Ada berita baru dari dunia kesehatan, di mana potensi Aspartame, sebagai salah satu bahan pemanis tambahan, sebagai karsinogen, atau bahan yang mampu memicu kanker pada manusia.
IARC has assessed the potential carcinogenic effect of aspartame (hazard identification). Following this, the Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA) will update its risk assessment exercise on aspartame, including the reviewing of the acceptable daily intake and dietary exposure assessment for aspartame.
The result of the evaluations will be made available together, on July 14, 2023, and is confidential until the summary of the evaluations of IARC Monographs Volume 134 is published online, at 00:30 CEST, 14 July, by The Lancet Oncology, and simultaneous publication of the JECFA findings on the WHO website.
Tentu saja IARC akan memberikan kajian akan risiko ini bulan depan melalui the Lancet Oncology. Kita lihat saja nanti hasilnya seperti apa.
Saat ini kita sudah memiliki sejumlah data mengenai mana yang jelas merupakan karsinogen, misalnya merokok, terpapar radiasi matahari, dan sebagainya; atau beberapa yang sangat mungkin menyebabkan kanker, misalnya konsumsi daging merah.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Evaluasi terbaru oleh JECFA (2026) menunjukkan risiko arsenik dalam makanan tidak hanya terkait kanker, tetapi juga penyakit jantung pada dosis lebih rendah. Beras menjadi sumber utama paparan, termasuk di Indonesia, di mana data dari Sulawesi Utara menunjukkan melampaui ambang aman. Perlu ada langkah kehati-hatian dan pembaruan regulasi keamanan pangan.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan