Sudah sejak lama polusi udara menjadi masalah kesehatan, dan orang tahu bahwa kualitas udara yang buruk juga berdampak buruk bagi kesehatan, namun banyak orang terkesan tidak mengacuhkan semua itu. Lalu bagaimana polusi udara dapat berdampak buruk bagi kesehatan kita?
Perlu diketahui bahwa udara yang dianggap kotor mengandung banyak zat-zat polutan, beberapa partikel begitu kecil sehingga bisa dibilang seperti kumpulan molekuler. Entah itu timbal, karbon, nitrat, sulfat dan lainnya.
Mereka masuk ke dalam tubuh ketika kita menghirup napas, dan pertahanan alamiah kita seringkali tidak mampu menyaring semua kotoran ini dengan efektif, sehingga mereka tiba di dalam paru-paru. Walau tubuh berusaha mengeluarkan polutan ini, namun jumlahnya yang berlebihan membuat mereka lebih banyak berhasil menimbulkan radang di paru-paru dan kemudian masuk ke dalam tubuh melalui peredaran darah.
Pada pembuluh darah, mereka menyebabkan peradangan yang ujung-ujungnya merusak pembuluh darah itu sendiri, membuatnya menjadi tidak elastis, rapuh dan menyempit. Menghasilkan risiko bagi darah tinggi, dan pada jangka panjang adalah kegagalan banyak organ tubuh. Termasuk di dalamnya penyakit stroke dan serangan jantung.
Pada paru-paru sendiri, polusi berlebihan meningkatkan risiko kanker dan pada akhirnya meningkatkan risiko kematian akibat polusi udara.
Kita mencegah hal-hal buruk ini terjadi. Ada banyak cara yang dapat kita lakukan, dan saya rasa hampir semua orang telah mengetahuinya.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat mengakses halaman Breath Life 2030 – sebuah halaman informasi yang disediakan dan disponsori oleh Badan Kesehatan Dunia untuk udara yang lebih baik bagi kehidupan.
Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan