Salah satu etika yang berlaku seputar kesehatan dan higienitas adalah “etika batuk”. Batuk adalah satu mekanisme yang dapat melepas kuman/patogen ke lingkungan dari seorang penderita sakit, misalnya saja tuberkulosis. Sedemikian hingga, etika batuk diterapkan untuk melindungi lingkungan akar tetap sehat, dan mencegah penularan penyakit lewat udara.
Jika Anda berkunjung ke pusat-pusat layanan kesehatan seperti Puskesmas atau rumah sakit, saat ini akan sangat mudah menemukan poster-poster terkait dengan etika batuk.
Sejumlah etika yang layak diterapkan saat batuk adalah:
Mengenakan masker, dan ini bersifat sekali pakai. Jangan menggunakan masker bekas atau bolak balik. Masker dibuang saat kotor atau setelah selesai digunakan pada tempat sampah tertutup.
Batuk dengan memalingkan wajah dari lawan bicara. Cukup diingat, jangan batuk ke arah orang lain.
Tutup hidung dan mulut dengan tisu (pilihan utama) atau lengan baju bagian dalam (pilihan terpaksa). Jangan menggunakan tangan untuk menutup hidung dan mulut, karena kuman bisa menempel pada tangan. Jadi selalu ingat untuk membawa tisu ke mana pun saat batuk, dan buang tisu habis pakai ke tempat sampah tertutup.
Cuci tangan dengan air mengalir dan sabun setelah batuk. Ini adalah standar higienitas yang tidak boleh dilalaikan.
Jika Anda merasa bahwa batuk selalu berkelanjutan dan belum membaik walau sudah membeli obat bebas, over the counter drugs, atau bahasa kerennya obat warung. Maka segera periksa ke Puskesmas terdekat.
Dan terakhir tetaplah menjaga kesehatan dengan baik.
Tulisan ini dimuat dalam menyambut hari Tuberkulosis yang jatuh pada tanggal 24 Maret.
Pusing saat berdiri, perut cepat penuh, keringat tak wajar, hingga jantung berdebar tanpa sebab bisa menjadi tanda gangguan saraf otonom. Kenali penyebab, gejala, pemeriksaan, dan penanganannya.
Artikel ini menekankan pentingnya pengambilan dan transportasi spesimen mikrobiologi yang tepat untuk akurasi diagnosis. Kesalahan dalam fase pra-analitik menyumbang signifikan terhadap hasil laboratorium yang salah. Panduan praktis dijelaskan untuk kultur darah, urine, sputum, dan lainnya, serta strategi mengatasi tantangan jarak dan fasilitas di Indonesia.
Malam tanpa bulan, tebing yang gelap, dan seorang bidan yang baru pulang dari rumah sakit. Raka akhirnya tahu apa yang dibawa Sari di dalam dadanya, dan apa yang ia pilih.
FlashProve dari Anthropic, AI Kill Switch CrowdStrike, dan “prompt adware” temuan Check Point: tiga kabar AI pekan ini yang berkisar pada satu soal, yaitu mempercayai AI.
Silas menyuruh Kaelen bertanya dari mana kota ini minum. Jawabannya mengalir di bawah setiap keran di Vesperia, dan ada seseorang yang sedang menyetemnya.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan