Obrolan ringan kita kali ini, karena saya tidak sengaja tadi pagi menatap layar televisi yang berisi hiburan gosip seputar kasus Eyang Subur dan santetnya. Salah satu narasumber – di luar apa yang dinyatakannya benar atau tidak – menyatakan bahwa salah satu keluarganya menjadi korban santet, sehingga dalam kista yang diambil ditemukan ada rambut dan gigi, hal ini tidak lain pastilah santet.
Saya sendiri sering mendengarkan hal-hal yang serupa, dan dengan malas saya mungkin menjawab, “yes, they are medically santet” – ya, mereka menderita santet secara medis. Menjelaskan logika medis pada mereka yang terlanjur percaya dengan hal-hal mistis adalah hal yang sering kali sia-sia, ketika tingkat edukasi tidak memungkinkan, selama dirasa aman dan tidak membahayakan, maka biarlah orang hidup dalam kepercayaannya.
Sama seperti kasus di atas, jika kista terdampat rambut dan gigi di dalamnya, maka serta merta masyarakat yang melekat pada kepercayaan mistis dan santet berpikir bahwa itu disebabkan oleh santet. Dan saya sendiri kadang bingung bagaimana menjelaskan suatu kista dermoid ataupun teratoma tanpa harus menjelaskan kembali prinsip-prinsip embriologi dan organogenesis pada masyarakat awam.
Kista Dermoid ataupun Teratoma bisa terdiri dari komponen apapun dalam tubuh manusia, bisa berisi gigi, tulang, mata, rambut, kulit, bahkan otak. Tapi sebagian masyarakat akan lebih suka menyebutnya sebagai hasil santet. (Sumber gambar: Tumblr)Seperti bagaimana menjelaskan antara serangan gastritis akut atau diracun secara gaib. Seringkali kita tidak bisa mengubah kepercayaan yang sudah melekat pada seseorang tanpa meningkatkan pendidikannya, tanpa menjelaskan panjang lebar, tanpa membuang waktu yang lebih banyak percuma.
Tapi dunia tidak akan berubah jika kita tidak mengubahnya, jadi adalah bagian dari suka cita yang lebih besar jika bisa membuat orang lain memahami setidaknya sudut pandang yang lainnya. Saya tidak akan menyalahkan sudut pandang tentang kepercayaan masyarakat, tapi sering kali saya tidak bisa bekerja sama dengan klien ketika mereka menetap dengan sudut pandang tersebut.
Ya, dunia memiliki banyak sisi yang berbeda. Kita bisa memilih di mana kita akan berdiri dan membahwa pemahaman apa.

Tinggalkan Balasan ke Applausr Batalkan balasan