahkan hingga saat ini.

Saya tidak bisa berkata banyak, tidak juga ingin membocorkan keindahan kisah di dalamnya. Film ini bisa saya beri nilai 9/10, dan dapat ditonton bersama sebagai film keluarga, hanya saja bimbingan orang tua tetap diperlukan – karena di dalamnya masih terdapat sejumlah adegan yang perlu ditekankan oleh orang tua, seperti adegan merokok.

Sangat disayangkan jika Anda – terutama pecinta sinematografi yang sesungguhnya – melewatkan kisah Hugo ini. Karena jika Anda pernah bertanya di mana mimpi Anda diciptakan, maka di sinilah jawabannya, dalam 126 menit film layar lebar Hugo.

Artikel Baru Terbit

  • Cyclospora: Parasit Mikroskopis yang Mengintai di Balik Sayuran dan Buah Segar
    Wabah cyclosporiasis melanda ratusan warga Amerika Serikat pada musim panas 2026, disebabkan parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis yang mencemari sayur dan buah segar. Artikel ini mengulas biologi parasit, gejala diare “meledak-ledak”, tantangan diagnosis laboratorium, terapi TMP-SMX, hingga relevansinya bagi keamanan pangan dan kewaspadaan klinis di Indonesia.
  • Ngopi Pagi di Sragen, Otot Lebih Padat: Apa Kata Riset Terbaru soal Kopi dan Komposisi Tubuh?
    Studi kohort Finlandia menemukan bahwa peminum kopi rutin memiliki lemak viseral lebih rendah dan massa otot lebih tinggi meskipun indeks massa tubuh serupa dibanding peminum kopi jarang. Pada pria, konsumsi kopi juga terkait dengan profil testosteron dan SHBG yang lebih baik, namun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat.
  • Faktor Kesuburan Pria: Sisi yang Sering Terlewat dalam Pencarian Momongan
    Faktor pria berkontribusi pada sekitar separuh kasus infertilitas pasangan, namun sering luput dari pemeriksaan awal. Artikel ini mengulas standar analisis sperma terbaru WHO edisi keenam serta bukti terkini mengenai pengaruh rokok, alkohol, berat badan, paparan panas, dan konsumsi gula terhadap kualitas dan integritas DNA sperma.
  • Ketika Muntah Datang Seperti Badai yang Terjadwal: Mengenal Cyclic Vomiting Syndrome
    Muntah hebat yang datang berulang lalu hilang seolah tak pernah terjadi—inilah wajah cyclic vomiting syndrome, gangguan interaksi otak-usus yang sering disalahpahami sebagai gastroenteritis biasa. Artikel ini mengulas patofisiologi, kriteria diagnosis Rome IV, pembaruan pedoman NASPGHAN 2025, serta tata laksana berbasis bukti terkini bagi klinisi di layanan primer maupun rujukan.
  • Demo Besar 27 Agustus 2026: Apa yang Perlu Dicermati Pelaku Bursa Saham dalam Jangka Pendek
    Besok, 27 Agustus 2026, Jakarta akan menggadakan unjuk rasa besar oleh berbagai aliansi. Tuntutan termasuk pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati bagi koruptor. Polda Metro Jaya telah menyiapkan pengamanan. Aksi ini dapat mempengaruhi IHSG dan rupiah, dengan proyeksi pergerakan cenderung sideways dalam beberapa hari ke depan.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

3 tanggapan

  1. Avatar Fad
    Fad

    Saya sudah menontonnya juga, keren. Gambarnya apik dengan pemandangan kota Paris yang menawan.

  2. Avatar Handayaningrum Luz

    Sepertinya filmnya keren:D

    1. Avatar Cahya

      Iya dong, ndak nyesel dah nontonnya :).

Tinggalkan Balasan

Eksplorasi konten lain dari Bhyllabus l'énigme

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca