Ada berita baru dari dunia kesehatan, di mana potensi Aspartame, sebagai salah satu bahan pemanis tambahan, sebagai karsinogen, atau bahan yang mampu memicu kanker pada manusia.
Hal ini dilansir dalam monograf IARC volume 134.
IARC has assessed the potential carcinogenic effect of aspartame (hazard identification). Following this, the Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA) will update its risk assessment exercise on aspartame, including the reviewing of the acceptable daily intake and dietary exposure assessment for aspartame.
The result of the evaluations will be made available together, on July 14, 2023, and is confidential until the summary of the evaluations of IARC Monographs Volume 134 is published online, at 00:30 CEST, 14 July, by The Lancet Oncology, and simultaneous publication of the JECFA findings on the WHO website.
Tentu saja IARC akan memberikan kajian akan risiko ini bulan depan melalui the Lancet Oncology. Kita lihat saja nanti hasilnya seperti apa.
Saat ini kita sudah memiliki sejumlah data mengenai mana yang jelas merupakan karsinogen, misalnya merokok, terpapar radiasi matahari, dan sebagainya; atau beberapa yang sangat mungkin menyebabkan kanker, misalnya konsumsi daging merah.

Btw, saya sepertinya pernah menulis tentang aspartame beberapa tahun yang lalu di sini.

Tinggalkan komentar