Bulan Februari sering dinyatakan sebagai saat-saat paling romantis dalam setahun. Karena sebagian masyarakat dunia mengenal St. Valentine’s sebagai saat untuk berbagi dengan pasangan kasihnya. Tentu saja, jika kita membicarakan hal ini akan jauh dari berbagai hal-hal yang dalam sejarah membuktikan bahwa tidak semua hal indah akan terjadi di saat-saat seperti ini. Sementara kita akan menyampingkan lembaran hitam kemanusiaan itu untuk direnungkan masing-masing individu.
Mengapa dalam sebuah keadaan, manusia memilih hanya satu hari ini dalam setahun, untuk lebih dari sekadar mengingatkan bahwa, dirinya mesti berbagi cinta kepada yang ia sayangi. Kenapa, tidak setiap saat orang menjadi terjaga dan membagikan cinta kasih kepada sesama. Bukankah hal ini terdengar lebih baik, sebagaimana yang dilakukan oleh para Saint (orang suci). Sepenjang hidupnya mengabdikan diri untuk cinta dan kemanusiaan.
Yah … itu memang … mungkin … indah untuk diungkapkan. Namun cukup gila jika seseorang ingin selalu bisa membagikan cinta. Manusia memiliki keterbatasan … sedangkan cinta … siapa yang mengenal batasnya. Keterbatasan tiada bisa menyeluruh pada ketiadaterbatasan, kecuali ia membuat cinta menjadi terbatas. Mungkin itulah kemanusiaan, untuk sesaat bahkan sadetik … saat kita terjaga … saat kita membuka segalanya … saat kita melihat seutuhnya … bahwa cinta itu ada … dan berbagai hal yang bermakna, saat kita menyadari dengan sendirinya (bukan karena cerita, ataupun keyakinan buta) … ada hal-hal indah yang tak terucapkan … yang tak memiliki nama … sesuatu yang tak kita ketahui … namun tidak serasa asing … sesuatu yang … hanyalah seperti itu … tidak lebih dan tidak kurang.
Hanya sedetik diperlukan … telah cukup bagi kemanusiaan untuk mengenal sang cinta … dan hanya sedetik diperlukan … sehingga kita dapat memaknai apa yang akan kita berikan adalah kemanusiaan itu sendiri.
Dan waktu sehari, cukup banyak ada untuk menemukan satu detik ini.
Jika kita berjodoh dengan sang cinta … maka kita … ya … berjodoh.
Panduan konsolidasi WHO 2026 memperbarui definisi kasus HIV dan menambahkan indikator pemantauan penyakit HIV lanjut. Ini penting bagi Indonesia, yang memiliki 564.000 ODHIV, untuk mengevaluasi kesiapan SIHA 2.1 dalam mendukung pencapaian target eliminasi HIV pada tahun 2030, dengan data diharapkan lebih akurat dan terintegrasi.
Pada 17 April 2026, Menteri Kesehatan mengeluarkan Permenkes Nomor 5 Tahun 2026 yang mengatur perbekalan kesehatan. Regulasi ini mencakup produksi dalam negeri, pengendalian harga, dan transparansi, namun masih menghadapi tantangan implementasi. Kemandirian farmasi masih rendah, dengan ketergantungan pada impor dan ketersediaan obat yang tidak memadai.
Menteri Kesehatan menerbitkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2026 untuk konsolidasi pengaturan penanggulangan penyakit di Indonesia. Regulasi ini mencakup penanggulangan penyakit menular, tidak menular, kesehatan lingkungan, dan kesehatan matra, serta menyusun kewajiban baru bagi fasilitas kesehatan. Tantangan implementasi masih ada, terutama terkait ambang batas GGL yang belum ditetapkan.
What if the size of a dream was never the point? Through a Javanese kite-maker’s parable and voices from Rumi to Marcus Aurelius, the Gita to the Dhammapada, this essay asks whether dreaming is less a destination than a form of breathing — one we must keep doing, gently, for as long as we wish to call what we’re living a life.
WHO merilis tinjauan tentang 18 senyawa PFAS prioritas yang mencemari makanan dan air minum, serta enam kategori efek kesehatan seperti kanker dan gangguan metabolik. Makanan menjadi jalur pajanan utama. Temuan ini menunjukkan perlunya Indonesia memperkuat pemantauan PFAS untuk meningkatkan keamanan pangan dan air minum.
Commenting 101: “Be kind, and respect each other” // Bersikaplah baik, dan saling menghormati (Indonesian) // Soyez gentils et respectez-vous les uns les autres (French) // Sean amables y respétense mutuamente (Spanish) // 待人友善,互相尊重 (Chinese) // كونوا لطفاء واحترموا بعضكم البعض (Arabic) // Будьте добры и уважайте друг друга (Russian) // Seid freundlich und respektiert einander (German) // 親切にし、お互いを尊重し合いましょう (Japanese) // दयालु बनें, और एक दूसरे का सम्मान करें (Hindi) // Siate gentili e rispettatevi a vicenda (Italian)
Tinggalkan Balasan