A Cahya Legawa's Les pèlerins au-dessus des nuages

Pendidikan kesehatan seksual adalah salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter dan kesejahteraan remaja. Namun, masih banyak tantangan dan hambatan yang dihadapi oleh para pendidik, orang tua, dan remaja itu sendiri dalam mengakses dan menyampaikan informasi yang akurat, relevan, dan bermutu tentang kesehatan seksual. Oleh karena itu, perlu adanya upaya bersama untuk mengembangkan pendidikan kesehatan seksual yang sesuai dengan kebutuhan, konteks, dan budaya remaja di Indonesia.

Photo by cottonbro studio on Pexels.com

Tujuan dari pendidikan kesehatan seksual adalah untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang positif kepada remaja tentang tubuh mereka, hubungan interpersonal, hak-hak mereka, tanggung jawab mereka, dan dampak dari perilaku seksual mereka terhadap kesehatan fisik, mental, sosial, dan spiritual mereka. Pendidikan kesehatan seksual juga bertujuan untuk mencegah remaja dari berbagai risiko yang berkaitan dengan kesehatan seksual, seperti kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual (IMS), HIV/AIDS, kekerasan seksual, eksploitasi seksual, dan diskriminasi.

Untuk mengembangkan pendidikan kesehatan seksual yang efektif bagi remaja, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

  • Melibatkan remaja sebagai subjek dan mitra dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pendidikan kesehatan seksual. Remaja harus diberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, kebutuhan, pengalaman, dan pandangan mereka tentang kesehatan seksual. Remaja juga harus diberdayakan untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pendidikan kesehatan seksual yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka.
  • Menggunakan metode dan media yang menarik, interaktif, dan berbasis bukti dalam menyampaikan materi pendidikan kesehatan seksual. Metode dan media yang digunakan harus dapat menstimulasi pemikiran kritis, diskusi terbuka, refleksi diri, dan pembelajaran seumur hidup. Beberapa contoh metode dan media yang dapat digunakan adalah cerita, permainan, role play, drama, film, poster, leaflet, buku komik, website, aplikasi mobile, dan media sosial.
  • Menyesuaikan materi pendidikan kesehatan seksual dengan tingkat perkembangan fisik, psikologis, sosial, dan emosional remaja. Materi pendidikan kesehatan seksual harus disajikan secara bertahap dan berkelanjutan sejak usia dini hingga dewasa muda. Materi pendidikan kesehatan seksual juga harus memperhatikan perbedaan gender, latar belakang budaya, agama, etnisitas, orientasi seksual, identitas gender, status sosial ekonomi, dan kondisi khusus remaja.
  • Melakukan kerjasama lintas sektor dan lintas pemangku kepentingan dalam pengembangan dan implementasi pendidikan kesehatan seksual. Pendidikan kesehatan seksual tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau keluarga saja, tetapi juga melibatkan pemerintah, masyarakat sipil, organisasi profesi, media massa, sektor swasta, organisasi agama,
    dan komunitas remaja. Kerjasama ini penting untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dan memfasilitasi remaja untuk mengakses dan memanfaatkan informasi dan layanan kesehatan seksual yang berkualitas.

Pendidikan kesehatan seksual adalah investasi jangka panjang untuk masa depan remaja. Dengan pendidikan kesehatan seksual yang baik,
remaja dapat tumbuh menjadi individu yang sehat, berdaya, bertanggung jawab, bernilai, dan berkontribusi positif bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan bangsa.

Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)

Satu tanggapan

  1. Gilas Cyber Avatar

    Halo…saya bisa dinilai dari sudut pandang arah mana saja.berumur tapi bukan veteran lhoo,😆 mungkin karna jiwa serasa muda,tapi bukan brondong ya!

    Ok, saatnya kembali kepokok. Dari artikel anda, bisa saya katakan pola,materi semacam ini bukanlah sesuatu yang baru, tetapi jika benar seperti dugaan saya, tulisan anda antara yang terbagus di kelasnya 🇮🇩. Dan pemikiran seperti milik anda, sememangya layak diapresiasi. Saya mengatakan itu, berdasarkan apa hari ini dan semalam, bukan tujuan untuk nge-justice, perubahan “remaja” 10,20 dan 30+ tahun lalu sangat ketara laju perubahanya. akan tetapi… Keseimbangannya seperti terjun bebas ke jurang negative berbanding positive. Semakin berani, tetapi untuk hal’² yg tidak benar. Semakin cergas, tapi tidak punya +velue malah kelincanhan masa remaja makin dimari makin tekor. Di media sosial, kita hanya melihat dimana,apa & bagaimana remaja kita memadati flatform. Contoh yang tidak asing untuk sekedar penyampaian, komunitas,grup dan semacamnya…akan sepi walhal disitu semacam kelas,edukasi yg pasti nilai plus selalu ada.
    Komunitas janda bohai dan segala janda, juga segala macam tetek bengeknya… ehhh entaaahlaah. Jaman digitalisasi semakin pesat menggilas, apa yang mereka bisa ? Tok- tok ?😆

    Jadi… Saya cuma bisa bilang, apa yang anda lakukan ini merupakan kotribusi anda untuk dunia. Bahkan walau hanya sekedar “judul” menyulitkan tujuan anda, pasti… Akan ada orang-orang yg mengerti juga peduli, bahwa upaya anda bukalah sesuatu yg mudah. Teruslah melangkah!

    Sekedar pesan buat remaja, terutama untuk para gadis juga Putri.
    Apa yang harus dan kalian perlu tau !

    Atas nama ❤️
    Lawan jenismu akan semakin lemah dan bodoh disaat puncak dimana dunia milik berdua.
    Pada saat dimana badai kuat menerpa, maka kebijaksanaan enjadikan dirimu bak seorang nakhoda. Jadilah beda,karna dirimu bukan yang biasa-biasa. Kelembutan dan paras rupa milikmu adalah anugrah.
    Kau kuat… bukan lemah. Maka peganglah kendali kemudi agar bahteramu berlayar jauh ditengah samudra. Yakinlah,sitiap anugrah milikmu bukan alasan pelayaran menuju arah karam bersama.

    Tau mengapa ?

    Sebab… Belum pernah ada cerita,dimana ada seorang menek ngerjain anak remaja.

    Namun…

    Jika kamu ehmmm…ehmmmm…

    Juga…………

    Tamat lahhh
    Cerita.

    Tua-tua keladi
    g.dev/GilasCyber

    ∆wy Naibaho

    Dengan ❤️

    Suka

Tinggalkan komentar