Seberapa lama kita mendambakan sistem operasi yang stabil? Karena stabilitas adalah dambaan banyak orang jika mengingat ketergantungan kita pada teknologi terkomputerasasi semakin tidak terpisahkan. Kecuali saya, yang mungkin lebih menyukai “bleeding edge” dengan sedikit berkompromi pada stabilitas. Kabar baik bagi pengguna “kadal hijau” di seluruh belahan bumi, kini telah diterbitkan openSUSE Leap – rilis teratur openSUSE yang menitikberatkan pada stabilitas sistem operasi secara keseluruhan.
Bagaimana openSUSE Leap bisa menjadi stabil? Mungkin karena inti dari produk ini berasal dari SLE (SUSE Linux Enterprise), sehingga pembaruan inti dan penambalan celah keamanan akan ditangani langsung oleh ahli dari SUSE.
Ini mungkin meringankan beban para pengembang openSUSE di saat para pengguna “pecah kongsi” antara yang menginginkan teknologi terkini dan yang lebih mementingkan stabilitas.
Hanya saja, produk ini memerlukan komputer dengan infrastruktur 64-bit, yang bermakna bahwa mesin lawas edisi 32-bit tidak akan dapat menjalankannya. Tapi bukankah teknologi komputer saat ini hampir semuanya sudah 64-bit?
Berminat dengan teknologi baru ini? Jangan lupa mengunjungi halaman portal openSUSE Leap.
Nyeri dada atau punggung yang mendadak, hebat, dan seperti disobek bisa menandakan diseksi aorta. Kenali tipe A dan B, faktor risiko, cara diagnosis, dan penanganannya menurut pedoman ACC/AHA 2022 dan ESC 2024.
Edisi #2: IHSG memantul 4,90% sepekan setelah guncangan MSCI, BI menahan BI-Rate 5,75% sambil menaikkan deposit facility, dan Brent melonjak ke US$116,72 karena ketegangan di Teluk.
Artikel ini membahas penerapan Root Cause Analysis (RCA) dalam kasus kassa tertinggal pascaoperasi, menguraikan proses dari pembentukan tim hingga rekomendasi yang spesifik. Ditekankan bahwa banyak RCA tidak menghasilkan perbaikan nyata akibat rekomendasi yang umum dan kurangnya pemilik tindakan. Evaluasi pascaperbaikan sangat krusial untuk memastikan efektivitas sistem.
Oma menyambut Raka dengan senyum lebar dan nama yang salah. Malam pertama di rumah tua dekat laut, sebuah lagu pengantar tidur tersandung di tengah jalan.
Antarmuka otak-komputer menjangkau pasien ICU, prime editing diuji pada manusia, dan Google menggelar lomba sirkuit kuantum. Mana yang sudah terbukti?
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
6 tanggapan
agung48
Sudah unduh berkas ISO-nya, sudah coba di mesin virtual tapi ya itu!! kayaknya butuh mesin yang superior, balik kanan bubar jalan hahaha… 😀
saya udah nyicipin leap. ternyata masih kaya dulu, masih masalah sama fglrxnya 😛 . dignome gk mau login, di kde gk bisa diatur brighnessnya 😆 . saya berpaling ke wolf, eh ternyata fglrxnya lagi gk bisa juga .
btw, masalah 64 bit, masih adakah komputer 32 bit jaman ini ? semarphone aja udah ogah pake 32 bit, gimana pc ?
Melvin, ya saya juga bingung, kalau besok mau ganti ke laptop high end, kebanyakan pakai Nvidia – lalu bagaimana solusinya.
Saya juga sempat pasang Leap di mesin lawas yang untungnya sudah 64 bit. Tapi KDE belum menarik buat saya, sementara Gnome tidak bagus kelihatan di resolusi monitor era 2007 an. Yah, mau bagaimana lagi. ?
menurut saya, gnome paling baik ada di fedora. saya udh coba, efek2nya mulus walaupun cuma pke open source drive. lain di suse yg efeknya rada seret2. cuma fedora updatenya kekencengan, sangkin up to datenya, dan juga kurang peralatan untuk pemulanya .
kde ? sampe sekarang saya blom bisa betah klo berurusan dengan kde 😛
Tinggalkan Balasan